<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725</id><updated>2011-12-02T07:25:57.666+08:00</updated><category term='KDK-Jiwa'/><category term='Keperawatan Medikal Bedah'/><title type='text'>Asuhan Keperawatan dan info ,  Wd. Nurhaeny Emba Saputri</title><subtitle type='html'>Assalamu'allaikum Wr. Wb. 
thank you so much for coming here,this blog tell you about nursing care planing,healthy tip,and some good info for build up our good mental,hope you like and enjoy it</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>196</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-3362369991895729686</id><published>2010-12-05T10:45:00.000+08:00</published><updated>2010-12-05T12:52:21.812+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-3362369991895729686?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/3362369991895729686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/12/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3362369991895729686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3362369991895729686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/12/blog-post.html' title=''/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-4835429751243034983</id><published>2010-12-04T19:08:00.001+08:00</published><updated>2010-12-04T19:41:59.044+08:00</updated><title type='text'>ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN..............</title><content type='html'>CONTOH ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengumpulan data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Identitas klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Nn. (S)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kelamin : Perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur : 40 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama : Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat : KENDARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku /bangsa : Jawa / Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang dipakai : Bahasa Jawa/INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status perkawinan : Belum kawin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan : Tidak bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan : Kelas IV SD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang rawat : Ruang E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekam Medik : 00-08.97&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal masuk : 19 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal pengkajian : 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Riwayat penyakit sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Keluhan utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien mengatakan sedang berbicara dengan teman laki-lakinya yang telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Analisa keluhan utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ibu angkat klien yang merupakan kakak klien perempuan yang nomor tiga, saat sakitnya kambuh dirumah klien sering bicara dan tertawa sendiri sambil tiduran atau duduk menyendiri, kadang-kadang klien tampak sedih dan tiba-tiba menangis bila ditanya ada apa klien tidak menjawab hanya diam saja. Klien juga suka mengganggu tetangganya dan orang lain yang lewat didepannya sambil marah-marah dan terkadang berusaha untuk memegang orang tersebut. Klien di rumah juga sering merusak dengan melempari barang-barang dirumah. Hal ini berlangsung selama 5 hari sebelum klien masuk rumah sakit. Saat klien sendiri ditanya mengapa ia disini, klien menjawab bahwa klien tidak tahu mengapa klien dibawa ke Rumah Sakit Jiwa dn klien hanya tahu bahwa ia disini menurut penjelasan ibu klien kepada klien adalah karena klien sakit dan marah-marah, lalu klien menangis dan mengatakan bahwa ia ingin pulang saja dan tak ingin disini. Menurut ibu klien, klien kambuh setelah tidak lagi mau minum obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Riwayat penyakit dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ibu klien, klien sudah yang ke-12 kali ini dirawat di RSJ. Menur, klien mengalami gangguan jiwa seperti sekarang ini sejak usia 15 tahun, semenjak ayah kandung klien meninggal, lalu 1 bulan kemudian klien terlihat sering ngomong sendiri dan tertawa sendiri terkadang disertai marah-marah sambil melempar barang-barang yang ada dirumah dan tiba-tiba klien diam menyendiri sambil menangis. Kemudian kakak klien yang nomor III (ibu angkat) memeriksakan klien ke RSJ. Menur dan sampai disana klien harus rawat inap. Setelah 3 minggu klien pulang dari RSJ dan tetap kontrol tiap minggunya. Setelah dirumah dan bila sudah merasa baikan klien selalu menolak untuk minum obat meski sudah dipaksa sehingga penyakitnya kambuh lagi dan masuk rumah sakit lagi, begitu seterusnya sampai klien masuk rumah sakit sebanyak 12 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Riwayat penyakit keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keluarga klien, menurut ibu klien ada anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa seperti klien, yaitu adik perempuan kakek klien yang nomor 7 tetapi sudah meninggal dan kakak kandung klien laki-laki nomor 1 tetapi juga sudah meninggal. Klien adalah anak nomor 8 dari 9 bersaudara, saat ini klien tinggal bersama kakak klien yang nomor 3 yang dianggap klien sebagai ibu angkat klien, karena sejak kecil klien berpisah dengan ibu kandungnya yang saat ini tetap tinggal di Nganjuk tempat tinggal asal klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi klien dengan keluarganya cukup baik menurut ibu angkat klien, klien sudah dianggap seperti anak sendiri, apalagi orang tua angkat klien tidak mempunyai anak kandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genogram;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: laki – laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: adik kakek klien yang nomor 3 yang menderita gangguan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: meninggal dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: tinggal serumah dengan klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: Perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: kawin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: saudara laki-laki klien yang menderita skizofrenia hebefrenik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: tinggal serumah dengan klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pola-pola fungsi kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ibu klien sebelum sakit, klien kadang-kadang merokok, tidak menggunakan obat-obat terlarang kecuali dari rumah sakit. Klien juga tidak pernah olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sakit dan masuk rumah sakit, klien kadang-kadang mengikuti terapi olahraga selama + 2 jam, tetapi sebelum acara terapi selesai, bila merasa lelah klien istirahat dan duduk-duduk, klien tidak merokok dan minum obat yang diberikan oleh rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pola nutrisi dan metabolisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut keterangan ibu klien, sebelum sakit klien makan teratur 3 kali sehari nasi putih, lauk pauk seadanya, minum air putih 5 – 6 gelas sehari, tidak ada kesulitan makan, klien tidak pernah merasa mual dan muntah, BB : 68 kg, TB : 156 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sakit, klien mau makan meskipun sebelumnya harus dibujuk dulu dan makan selalu habis terutama bila ada yang menemani sewaktu makan baik oleh perawat atau klien lain. Menu nasi putih, lauk pauk (daging, tahu, tempe, telur), sayuran dan buah-buahan (pisang atau pepaya). Pukul 10.00 klien mandapat snack berupa kacang ijo, roti atau kolak pisang, klien makan sendiri tanpa disuapi, makanan disiapkan oleh petugas, tidak ada keluhan mual, kesulitan menelan dan muntah. Setelah makan klien tidak mau mencuci alat makannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pola eliminasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sakit menurut ibu klien, klien buang air besar 2 hari sekali. Buang air kecil 4 – 5 kali sehari, tidak ada kesulitan buang air besar dan buang air kecil klien selalu membersihkan tempat ia buang air dan tubuhnya. Klien juga tidak pernah ngompol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sakit klien buang air besar dan buang air kecil sendiri tanpa bantuan perawat atau orang lain. Klien selalu membersihkan tempat ia buang air dan tubuhnya. Frekuensi buang air besar 2 hari sekali dan tidak ada kesulitan buang air besar. Begitu juga saat buang air kecil 5-6 kali sehari tanpa kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pola aktivitas dan latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sakit, klien menyatakan pernah bekerja di pabrik tapi itu sudah 3 tahun yang lalu, setelah tidak bekerja lagi ia dirumah membantu ibunya bersih-bersih rumah, kadang-kadang ia juga bermain-main dengan keponakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sakit klien mau bila disuruh perawat atau petugas lain untuk bersih-bersih tapi klien lebih suka disuruh membersihkan kaca atau merapikan tempat tidurnya klien juga mau bila diajak terapi olahraga, meskipun ditempat terapi klien hanya duduk-duduk saja, diwaktu senggangnya klien lebih suka tiduran, duduk menyendiri di depan ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Pola tidur dan istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sakit menurut penjelasan ibu klien biasanya pukul 20.00 – 06.00, tidur siang kadang-kadang. Klien tidak pernah terbangun atau jalan-jalan sambil tidur di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sakit, menurut perawat ruangan klien tidur mulai pukul 20.00 – 06.00, saat belum tidur tapi sudah tiduran di tempat tidur dan sudah mengatakan bahwa ia mengantuk klien masih saja bicara dan tertawa sendiri, itu juga terjadi saat klien akan tidur siang. Hal tersebut berlangsung + 15 –20 menit setelah itu klien tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Pola konsep diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sakit, menurut ibunya klien menyadari bahwa dirinya sebagai anak dalam keluarga tersebut, jadi klien mau bila disuruh membantu ibunya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Tetangga dan anggota keluarga yang lain memperlakukan klien dengan baik meskipun klien berperilaku kadang-kadang seperti anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sakit menurut klien meskipun ia gemuk ia tidak merasa malu, harapan klien saat ini adalah bahwa dia ingin segera pulang karena ia kangen ibunya. Klien hanya mau bila disuruh untuk membantu merapikan tempat tidurnya dan membersihkan kaca karena menurut klien bila dirumah ia sering melakukan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Pola sensori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sakit, daya penciuman klien baik, ini dibuktikan klien menyatakan bahwa bau bunga melati harum saat ia sedang memetik bunga tersebut. Daya pendengaran juga baik, daya rasa baik karena klien bisa menyatakan bila masakannya asin atau tidak ada rasanya (hambar). Daya raba, klien merasa kesakitan saat dicubit. Daya penglihatan tidak baik karena klien manyatakan tidak begitu jelas bila melihat wajah orang lain dari jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Pola reproduksi seksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien sadar sebagai perempuan, klien masih mau berdandan meskipun kurang baik cara berdandannya misalnya mau memakai lipstik meski blepotan. Menurut ibu klien, klien menstruasi umur 14 tahun dan klien belum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Pola hubungan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sakit, klien lebih senang berteman dan bermain dengan anak kecil. Klien orangnya memang pendiam apalagi terhadap orang yang belum pernah dikenal. Klien di rumah lebih dekat ibunya dan bila punya keinginan lebih suka disampaikan kepada ibunya. Saat ditanya siapa orang yang paling klien sayangi, klien menjawab “Ibu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sakit, klien jarang berbicara atau berkumpul dan berbincang-bincang dengan perawat dan klien lain. Bila tidak diajak bicara dulu, klien cenderung diam dan menyendiri, bila diajak bicara atau ditanya klien mau menjawab dengan jawaban singkat dan kembali diam. Bila telah menjawab pertanyaan tersebut klien tidak pernah melakukan kontak mata dengan lawan bicaranya. Bila diajak terapi olahraga klien menolak dengan menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Pola penanggulangan stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sakit, klien selalu mengadu kepada ibunya bila ia sehabis bertengkar atau bila diolok-olok orang lain atau temannya, klien mengadu sambil menangis. Tetapi bila sudah dinasehati dan dijelaskan klien berhenti menangis dan kembali bermain-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sakit, bila klien tiba-tiba menangis dan ditanya penulis mengapa klien menangis, klien menjawab tidak tahu sambil menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Pola kepercayaan beragama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penuturan ibu dan klien sendiri sebelum sakit, klien masih sering mengikuti pengajian dan shalat berjamaah di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sakit, bila waktunya shalat klien selalu ingat dan selalu bertanya apakah sudah tiba waktunya shalat, lalu klien berwudhu dan memakai mukena, lalu shalat dengan jumlah raka’at yang tidak tentu serta biasanya sebelum shalat selesai klien sudah membuka mukenanya lalu mengakhiri shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Status mental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Penampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan tidak rapi, rambut acak-acakan, tidak pernah disisir, mandi satu kali dalam 2 hari ini tanpa sabun, setelah mandi klien selalu terbalik cara memakai bajunya, bagian depan selalu dibelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pembicaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien pendiam dan tidak pernah bicara bila tidak diajak bicara dahulu, suara pelan dan lambat bicaranya. Bila ditanya tidak langsung menjawab, diam dulu setelah beberapa saat baru menjawab dengan jawaban yang singkat. Klien juga sering tidak mau untuk menjawab pertanyaan dengan menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Aktivitas motorik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak tubuh klien lambat dan tampak lesu. Bila diajak untuk membantu bersih-bersih klien bersedia membantu tetapi bila ia hanya ingin merapikan tempat tidur maka klien tidak mau membantu pekerjaan yang lain dan sebelum tugas selesai klien biasanya duduk-duduk dan bila ditanya mengapa berhenti, dia menjawab karena ia sudah merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Alam perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien terlihat sedih dan terkadang ketakutan dan tiba-tiba menangis. Bila ditanya mengapa, ia cuma diam sambil menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Afek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi klien labil, tanpa ada sebab tiba-tiba klien menangis dan tampak sedih lalu diam sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Interaksi selama wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien tidak pernah melakukan kontak mata dengan lawan bicaranya, klien lebih senang menundukkan kepalanya sambil memainkan jari-jarinya selama diajak berbicara, klien tampak malu bila diajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Persepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien bicara dan tertawa sendiri sambil memainkan tangannya seolah-olah sedang menerangkan sesuatu, bila ditanya dengan siapa ia berbicara, klien menjawab bahwa ia bicara dengan teman laki-lakinya yang sudah meninggal. Bila ditanya siapa nama temannya itu dia menjawab tidak tahu, klien hanya mengatakan bahwa temannya itu adalah teman lamanya, saat ditanya apa yang sedang dibicarakan klien menjawab bahwa temannya tersebut menceritakan sesuatu yang lucu dan cerita tersebut tidak boleh diceritakan kepada siapa-siapa (halusinasi dengar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Proses pikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Arus pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien bila akan menjawab pertanyaan terdiam dulu, seolah-olah sedang merenung lalu mulai menjawab, jawaban belum selesai diutarakan klien diam lagi lalu meneruskan jawabannya dengan singkat (blocking).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Bentuk pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien lebih sering diam dan larut dalam halusinasinya dengan menyendiri dan bicara serta tertawa sendiri (otistik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Isi pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien merasa lebih senang menyendiri daripada berkumpul dengan orang lain. Saat diajak untuk duduk-duduk dan berbincang-bincang dengan klien yang lain, klien menolak dengan menggelengkan kepala (isolasi sosial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Tingkat kesadaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi tempat, waktu dan orang jelas saat ditanya dimana klien sekaramg, sekarang siang atau malam dan menyebutkan siapa nama orang yang ditunjuk oleh penanya apalagi orang yang dimaksud sudah pernah dikenal klien cukup lama misal : ayah dan ibu klien, klien dapat menjawab dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien dapat mengingat dengan baik siapa nama ibu kandungnya, kapan pertama kali ia disini, meskipun untuk menjawabnya klien terdiam dulu setelah ditanya seolah-olah sedang berusaha mengingat-ingat baru manjawab. Tapi ingatan jangka pendek klien jelek, karena klien tidak bisa menjawab siapa nama penulis meskipun baru saja berkenalan dan berkali-kali diberitahu nama penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Tingkat konsentrasi dan berhitung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien mampu berhitung 1-10 dan mampu menjawab soal-soal penjumlahan sederhana meskipun menghitungnya dalam waktu yang lama dan terkadang jawabannya salah tapi klien mampu menjawab ulang dengan jawaban yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) Kemampuan penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba waktunya makan, bila sebelumnya klien belum mandi, jika disuruh memilih mandi dulu baru makan atau makan (sarapan) dulu mandinya nanti saja, klien memilih mandi dahulu tanpa perawat menjelaskan pilihan mana yang harus dipilih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13) Daya tilik diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya mengapa klien disini, klien menjawab bahwa ia disini karena ia sakit jiwanya. “Apa mbak merasa bahwa mbak sakit dan pernah marah-marah ?”, klien menjawab “Tidak tahu, tapi kata ibu saya, saya sakit jiwa dan saya katanya dibawa kesini biar sembuh”. Klien tidak mengingkari penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Keadaan umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan tidak rapi, rambut acak-acakan, panjang sebahu, tipis warna hitam, agak keriting, bentuk kepala normal, tidak ada nyeri kepala, wajah kusam, nafas berbau, gigi kotor, suara serak dan pelan, postur tubuh gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Sistem integumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit kuning langsat, turgor kulit baik tidak ada oedema, kuku tampak kotor dan panjang-panjang, rambut acak-acakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Sistem pernafasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RR : 20 kali per menit tidak ada sesak nafas, pergerakan pernafasan simetris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Sistem kardiovaskular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut nadi 88 kali per menit, tekanan darah 130/80 mmHg akral hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sistem persarafan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu tubuh : 376 o C, tidak demam, klien tidak tampak gelisah, klien tidak mengalami kelumpuhan pada extremitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sistem gastrointestinal dan Urologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien defekasi 2 hari sekali tidak ada kesulitan defekasi, tidak penah mengalami nyeri perut, miksi 5 – 6 kali perhari, tidak pernah ngompol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Sistem muskuloskeletal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada nyeri gerak, tidak ada kelainan tulang belakang dan tidak ada cedera pada ekstremitas atau anggota tubuh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Analisa data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Data subyektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien mengatakan bahwa ia sedang berbicara dengan teman laki-lakinya dan temannya tersebut sedang menceritakan sesuatu yang lucu dan cerita tersebut tidak boleh diceritakan kepada siapa-siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Data obyektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Klien bila akan menjawab pertanyaan terdiam seolah-olah sedang merenung lalu mulai menjawab, jawaban belum selesai diutarakan klien diam lagi lalu meneruskan jawabannya dengan singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Klien sering bicara dan tertawa sendiri dengan suara pelan dengan memainkan tangannya seolah-olah sedang menerangkan sesuatu sambil duduk menyendiri didepan ruangan atau tiduran diatas tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Klien tiba-tiba terlihat sedih, ketakutan dan menangis tanpa suatu sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halusinasi dengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kemungkinan penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Data subyektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Klien menolak bila diajak terapi olahraga dengan menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Klien tidak mau bicara bila tidak diajak bicara dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Data obyektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Klien lebih sering menyendiri daripada berkumpul dan berbincang-bincang dengan perawat atau klien lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Klien tidak pernah melakukan kontak mata dengan lawan bicara (menundukkan kepala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Suara klien pelan dan lambat bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Klien tiba-tiba sedih, menangis dan terlihat ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isolasi sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kemungkinan penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan interpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Data subyektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Ibu klien menyatakan bahwa klien sudah 3 hari selama di rumah tidak mau mandi sendiri ataupun dimandikan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Klien menyatakan selama di rumah sakit baru mandi 1 kali tanpa sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Klien mau membantu bersih-bersih tapi sebelum tugas selesai klien duduk-duduk dengan alasan karena merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Klien lebih suka menyendiri dan tiduran di tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Data obyektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Penampilan tidak rapi, rambut acak-acakan / tidak disisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Cara berpakaian klien terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan diri : kebersihan diri kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kemungkinan penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan kemauan&lt;br /&gt;Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan analisa data, selanjutnya dilakukan perumusan diagnosa keperawatan yang sudah diprioritaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perubahan persepsi sensori : halusianasi dengar berhubungan dengan menarik diri, ditandai dengan klien sering tertawa dan bicara sendiri tanpa ada orang lain yang mengajak bicara dan bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isolasi sosial berhubungan dengan perubahan hubungan interpersonal, ditandai dengan klien lebih sering menyendiri daripada berkumpul dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perawatan diri: kebersihan diri kurang berhubungan dengan penurunan kemauan, ditandai dengan penampilan klien tidak rapi, rambut acak-acakan dan tidak pernah tuntas dalam menyelesaikan tugas.&lt;br /&gt;Perencanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan diagnosa diatas, maka rencana tindakan keperawatan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diagnosa I (tanggal 20 Maret 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan persepsi sensori : halusinasi pendengaran berhubungan dengan menarik diri ditandai dengan klien sering tertawa dan bicara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien dapat mendefinisikan dan memeriksa realitas, mengurangi terjadinya halusinasi dalam waktu 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Klien dapat mengakui bahwa halusinasi terjadi pada saat ansietas meningkat secara ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Klien dapat mengatakan tanda-tanda peningkatan ansietas dan menggunakan tehnik-tehnik tertentu untuk memutuskan ansietas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Rencana tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Observasi klien dari tanda-tanda halusinasi (sikap seperti mendengarkan sesuatu, bicara atau tertawa sendiri, terdiam di tengah-tengah pembicaraan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional: Intervensi awal dan mencegah respon agresif yang diperintah dari halusinasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Sikap menerima dan mendorong klien untuk menceritakan isi halusinasinya dengan perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional: Intervensi awal dan mencegah respon agresif yang diperintah dari halusinasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Jangan dukung halusinasi. Biarkan klien tahu bahwa anda tidak sedang membagikan persepsi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional: Perawat harus jujur kepada klien sehingga klien menyadari bahwa halusinasi tersebut adalah tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Coba untuk menghubungkan waktu terjadinya halusinasi dengan waktu meningkatnya ansietas. Bantu klien untuk mengerti hubungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional: Jika klien dapat belajar untuk menghentikan peningkatan ansietas, halusinasi dapat dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Coba untuk mengalihkan klien dari halusinasinya dengan mengikuti kegiatan interpersonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional: Keterlibatan klien dalam kegiatan interpersonal dan penjelasan tentang situasi kegiatan tersebut, hal ini akan menolong klien untuk kembali pada realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diagnosa II (tanggal 20 Maret 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isolasi sosial berhubungan dengan perubahan hubungan interpersonal ditandai dengan klien lebih sering menyendiri daripada berkumpul dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien dapat segera sukarela meluangkan waktu bersama klien lain dan perawat dalam aktivitas kelompok di unit rawat inap dalam waktu kurang dari 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Klien dapat mendemonstrasikan keinginan dan hasrat untuk bersosialisasi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Klien dapat mengikuti aktivitas kelompok tanpa disuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Klien dapat melaksanakan pendekatan interaksi satu-satu dengan orang lain dengan cara yang sesuai atau dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Rencana tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Perlihatkan sikap menerima dengan cara melakukan kontak yang sering tapi singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Sikap menerima dari orang lain akan meningkatkan harga diri klien dan memfasilitasi rasa percaya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Perlihatkan penguatan positif kepada klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Hal ini akan membuat klien merasa menjadi seseorang yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Temani klien untuk memperlihatkan dukungan selama aktivitas kelompok yang mungkin merupakan hal yang menakutkan atau sukar untuk klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Kehadiran seseorang yang dipercayai akan memberikan rasa aman kepada klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Berikan obat antipsikosa sesuai program pengobatan klien. Pantau keefektifan dan efek samping obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Obat-obat antipsikosa menolong untuk menurunkan gejala psikosis pada seseorang dengan demikian memudahkan interaksi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Berikan pengakuan dan penghargaan tanpa disuruh klien berinteraksi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Penguatan akan meningkatkan harga diri klien ddan mendorong terjadinya pengulangan perilaku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diagnosa III (tanggal 20 Maret 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan penurunan kemauan ditandai dengan klien sudah 3 hari ini belum mandi, penampilan tidak rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien mampu melakukan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri dan mendemonstrasikan suatu keinginan untuk melakukannya dalam waktu kurang dari 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Klien memilih pakaian yang sesuai, berpakaian, merawat dirinya tanpa bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Klien mempertahankan kebersihan diri secara optimal dengan mandi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pantau kemampuan klien dalam melakukan kegiatan hidup sehari-hari sesuai dengan tingkat kemampuannya, seperti kemampuan klien dalam menjaga kebersihan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Keberhasilan menampilkan kemandirian dalam melakukan suatu aktivitas akan meningkatkan harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Berikan bantuan saat klien tidak mampu melakukan beberapa kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Kenyamanan dan keamanan klien merupakan prioritas dalam keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Berikan pujian atas kemampuan klien dalam melakukan kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Penguatan positif akan meningkatkan harga diri dan mendukung terjadinya pengulangan perilaku yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Perlihatkan klien secara konkrit, bagaimana melakukan kegiatan yang menurut klien sulit untuk dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Karena berlaku pikiran konkret, penjelasan harus diberikan sesuai dengan tingkat pengertian yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan rencana keperawatan tersebut diatas disusun sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyapa klien dengan ramah (pukul 07.15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan kepada klien maksud dari perawat mengadakan pertemuan ini adalah untuk membantu klien dalam mengatasi masalah klien (pukul 08.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan klien mengapa klien lebih senang duduk dan menyendiri daripada duduk menonton televisi bersama teman-teman yang lain (pukul 08.45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuji klien atas kemampuan dan kemauannya mengungkapkan perasaannya (pukul 08.45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membina hubungan saling percaya dengan orang tua klien memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan pertemuan ( pukul 11.00 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiskusikan dengan keluarga klien tentang penyebab halusinasi antara lain kurang percaya diri, harga diri rendah, kurang dukungan keluarga dan karena kekambuhan akibat kurang teratur minum obat (pukul 11.15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanggal 21 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mengucapkan salam pada klien dan menanyakan kondisinya hari ini (pukul 07.20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Mengajak klien untuk menyapu dan mengepel serta membersihkan tempat tidur (pukul 07.30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menemani klien jalan-jalan ke sekeliling rumah sakit sambil mengajak klien ngobrol (pukul 08.30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Mengajak klien untuk mengikuti terapi kerja (pukul 09.30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Saat klien mulai ngomong dan tertawa sendiri, perawat segera mengalihkan perhatian klien dengan mengajak klien bicara tentang segala aktivitas klien beserta keluarganya sehari-hari (pukul 11.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanggal 22 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mengucapkan salam pada klien dan menanyakan kondisi klien hari ini (pukul 07.00)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Mengajak klien untuk mengikuti terapi musik (pukul 09.00)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Memuji klien atas peran sertanya mengikuti terapi musik (pukul 11.45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Mengajak klien beserta klien lainnya mengambil makan siang (pukul 12.15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Menanyakan kepada klien bagaimana perasaannya setelah dirinya seharian mengikuti kegiatan bersama teman-temannya (pukul 12.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Memuji dan mengucapkan terima kasih atas apa yang klien lakukan hari ini (pukul 12.40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanggal 23 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mengucapkan salam kepada klien dan menanyakan kondisi klien hari ini (pukul 07.15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Berkomunikasi dengan klien dengan dengan penuh perhatian dan empati (pukul 08.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mendengarkan segala ungkapan perasaan klien dan mengenalkan kenyataan dengan menanyakan bagaimana kondisi di rumah sakit tersebut mnyenangkan atau tidak bagi klien (pukul 08.45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Memuji klien atas kemauan dan kemampuannya dalam mengungkapkan perasaannya (pukul 09.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Mengajak klien mengikuti terapi religius (pukul 12.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Memotivasi klien agar tidak larut dalam halusinasinya dengan tidak sering menyendiri, melakukan interaksi dan berbincang-bincang dengan klien lain atau perawat dan giat dalam kegiatan terapi baik musik, olahraga atau kerja dan religius (pukul 12.45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak klien berbincang-bincang dengan penuh perhatian dan empati apa yang diceritakan klien (pukul 08.00)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuji klien saat klien mulai bercerita tentang hal-hal positif yang menyenangkan dan tentang kelebihan-kelebihan yang diungkapkan klien tentang dirinya (pukul 08.45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuji klien karena telah mau datang ke tempat terapi olahraga dan berpesan agar lain kali mau datang tanpa dipaksa (pukul 09.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberitahukan kepada klien kapan ia harus minum obat oral yaitu Clorpromazine 100 mg dan Trifluoperazin 5 mg (pukul 11.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan pada klien tempat dia harus mengambil makan siang, caranya dan mengajak klien lainnya untuk membantu klien (pukul 12.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan kepada klien tentang manfaat bila sering mengikuti terapi kerja dan terapi yang lainnya yaitu kita bisa berbagi macam keterampilan, punya banyak teman (pukul 13.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanggal 21 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mengajak klien membersihkan kaca bersama klien lainnya dan perawat ruangan (pukul 07.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menanyakan ke klien bagaimana perasaannya bila bekerja bersama-sama dengan teman-teman yang lain senang atau tidak (pukul 08.15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mengajak klien mengikuti terapi kerja dan mengajarkan cara menyulam dan membuat klien merasa betah ditempat tersebut bila klien bosan menyulam perawat mengajak klien melihat klien lain belajar terapi kerja lainnya (pukul 09.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Memberikan obat oral Clorpromazine 100 mg dan Trifluoperazin 5 mg dan menerangkan kerugian atau apa yang terjadi bila klien tidak teratur minum obat (pukul 11.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Mengajak klien bergabung dan berinteraksi dengan klien lainnya sambil mengambil menu makan siang dan mengamati perilaku klien selama berinteraksi (pukul 12.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Mengajak klien berbincang-bincang seputar bagaimana perasaan klien hari ini setelah berinteraksi dengan klien lainnya (pukul 12.35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanggal 22 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menyapa klien dan menanyakan kondisinya hari ini (pukul 07.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Memuji klien akan apa yang dilakukan kemarin termasuk peran serta klien dalam kegiatan-kegiatan kemarin (pukul 07.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mengajak klien untuk merapikan tempat tidur (pukul 07.35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Mengajak klien mengikuti terapi musik (pukul 09.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Memberikan obat oral yaitu Clorpromazine 100 mg dan Trifluoperazine 5 mg (pukul 11.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Mengamati perilaku klien dalam berinteraksi dengan orang lain (pukul 12.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanggal 23 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mengajak klien mengobrol seputar kondisi dan perasaannya sekarang setelah tidak lagi suka menyendiri (pukul 08.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menasehati dan memotivasi klien agar mengurangi kebiasaannya menyendiri dengan berkumpul, melihat televisi dan melakukan aktivitas lain bersama perawat atau klien lainnya (pukul 09.00)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Memuji dan memotivasi klien agar aktif dalam aktivitas di rumah sakit tersebut setiap harinya (pukul 09.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Memberikan obat oral yaitu Clorpromazine 100 mg dan Trifluoperazine 5 mg ke klien dan memberitahukan ke klien agar klien teratur dalam minum obat (pukul 11.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanyakan kepada klien sudah mandi apa belum hari ini (pukul 07.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanyakan ke klien mengapa ia tidak mau mandi apakah klien takut air ataukah karena malas (pukul 08.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiskusikan dengan klien pentingnya kebersihan diri bagi seseorang adalah untuk kesehatan dan kerapian agar bila terlihat bersih, rapi dan tidak berbau maka orang lain pasti suka bergaul dengan kita (pukul 08.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuji klien karena klien sudah mau mandi dan ganti pakaian serta keramas dan merapikan rambut klien (pukul 09.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 21 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memonitor kebersihan dan perawatan diri klien hari ini misalnya mandi, gosok gigi, ganti baju dan menyisir rambut (pukul 07.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajari klien cara menyisir dan berdandan serta menggunakan baju secara benar (pukul 07.40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuji kemampuan klien dalam merawat dirinya hari ini (pukul 08.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 22 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan pujian kepada klien karena pagi hari sudah terlihat bersih, rapi dan cantik (pukul 07.30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak klien untuk membersihkan kaca dan merapikan tempat tidur (pukul 07.35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak klien untuk mengikuti terapi musik (pukul 09.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan pujian atas apa yang dilakukan klien pada hari ini (pukul 12.00).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Catatan perkembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – klien menyatakan masih mendengar teman laki-lakinya mengajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bicara tentang sesuatu hal yang lucu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien tidak mau menjawab dan hanya diam saja ketika ditanya mengapa tidak mau duduk dan berbincang-bincang dengan klien lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- keluarga klien mau bekerjasama dengan penulis untuk kesembuhan klien dan mulai menceritakan perihal diri klien hingga klien mengalami gangguan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - klien bicara dan tertawa sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien duduk menyendiri di depan ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien bicara dengan suara pelan sendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien terlihat sedih dan ketakutan lalu tiba-tiba menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah belum teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 1, 2, 3, 4, 5 tetap dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanggal 21 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – klien menjawab salam yang diucapkan penulis dan menyatakan bahwa kondisinya baik-baik saja hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien menyatakan kesediaannya untuk membantu bersih-bersih tapi hanya membersihkan tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien mau saat diajak terapi kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- saat klien mulai menyendiri, penulis berusaha untuk mengajak klien membicarakan aktivitas klien sehari-hari dirumah, klien tidak menolak dan mau bercerita sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : – klien tidak lagi bicara dan tertawa sendiri, klien juga masih sering menyendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien mau bercerita dengan ekspresi wajah ceria dan tidak bersedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien tidak menunjukkan sikap menghindari penulis saat diajak bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah teratasi sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 1, 2, 5 tetap dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanggal 22 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – klien menjawab salam penulis sambil menghampiri penanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien menyatakan keinginannya untuk menyumbangkan sebuah lagu (menyanyi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien menyatakan senang sekali perasaannya bisa ikut terapi musik dan menanyakan kepada penulis apakah besok ada kegiatan lagi seperti hari ini. Klien juga mengucapkan terima kasih atas pujian yang diberikan penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - klien tidak terlihat menyendiri, bicara dan tertawa sendiri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien tampak ceria dan bercanda penuh akrab dengan klien lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien tidak tampak sedih dan menangis lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah teratasi sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 1, 2, 5 tetap dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanggal 23 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – klien menjawab salam penulis dan menyatakan bahwa kondisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini baik-baik saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien menyatakan bahwa sebenarnya ia tidak betah di rumah sakit jiwa ini tapi klien menyadari dia disini adalah untuk kesembuhannya sendiri dan klien ingin segera sembuh agar cepat pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien juga menyatakan bahwa dirinya sudah dua hari ini sudah tidak mendengar suara-suara bisikan teman laki-lakinya yang sudah meninggal dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - klien tidak tampak menyendiri dan bicara sendiri dan tampak tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien mau ikut serta dalam kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 5 tetap dipertahankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – klien menyatakan tidak mau sambil menggelengkan kepala ketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penanya meminta kepada klien untuk bercerita tentang dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien tidak mau menjawab pertanyaan penanya dan hanya diam saja ketika ditanya mengapa menyendiri dan tidak mau berbincang-bincang dengan klien lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - klien terlihat sedih terkadang ketakutan dan jarang melakukan kontak mata dengan penanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien bila tiduran tidak langsung tidur melainkan bicara dan tertawa sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien lebih sering terlihat meringkuk di tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- klien minum obat oral yaitu Clorpromazine 100 mg dan Trifluoperazine 5 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah belum teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 1, 2, 3, 4, 5 tetap dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanggal 21 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – klien menyatakan bersedia ketika diajak bersih ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien menyatakan senang mengikuti kegiatan bersama teman-temannya sambil tersenyum lalu segera menundukkan kepalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - Klien masih sering menundukkan kepala bila diajak bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien jarang berinteraksi dan berbincang-bincang dengan klien lain-nya serta masih sering menyendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien minum obat oral yaitu Clorpromazine 100 mg dan Trifluoperazine 5 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah belum teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 1, 2, 5 tetap dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanggal 22 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – Klien mau menjawab salam penanya sambil tersenyum dan menghampiri penanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien bersedia ketika diajak untuk membantu merapikan tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketika diajak terapi musik klien bersedia dan ingin menyumbangkan sebuah lagu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - Klien tampak ceria dan tidak terlihat ketakutan saat berinteraksi dengan teman-temannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien minum obat oral yaitu Clorpromazine 100 mg dan Trifluoperazine 5 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah teratasi sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 2, 3, 4, 5 tetap dipertahankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanggal 23 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – Klien menyatakan senang sekali punya banyak teman dan tidak merasa sedih lagi dan mengucapkan terima kasih atas pujian yang diberikan penanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - Klien terlihat lebih sering berinteraksi dengan klien lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien minum obat oral yaitu Clorpromazine 100 mg dan Trifluoperazine 5 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 4 tetap dipertahankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanggal 20 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : – Klien menyatakan dirinya malas mandi tapi setelah dibujuk dan dinasehati klien akhirnya bersedia mandi. Klien mau diajak menyapu ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - Klien mandi cuma sebentar, keluar dari kamar mandi dalam keadaan basah tapi belum bersih tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien mau menyisir rambutnya dan memakai lipstik tapi belepotan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah belum sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 1, 2, 3,4 tetap dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanggal 21 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : Klien menyatakan belum mandi saat penanya datang tapi ia bersedia untuk segera mandi bila dibelikan sabun dan shampo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - setelah keluar dari kamar mandi klien tampak segar dan mau menggunakan handuk sesudah mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien mampu berpakaian dengan benar denagn baju yang masih bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien menyisir rambut dan berdandan dengan bantuan penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah teratasi sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan nomor 1, 2,3 tetap dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanggal 22 Maret 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S : - Klien menyatakan pagi ini sudah mandi dengan sabun sebelum penanya datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien bersedia ketika dimintai tolong membantu penanya merapikan tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien juga mengajak penanya mengikuti terapi musik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O : - Klien tampak lebih rapi dan bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien mau mencuci piringnya sendiri sehabis makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Masalah teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Rencana tindakan dihentikan&lt;br /&gt;2. Evaluasi Terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi mulai tanggal 20 Maret 2001 sampai dengan 23 Maret 2001, hasil akhirnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Diagnosa I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 23 Maret 2001, klien sudah mampu mengungkapkan perasaannya dan tidak lagi menyendiri dan sudah tidak bicara dan tertawa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Diagnosa II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 23 Maret 2001, klien telah mampu melakukan hubungan interpersonal dan tidak lagi menyendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Diagnosa III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 22 Maret 2001, klien dapat melakukan kegiatan sehari-hari (kebersihan diri) secara mandiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-4835429751243034983?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/4835429751243034983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/12/askep-halusinasi-pendengaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4835429751243034983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4835429751243034983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/12/askep-halusinasi-pendengaran.html' title='ASKEP HALUSINASI PENDENGARAN..............'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-4293537424749303831</id><published>2010-12-04T18:08:00.000+08:00</published><updated>2010-12-04T18:30:57.986+08:00</updated><title type='text'>ASKEP PRILAKU KEKERASAN .....Eny Emba</title><content type='html'>TINJAUAN TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku kekerasan adalah keadaan dimana seseorang menunjukkan perilaku yang actual melakukan kekerasan yang ditunjukan pada diri sendiri/oarng lain secara verbal maupun non verbal dan pada lingkungan . marah merupakan perasaan jengkel yang timbul sebagai ancaman (Stuart dan Sundeen, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. ETIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pengalaman yang dialami tiap orang yang merupakan factor predisposisi, artinya mungkin terjadi/mungkin tidak terjadi perilaku kekerasan jika factor berikut dialami oleh individu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan yang dialami dapat menimbulkan frustasi yang kemudian dapat timbu agresif atau amuk. Masa kanak-kanak tidak menyenangkan yaitu perasaan ditolak, dihina, dianiyaya atau sanksi penganiayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reinforcement yang diterima pada saat melakukan kekerasan, sering mengobservasi kekerasan dirumah atau diluar rumah, semua aspek ini menstimulasi individu mengadopsi perilaku kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Social budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya tertutup dan membalas secara diam (pasif agresif) dan control social yang tidak pasti terhadap perilaku kekerasan ada menciptakan seolah-olah perilaku kekerasan dapat diterima (permissive).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bioneurologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pendapat bahwa kerusakan system limbic, lobus frontal, lobus temporal dan ketidakseibangan neurotransmitter turut berperan dalam terjadinya perilaku kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. TANDA DAN GEJALA&lt;br /&gt;a. Fisik&lt;br /&gt;a. Mata melotot/pandangan tajam&lt;br /&gt;b. Tangan mengepal&lt;br /&gt;c. Rahang mengatup&lt;br /&gt;d. Wajah memerah&lt;br /&gt;e. Postur tubuh kaku&lt;br /&gt;b. Verbal&lt;br /&gt;a. Mengancam&lt;br /&gt;b. Mengunpat dengan kata-kata kotor&lt;br /&gt;c. Suara keras&lt;br /&gt;d. Bicara kasar, ketus&lt;br /&gt;c. Perilaku&lt;br /&gt;a. Menyerang orang&lt;br /&gt;b. Melukai diri sendiri/orang lain&lt;br /&gt;c. Merusak lingkungan&lt;br /&gt;d. Amuk/agresif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Factor-faktor dapat bersumber dari klien, lingkungan atau interaksi dengan orang lain. Kondisi klien seperti kelemahan fisik (penyakit fisik), keputusasaan, ketidakberdayaan, percaya diri yang kurang dapat menjadi penyebab perilaku kekerasan. Demikian pula situasi lingkungan yang ribut, padat, kritikan yang mengarah pada penghinaan, kehilanganorang yang dicintai/pekerjaan dan kekerasan merupakan factor penyebab yang lain. Interaksi social yang provokatif dan konflik dapat pula memicu perilaku kekerasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. PATHWAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku Kekerasan/amuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan Harga Diri : Harga Diri Rendah&lt;br /&gt;( Budiana Keliat, 1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. KOMPLIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Stroke&lt;br /&gt;2. Gagal ginjal&lt;br /&gt;3. Kebutaan&lt;br /&gt;4. Gagal jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa komplikasi dari hipertensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyakit jantung koroner&lt;br /&gt;2. Gagal jantung&lt;br /&gt;3. Kerusakan pembuluh darah otak dapat berupa pecahnya pembuluh darah (stroke) dan kerusakan dinding pembuluh darah&lt;br /&gt;4. Gagal ginjal&lt;br /&gt;5. Kerusakan pada masa yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan sampai kebutaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. FOKUS PENGKAJIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Masalah keperawatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan&lt;br /&gt;2). Perilaku kekerasan / amuk&lt;br /&gt;3). Gangguan harga diri : harga diri rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Data yang perlu dikaji:&lt;br /&gt;1. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Data Subyektif :&lt;br /&gt;§ Klien mengatakan benci atau kesal pada seseorang.&lt;br /&gt;§ Klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal atau marah.&lt;br /&gt;§ Riwayat perilaku kekerasan atau gangguan jiwa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Data Objektif :&lt;br /&gt;§ Mata merah, wajah agak merah.&lt;br /&gt;§ Nada suara tinggi dan keras, bicara menguasai: berteriak, menjerit, memukul diri sendiri/orang lain.&lt;br /&gt;§ Ekspresi marah saat membicarakan orang, pandangan tajam.&lt;br /&gt;§ Merusak dan melempar barang‑barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perilaku kekerasan / amuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Data Subyektif :&lt;br /&gt;§ Klien mengatakan benci atau kesal pada seseorang.&lt;br /&gt;§ Klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal atau marah.&lt;br /&gt;§ Riwayat perilaku kekerasan atau gangguan jiwa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Data Obyektif&lt;br /&gt;§ Mata merah, wajah agak merah.&lt;br /&gt;§ Nada suara tinggi dan keras, bicara menguasai.&lt;br /&gt;§ Ekspresi marah saat membicarakan orang, pandangan tajam.&lt;br /&gt;§ Merusak dan melempar barang‑barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gangguan harga diri : harga diri rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Data subyektif:&lt;br /&gt;Klien mengatakan: saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-apa, bodoh, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Data obyektif:&lt;br /&gt;- Klien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan, ingin mencederai diri / ingin mengakhiri hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;a. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan/amuk.&lt;br /&gt;b. Perilaku kekerasan berhubungan dengan gangguan harga diri: harga diri rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. FOKUS INTERVENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tujuan Umum: Klien tidak mencederai dengan melakukan manajemen kekerasan&lt;br /&gt;b. Tujuan Khusus:&lt;br /&gt;1. Klien dapat membina hubungan saling percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;1.1. Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, empati, sebut nama perawat dan jelaskan tujuan interaksi.&lt;br /&gt;1.2. Panggil klien dengan nama panggilan yang disukai.&lt;br /&gt;1.3. Bicara dengan sikap tenang, rileks dan tidak menantang.&lt;br /&gt;2. Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;2.1. Beri kesempatan mengungkapkan perasaan.&lt;br /&gt;2.2. Bantu klien mengungkapkan perasaan jengkel/kesal.&lt;br /&gt;2.3. Dengarkan ungkapan rasa marah dan perasaan bermusuhan klien dengan sikap tenang.&lt;br /&gt;3. Klien dapat mengidentifikasi tanda‑tanda perilaku kekerasan.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;3.1. Anjurkan klien mengungkapkan yang dialami dan dirasakan saat jengkel/kesal.&lt;br /&gt;3.2. Observasi tanda perilaku kekerasan.&lt;br /&gt;3.3. Simpulkan bersama klien tanda‑tanda jengkel/kesal yang dialami klien.&lt;br /&gt;4. Klien dapat mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;4.1. Anjurkan mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.&lt;br /&gt;4.2. Bantu bermain peran sesuai dengan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.&lt;br /&gt;4.3. Tanyakan "Apakah dengan cara yang dilakukan masalahnya selesai ?"&lt;br /&gt;5. Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;5.1. Bicarakan akibat/kerugian dari cara yang dilakukan.&lt;br /&gt;5.2. Bersama klien menyimpulkan akibat dari cara yang digunakan.&lt;br /&gt;5.3. Tanyakan apakah ingin mempelajari cara baru yang sehat.&lt;br /&gt;6. Klien dapat mengidentifikasi cara konstruktif dalam berespon thd kemarahan.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;6.1. Beri pujian jika mengetahui cara lain yang sehat.&lt;br /&gt;6.2. Diskusikan cara lain yang sehat.Secara fisik : tarik nafas dalam jika sedang kesal, berolah raga, memukul bantal/kasur.&lt;br /&gt;6.3. Secara verbal : katakan bahwa anda sedang marah atau kesal/tersinggung.&lt;br /&gt;6.4. Secara spiritual : berdo'a, sembahyang, memohon kepada Tuhan untuk diberi kesabaran.&lt;br /&gt;7. Klien dapat mengidentifikasi cara mengontrol perilaku kekerasan.&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;7.1. Bantu memilih cara yang paling tepat.&lt;br /&gt;7.2. Bantu mengidentifikasi manfaat cara yang telah dipilih.&lt;br /&gt;7.3. Bantu mensimulasikan cara yang telah dipilih.&lt;br /&gt;7.4. Beri reinforcement positif atas keberhasilan yang dicapai dalam simulasi.&lt;br /&gt;7.5. Anjurkan menggunakan cara yang telah dipilih saat jengkel/marah.&lt;br /&gt;8. Klien mendapat dukungan dari keluarga.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;8.1. Beri pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien melaluit pertemuan keluarga.&lt;br /&gt;8.2. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.&lt;br /&gt;9. Klien dapat menggunakan obat dengan benar (sesuai program).&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;9.1. Diskusikan dengan klien tentang obat (nama, dosis, frekuensi, efek dan efek samping).&lt;br /&gt;9.2. Bantu klien mengpnakan obat dengan prinsip 5 benar (nama klien, obat, dosis, cara dan waktu).&lt;br /&gt;9.3. Anjurkan untuk membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuart, G.W., dan Sundeen, S.J. (1995). Principles and practice of psychiatric nursing. (5th ed). St. louis : Mosby Year Book.&lt;br /&gt;Keliat Budi Ana, Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, Edisi I, Jakarta : EGC, 1999&lt;br /&gt;Keliat Budi Ana, Gangguan Konsep Diri, Edisi I, Jakarta : EGC, 1999&lt;br /&gt;Aziz R, dkk, Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa Semarang : RSJD Dr. Amino Gonohutomo, 2003&lt;br /&gt;Tim Direktorat Keswa, Standar Asuhan Keperawatan Jiwa, Edisi 1, Bandung, RSJP Bandung, 2000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-4293537424749303831?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/4293537424749303831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/12/askep-prilaku-kekerasan-eny-emba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4293537424749303831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4293537424749303831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/12/askep-prilaku-kekerasan-eny-emba.html' title='ASKEP PRILAKU KEKERASAN .....Eny Emba'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-2251929478639539235</id><published>2010-09-10T18:01:00.000+08:00</published><updated>2010-09-10T18:03:32.726+08:00</updated><title type='text'>sms lebaran 3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__MmMVbiML6s/TGsfoRdR_RI/AAAAAAAABPE/U9XcIC0JsiQ/s320/ucapan-idul-fitri-300x300.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 317px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__MmMVbiML6s/TGsfoRdR_RI/AAAAAAAABPE/U9XcIC0JsiQ/s320/ucapan-idul-fitri-300x300.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Kuasa hati BerGetar..&lt;br /&gt;MendaPati Diri DiamBang KemenanGan..&lt;br /&gt;TerUntai Seutas SenYuM DalaM jiwa..&lt;br /&gt;MenYamBut dataNgnya Hari nan Fitri..&lt;br /&gt;DenGan SegaLa KereNdahaN hati..&lt;br /&gt;IjinKanLaH ku Mohonkan Maaf..&lt;br /&gt;ATas SegaLa KhiLaf yg TerjadI..&lt;br /&gt;"SeLaMat IduL fItri .. MoHon Maaf LahIr Dan bathin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this SoUL FeeL so Peace..&lt;br /&gt;before the coming Of HoLy Day..&lt;br /&gt;AfteR sTruggLing In the RamadhAn Month..&lt;br /&gt;Now, I get My Victory..&lt;br /&gt;At tHis TIme I waNna Say..&lt;br /&gt;ForGive My Sin And All Of My Mistakes..&lt;br /&gt;Hopefully in the days of Eid Here we all are given Forgiveness ..&lt;br /&gt;happY IedUL Fitri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa SebULan Ini Menempa Diri..&lt;br /&gt;BerJuaNg MenaHan Hawa Nafsu Dan DahaGa..&lt;br /&gt;Mencari RidHo ALLAH deNgaN PeNuH sabar..&lt;br /&gt;Demi terCaoaiNya kemeNangAn Di hari yG fitri..&lt;br /&gt;KiNi Saat itu Datang..&lt;br /&gt;DiMana Kita KemBalI pada Kesucian..&lt;br /&gt;Seperti bayi yG baru DiLahirKan..&lt;br /&gt;"MiNaL AidzIn wal faidzin.. mOhON maaf Lahir Dn bathIn"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohon di instal flashget di hatimu&lt;br /&gt;agar bisa mendownload permintaan maafku&lt;br /&gt;yang terhosting di hatiku paling dalam&lt;br /&gt;berisi file mohon_maaf_lahir_batin. zip&lt;br /&gt;di folder Selamat_hari_raya_idul_fitri&lt;br /&gt;pada alamat www minal-aidzin-wal-faidzin .com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hp lahir di bumi, silaturrahmi berganti cara.&lt;br /&gt;Dulu saling mengunjungi, skrg sms saja.&lt;br /&gt;Pesan dikirim kesana sini satu goni..&lt;br /&gt;bunyinya sama aja.. Asal ikhlas di hati..&lt;br /&gt;pulsa habis gpp..Met Idul Fitri.. MoHon Maaf lahir BathIn ye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kagem sedoyo kemawon………kulo namung sakdermo lare awon bade mungel…&lt;br /&gt;menawi lampah ingkang awon lan sifat mboten pitados wonten ing manah…&lt;br /&gt;soho tumindak glenyengan….dipun angapuro..ingkang ageng sanget……&lt;br /&gt;mbok bilih Gusti Pangeran …sampun mitrahaken manungso..&lt;br /&gt;kedah mengaten…mugi wonten ing dinten riyoyo..&lt;br /&gt;meniko sageto sami ngadahi sipat welas asih..&lt;br /&gt;lan jembar manah…kangge sangu wonten ing akherat mbenjang…nuwun..&lt;br /&gt;”SUGENG RIYADI 1SYAWAL 1431″ pareng..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kodok makan ketupat.&lt;br /&gt;Makan ketupat sambil melompat.&lt;br /&gt;Ngirim kartu udah gak sempat.&lt;br /&gt;Pake sms pun no what-what.&lt;br /&gt;Taqobbalallahu minnawaminkum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bryan Adams said “Please Forgive Me……”&lt;br /&gt;Rio Febrian said “Ooo…. Maaf, maafkan diriku….”&lt;br /&gt;Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2004…”&lt;br /&gt;Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku…”&lt;br /&gt;Elton John said “Sorry seems to be the hardest word…”&lt;br /&gt;Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya&lt;br /&gt;nggak sopan..”&lt;br /&gt;I said “Minal Aidin wal faizin..”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-2251929478639539235?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/2251929478639539235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/09/sms-lebaran-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/2251929478639539235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/2251929478639539235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/09/sms-lebaran-3.html' title='sms lebaran 3'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__MmMVbiML6s/TGsfoRdR_RI/AAAAAAAABPE/U9XcIC0JsiQ/s72-c/ucapan-idul-fitri-300x300.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-7473709838667617160</id><published>2010-09-07T20:50:00.001+08:00</published><updated>2010-09-08T07:45:03.500+08:00</updated><title type='text'>sms lebaran 2</title><content type='html'>Lanjutan dari posting sebelumnya yang ini. kali ini sms ucapan lebaran yu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai temansku yg caem, izinkan saya mengucapkan minal aidzin walfaidzin. Maaf kalo ada salah kata dan perbuatan. Ttd. eny, temanmu yg lebih caem lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika maaf seterang mentari, biarkan ia terbit di hari nan fitri ini.&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;Meniti hari menabur khilaf menyongsong fitri menuai maaf Smg tiada tersisa khilaf  dosa Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum Selamat Idul Fitri&lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop penyalahgunaan Narkoba sekarang. Mari bangun bangsa kita menjadi bangsa maju. Mohon Maaf Lahir &amp; Batin. Selamat berlebaran. Presiden RI &amp; Abu Ja’far&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir &amp; batin. Ketik MAAF &lt;spasi&gt; YA dan kirim ke 9288 untuk memohon maaf kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan yang terhormat. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Tetap waspada selama perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;Sebenarnya saya mau mengirimkan video, tapi fitur 3G belum masuk sini. Mau pake MMS, HP situ kurang canggih. Sudahlah, pake SMS pun jadi… Selamat Idul Fitri 1427 H. Mohon Maaf Lahir Batin. Kemenangan adalah milik mereka yang berjuang&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Mengingat Kata yang Salah, Hati yang Berprasangka, janji yang terlupakan,Sikap &amp; Sifat yang menyakitkan, di hari ini ijinkanlah ku juga mengucapkan mohon maaf LAHIR DAN BATHIN …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebait Kata Maaf Tuk Menghapus Salah &amp; Khilaf Agar Hari Kita Bersih Seperti Terlahir Kembali… Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H Mina Aidin Walfaidzin ‘Mohon Maaf Lahir &amp; Batin’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ban9, SMS siapa ini ban9??&lt;br /&gt;IsinYa k0q paKai “MaaF, SYan9!?”&lt;br /&gt;Ban9, ToLon9 don9 maaFin aYe, ban9!&lt;br /&gt;KaLo Ka9ak, HaTi ‘ni taK tenan9.&lt;br /&gt;Ban9, MinaL aiDin waL faidZin ban9!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misiii…&lt;br /&gt;Mau minta maap nih!&lt;br /&gt;Klo ada salah kata,&lt;br /&gt;salah sikap,&lt;br /&gt;gak bales sms,&lt;br /&gt;gak ngangkat telpon,&lt;br /&gt;Maapin yah!&lt;br /&gt;Slamat hari raya idul fitri!&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tutur kata, bahasa tubuh yg tdk berkenan di hati, utk itu dg hati yg tulus mohon maaf lahir batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1Syawal&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum HCl jadi basa, NaOH jadi asam, NaCl jadi manis n glukosa jadi asin, hati selalu tertengadah mengharap titrasi maaf dari buret hatimu. Taqaballahu minna wa minkum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin nervus salah hantarkan rangsang sehingga glossus salah berucap  yang membawa hepar tersugesti dan ductus lacrimalis dialiri cairan yang menetes deras. Maaf bila ada salah yang membuat semua ekstremitas &amp; sistem saraf pusat bekerja tak normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangan sate sak gulene, sego megono bumbu kemiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan wae lebarane, sugeng riyoyo idul fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tumbar merico kecap asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyuwun ngapuro lahir lan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapanpun lebarannya, ucapannya:&lt;br /&gt;Taqaballahu minna wa minkum&lt;br /&gt;minal aidzin wal faizin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat segalanya dengan hati yang bersih, tanpa mengharap pujian manusia2. semoga menjadi Ramadhan yang berkah,&amp; berdo’amengharap istiqamah di jalan-NYA.Taqabalallahu Minna Waminkum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqabalallahu Minna Waminkum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu. Silahkan kesah, kau bukan takdirku… mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku, dan Allah adalah kasihku… Maafkan segala kesalahan&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;“Hari ini adalah hari2 Allah, tidak pantas kita berbangga-bangga dan berbuat durhaka. Ikhlaskan jihad dan harapkan Ridho Allah dengan amalmu” (Khalid bin Walid). Taqabalallahu Minna Waminkum…&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;Pertemuan hanya sarana, niat ikhlas yang utama. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.. Mugi2 kagayuh krenteging ati, karena zaman tak dapat dilawan, KEPERCAYAAN harus diperjuangkan&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslkm. Tolong maafkan kesalahan saya. mudah2an Allah merahmatimu dan mengampuni dosa2mu. terima kasih.wslkm&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;sblm lidah kelu, sblm hati kmbli m’bku, sblm jmpol kaku&amp;sulit hny utk skdar mnt m’f lwt&lt;br /&gt;sms&amp;sblm smw operator sbk..MOHON M’f ats smw khilaf yg ku lakuin.M’fin yaks!&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;“Saat wajah tak mampu bersua, tangan tak mamou menjabat, semoga pesan mampu menjadi jembatan dalam idul fitri, Dari lubuk hati &amp; sanubari , Mohon Maaf Lahir Batin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pgn dpt maaf dr eny ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketik:&lt;br /&gt;REG&lt;spasi&gt;ENY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kirim ke&lt;br /&gt;0xxx24088802&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sms yg km dpt langsung dr hp aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_becanda,&lt;br /&gt;met lebaran yah!&lt;br /&gt;Maap2 klo ada slh kata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-7473709838667617160?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/7473709838667617160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/09/sms-lebaran-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/7473709838667617160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/7473709838667617160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/09/sms-lebaran-2.html' title='sms lebaran 2'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-9170965455272156725</id><published>2010-09-07T19:46:00.000+08:00</published><updated>2010-09-07T20:48:15.443+08:00</updated><title type='text'>sms lebaran</title><content type='html'>Berikut beberapa SMS Lucu Lebaran dan atau SMS Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang berhasil saya kumpulkan (hungry)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA.&lt;br /&gt;    Semasa hidup bersimbah khilaf &amp; dosa, berharap dibasuh maaf.&lt;br /&gt;    Selamat Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Melati semerbak harum mewangi,&lt;br /&gt;    Sebagai penghias di Hari fitri,&lt;br /&gt;    SMS ini hadir pengganti diri,&lt;br /&gt;    Ulurkan tangan silaturahmi.&lt;br /&gt;    Selamat Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebelas bulan Kita kejar dunia,&lt;br /&gt;    Kita umbar napsu angkara.&lt;br /&gt;    Sebulan penuh Kita gelar puasa,&lt;br /&gt;    Kita bakar segala dosa.&lt;br /&gt;    Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,&lt;br /&gt;    Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.&lt;br /&gt;    Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,&lt;br /&gt;    Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.&lt;br /&gt;    Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Andai jemari tak sempat berjabat.&lt;br /&gt;    Jika raga tak bisa bersua.&lt;br /&gt;    Bila Ada kata membekas luka.&lt;br /&gt;    Semoga pintu maaf masih terbuka.&lt;br /&gt;    Selamat Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Faith makes all things possible.&lt;br /&gt;    Hope makes all things work.&lt;br /&gt;    Love makes all things beautiful.&lt;br /&gt;    May you have all of the three.&lt;br /&gt;    Happy Iedul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Walopun operator sibuk nâ sms pending terus,&lt;br /&gt;    Kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan&lt;br /&gt;    Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila kata merangkai dusta..&lt;br /&gt;    Bila langkah membekas lara&lt;br /&gt;    Bila hati penuh prasangka&lt;br /&gt;    Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.&lt;br /&gt;    Mohon bukakan pintu maafâ&lt;br /&gt;    Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..&lt;br /&gt;    Dan Syariat-Nya di alam jiwa..&lt;br /&gt;    Di dunia nyata, dalam segala gerak..&lt;br /&gt;    Di sepanjang nafas Dan langkah..&lt;br /&gt;    Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..&lt;br /&gt;    Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Waktu mengalir bagaikan air&lt;br /&gt;    Ramadhan suci akan berakhir&lt;br /&gt;    Tuk salah yg pernah Ada&lt;br /&gt;    Tuk khilaf yg sempat terucap&lt;br /&gt;    Pintu maaf selalu kuharap&lt;br /&gt;    Met Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.&lt;br /&gt;    Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,&lt;br /&gt;    Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa&lt;br /&gt;    Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya&lt;br /&gt;    Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS&lt;br /&gt;    Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel&lt;br /&gt;    Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani&lt;br /&gt;    MATRIX kehidupan iniâ€¦Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIAâ€¦&lt;br /&gt;    Mohon Maaf Lahir Bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Satukan tangan,satukan hati&lt;br /&gt;    Itulah indahnya silaturahmi&lt;br /&gt;    Di Hari kemenangan Kita padukan&lt;br /&gt;    Keikhlasan untuk saling memaafkan&lt;br /&gt;    Selamat Hari Raya Idul Fitri&lt;br /&gt;    Mohon Maaf Lahir Batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran&lt;br /&gt;    Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan&lt;br /&gt;    Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh&lt;br /&gt;    Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap&lt;br /&gt;    Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek&lt;br /&gt;    Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kesempurnaan milik ALLAH..Kekurangan dan kekilafan milik saya..â€Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428H, Minal Aidin Walfaidzin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-9170965455272156725?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/9170965455272156725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/09/sms-lebaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/9170965455272156725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/9170965455272156725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/09/sms-lebaran.html' title='sms lebaran'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-7619495926385666526</id><published>2010-08-12T08:50:00.003+08:00</published><updated>2010-08-12T09:01:53.685+08:00</updated><title type='text'>ES KOLAK PISANG</title><content type='html'>Resep Es Kolak Pisang. Kesegaran kolak pisang yang dicampur dengan es saya rasa cocok untuk menu buka puasa bersama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berikut resep terbaru kolak pisang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://radenbeletz.blogdetik.com/files/2010/08/resep-es-kolak-pisang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 300px;" src="http://radenbeletz.blogdetik.com/files/2010/08/resep-es-kolak-pisang.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;resep es kolak pisang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 800 ml santan&lt;br /&gt;* 350 gram gula pasir&lt;br /&gt;* 3 lembar daun pandan&lt;br /&gt;* 1/4 sdt garam&lt;br /&gt;* 400 gram pisang tanduk, iris serong&lt;br /&gt;* 240 gram kolang-kaling, iris tipis&lt;br /&gt;* 150 gram nangka matang, potong kotak&lt;br /&gt;* es serut secukupnya&lt;br /&gt;* 50 ml sirup cocopandan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat Resep Es Kolak Pisang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rebus santan, gula pasir, daun pandan, dan garam hingga beruap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masukkan pisang tanduk dan kolang-kaling sambil diaduk hingga mendidih. Tambahkan nangka, lalU masak kembali hingga mendidih, angkat dan dinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sajikan kolak pisang dengan es serut dan siramkan sirup cocopandan di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info resep minuman “Resep Es Kolak Pisang” diatas cocok disajikan untuk : 5 porsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARGA YANG BERLAKU ADALAH HARGA BARU,BILA TERDAPAT HARGA LAMA, MAKA HARGA YANG LAMA TIDAK BERLAKU LAGI,TERIMA KASIH PERHATIANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3I_pDSXwI/AAAAAAAAFHg/Ew0SQQ6sgVc/s1600/68.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 847px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3I_pDSXwI/AAAAAAAAFHg/Ew0SQQ6sgVc/s1600/68.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-7619495926385666526?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/7619495926385666526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/es-kolak-pisang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/7619495926385666526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/7619495926385666526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/es-kolak-pisang.html' title='ES KOLAK PISANG'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3I_pDSXwI/AAAAAAAAFHg/Ew0SQQ6sgVc/s72-c/68.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-7463019845783954348</id><published>2010-08-12T08:26:00.003+08:00</published><updated>2010-08-12T08:43:34.996+08:00</updated><title type='text'>sms ramadhan</title><content type='html'>Koleksi terbaru 2010 SMS ucapan selamat ramadhan, idul fitri, lebaran, ramadhan 1431 H yang lucu, romantis, jayuz, ngerjain, serius apa aja deh :D oya, sms ini didapet dari forum dan blog sebelah :D monggoh di catet ni sms terbaru ampe kriting tuh jari :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibawah ini pantun sms ucapan ramadhan 2010 1431 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini bingung&lt;br /&gt;Di sana bingung&lt;br /&gt;Bila hidup tanpa pedoman&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan kita jadikan&lt;br /&gt;tempat diri perteguh iman&lt;br /&gt;tak lupa salahku mohon dimaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu ingin minta maaf padamu&lt;br /&gt;Tapi diriku terlalu malu&lt;br /&gt;Hari ini keberanikan diri memintamu&lt;br /&gt;menjelang puasa kau berikan maafmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara surga dan neraka&lt;br /&gt;Antara pahala dan dosa&lt;br /&gt;Antara bahagia dan gelisah&lt;br /&gt;Pilih yang pertama agar bahagia&lt;br /&gt;Tak lupa puasa kala Ramadhan tiba&lt;br /&gt;Maafkan segala dosaku sebelum puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau maaf itu hujan&lt;br /&gt;Aku adalah padi yang kekeringan&lt;br /&gt;Kalau maafmu boleh kuminta&lt;br /&gt;Curahkan padaku di bulan puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut dihina telah mencegahku&lt;br /&gt;Memohon maaf atas kesalahanku&lt;br /&gt;Bulan puasa yang penuh rahmat&lt;br /&gt;mendorongku padamu meminta maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai masih takut kehujanan&lt;br /&gt;Juga takut panasnya siang&lt;br /&gt;Mengapa tidak takut balasan&lt;br /&gt;bila puasa sengaja diabaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang diisi kebaikan&lt;br /&gt;Malam belajar Alquran&lt;br /&gt;Ramadhan jadi penerang&lt;br /&gt;Hati yang mulai remang-remang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biopori baiknya diisi&lt;br /&gt;daun-daun dan sisa makanan&lt;br /&gt;agar penghuninya rajin buat terowongan&lt;br /&gt;cepat menyerap air di kala hujan&lt;br /&gt;Ramadhan baiknya diisi&lt;br /&gt;dengan berbuat kebajikan&lt;br /&gt;agar hati kita semakin terang&lt;br /&gt;semakin dekat pada Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jus sawo lezat tiada kira&lt;br /&gt;apalagi diminum di hari panas&lt;br /&gt;Ramadhan mari kita berpuasa&lt;br /&gt;karena api neraka dijamin panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk universitas harus berkorban&lt;br /&gt;rela belajar tinggalkan dolan&lt;br /&gt;Ingin surga harus berkorban&lt;br /&gt;lapar dahaga di siang Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara kucir terbang tinggi&lt;br /&gt;Dara balap terbang kencang&lt;br /&gt;Ramadhan datang sebentar lagi&lt;br /&gt;Segala salahku mohon dimaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwelu itu kelinci&lt;br /&gt;Marmot itu suka berlari&lt;br /&gt;Ramadhan saat instropeksi diri&lt;br /&gt;Sgala ksalahanku mohon diampuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau merasa pintar sendiri&lt;br /&gt;tak mau dengar nasehat kanan kiri&lt;br /&gt;Ramadhan saatnya menilai diri&lt;br /&gt;Jangan merasa diri teramat tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parkir motor merasa was-was&lt;br /&gt;Tak ada penjaga takut kecurian&lt;br /&gt;Tidak puasa merasa was-was&lt;br /&gt;masuk neraka didera siksaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan yoghurt cisangkuy&lt;br /&gt;Datang kesana setiap minggu&lt;br /&gt;Andaikan aku pernah menyakiti&lt;br /&gt;Bulan puasa kumohon kerelaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hidup tanpa tujuan,&lt;br /&gt;kalau nafsu jadi pedoman,&lt;br /&gt;umur habis dalam pencarian,&lt;br /&gt;kebahagiaan menjauh dari pandangan.&lt;br /&gt;Puasa saatnya benahi tujuan,&lt;br /&gt;untuk mengabdi pada Tuhan,&lt;br /&gt;agar diri diliputi kebahagiaan,&lt;br /&gt;hidup bermakna bagi sesama ciptaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobaan perlu Ketabahan&lt;br /&gt;Keputusan perlu Keberanian&lt;br /&gt;Puasa melatih Kesabaran&lt;br /&gt;Segala salahku mohon dimaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—————————————-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo ini sms lebaran / idul fitri 2010 1431 h&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Sayup terdengar takbir berkumandang&lt;br /&gt;Tanda Ramadhan akan lewat&lt;br /&gt;Ampunan diharap, barokah didapat&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Bila ada langkah membekas lara&lt;br /&gt;Ada kata merangkai dusta&lt;br /&gt;Ada tingkah menoreh luka&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;Selamat hari raya Idul Fitri 1431 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Jika langkahku membekas lara,&lt;br /&gt;Kataku merangkai dusta;&lt;br /&gt;Lakuku menoreh luka;&lt;br /&gt;Dari jeritan lubuk bathinku&lt;br /&gt;Dengan ketulusan hatiku&lt;br /&gt;Komohonkan maaf lahir bathinku&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri&lt;br /&gt;1 Syawal 1431 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Ijinkan saya bersajak&lt;br /&gt;Untuk LISAN yang tak terJAGA&lt;br /&gt;Untuk JANJI yang terABAIKAN&lt;br /&gt;Untuk HATI yang berPRASANGKA&lt;br /&gt;Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN&lt;br /&gt;Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI&lt;br /&gt;Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR &amp; BATHIN&lt;br /&gt;Semoga ALLAH selalu membimbing kita&lt;br /&gt;Bersama di jalanNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini&lt;br /&gt;Kemenangan akan kita gapai&lt;br /&gt;Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi&lt;br /&gt;Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa&lt;br /&gt;Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu&lt;br /&gt;Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT&lt;br /&gt;Kami sekeluarga menghaturkan&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Ramadhan akan berakhir…Lebaran semakin dekat.&lt;br /&gt;Mohon maaf ya, kalau selama ber-MP ria, ada perilaku tak menyenangkan/berkenan dari sang Tuan Rumah.&lt;br /&gt;SELAMAT IDUL FITRI 1431 H, mohon maaf lahir dan bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran&lt;br /&gt;Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan&lt;br /&gt;Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh&lt;br /&gt;Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap&lt;br /&gt;Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek&lt;br /&gt;Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Apapun kalimatnya yang pentingkan maknanya,&lt;br /&gt;Gw gak bisa buat kalimat yang puitis, kan gw bukan pujangga. so,……&lt;br /&gt;Untuk Semua Konco-konco di blog wdnurhaeny.blogspot.com gw mo ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Mohon maaf Lahir dan Batin&lt;br /&gt;Maapin Yaaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#AQ jg pnya kta2 wat lbaran.!!Ni kata2 bwatan Q sndiri loCh…&lt;br /&gt;Ne kta2nya :&lt;br /&gt;“Allahu Akbar&lt;br /&gt;Allahu Akbar&lt;br /&gt;Allahu Akbar&lt;br /&gt;Suara takbir seakan menggisi kekosongan hati tuk sambut esok nan Fitri!!&lt;br /&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI&lt;br /&gt;mohon maaf lahir batin!!&lt;br /&gt;Bagus xan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#“Menjelang Lebaran, Sebelum Sinyal Hilang, Sebelum Operator Sibuk, Sebelum SMS pending mulu, Saya mo ngucapin . Met Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Rumaos diri seueur kalepatan, neda pangapunten anu sa ageung2na tina samudayaning boh nu dihaja atanapi nuteu dihajana WILUJENG BADARAYA LEBARAN.qur ( Bahasa planet mana qur? Aq ga tahu artinya neh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Beningkan hati dg dzikir&lt;br /&gt;Cerahkan jiwa dg cinta&lt;br /&gt;Lalui hr dg senyum&lt;br /&gt;Tetapkan langkah dg syukur&lt;br /&gt;Sucikan hati dg permohonan maaf&lt;br /&gt;mEt hArI RaYa IduL fiTrI&lt;br /&gt;TaqobbaLallaHu minNa wA MinKuM&lt;br /&gt;Minal AidziN WaL FaidziN&lt;br /&gt;Mhn MaaF LahiR n BaTiN “;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah koleksi “SMS Ucapan 2010; Ramadhan, Lebaran, Puasa, Idul Fitri 1431 H” semoga dapat membantu anda untuk berkirim sms ramadhan atau sms lebaran 2010. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harga yang berlaku adalah harga baru.bila terdapat harga lama, maka harga yang lama tidak berlaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk pemesanan hubungi 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s1600/71.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 849px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s1600/71.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-7463019845783954348?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/7463019845783954348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/sms-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/7463019845783954348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/7463019845783954348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/sms-ramadhan.html' title='sms ramadhan'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s72-c/71.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-6351494490639436039</id><published>2010-08-01T07:05:00.002+08:00</published><updated>2010-08-01T07:08:38.982+08:00</updated><title type='text'>LIRIK LAGU WAVIN FLAG</title><content type='html'>K’naan – Wavin Flag Lyrics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAODE NURHAENY EMBA SAPUTRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher&lt;br /&gt;See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud&lt;br /&gt;In the streets are, exaliftin , as we lose our inhabition,&lt;br /&gt;Celebration its around us, every nation, all around us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singin forever young, singin songs underneath that sun&lt;br /&gt;Lets rejoice in the beautiful game.&lt;br /&gt;And together at the end of the day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WE ALL SAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I get older I will be stronger&lt;br /&gt;They’ll call me freedom Just like a wavin’ flag&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I get older I will be stronger&lt;br /&gt;They’ll call me freedom&lt;br /&gt;Just like a wavin’ flag&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give you freedom, give you fire, give you reason, take you higher&lt;br /&gt;See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud&lt;br /&gt;In the streets are, exaliftin, every loser in ambition,&lt;br /&gt;Celebration, its around us, every nations, all around us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singin forever young, singin songs underneath that sun&lt;br /&gt;Lets rejoice in the beautiful game.&lt;br /&gt;And together at the end of the day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WE ALL SAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I get older, I will be stronger&lt;br /&gt;They’ll call me freedom&lt;br /&gt;Just like a wavin’ flag&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I get older I will be stronger&lt;br /&gt;They’ll call me freedom&lt;br /&gt;Just like a wavin’ flag&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WE ALL SAY !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I get older I will be stronger&lt;br /&gt;They’ll call me freedom&lt;br /&gt;Just like a wavin’ flag&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I get older I will be stronger&lt;br /&gt;They’ll call me freedom&lt;br /&gt;Just like a wavin’ flag&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes back&lt;br /&gt;And then it goes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wooo hooooo hohohohoooooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And everybody will be singinit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wooooooooo ohohohooooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And we are all singinit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN AREA KENDARI SULTRA  HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s1600/71.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 849px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s1600/71.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-6351494490639436039?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/6351494490639436039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/lirik-lagu-wavin-flag.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/6351494490639436039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/6351494490639436039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/lirik-lagu-wavin-flag.html' title='LIRIK LAGU WAVIN FLAG'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s72-c/71.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-8479787158046175460</id><published>2010-08-01T06:58:00.002+08:00</published><updated>2010-08-01T07:03:59.890+08:00</updated><title type='text'>KEHAMILAN MINGGU 21,,WNES</title><content type='html'>Pada minggu ke 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; akan ada perubahan warna pada kulit disekitar perut bawah anda yaitu timbulnya garis coklat berawal dari atas tulang kemaluan sampai ke bagian pusar yang dinamakan linea nigra. Terjadinya perubahan warna tersebut karena adanya hormon kehamilan dan berakibatnya terjadinya hipermigmentasi, selain perubahan warna di perut juga dapat terjadi perubahan warna di wajah seperti masker yang terjadi di pipi,hidung dan disekitar mata, perubahan warna ini sering disebut sebagai Masker Kehamilan atau cloasma. Terjadinya perubahan warna kulit ini akan sangat terlihat pada orang yang memiliki kulit gelap, semakin gelap warna kulitnya maka semakin gelap linea nigra terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat berubahnya hormon pada wanita pada saat hamil maka banyak pula perubahan yang semakin terlihat, terutama pada kulit. Selain terjadinya hiperpigmentasi cloasma dan linea nigra ada juga yang disebut dengan noda merah (spider angiomas) yang dapat timbul dimana pun dibagian tubuh anda. Sebenarnya semua perubahan pada kulit yang terjadi pada saat kehamilan akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan dan sebaiknya juga hindari terpapar matahari terlalu panas dan selalu gunakan sunblock apabila akan melakukan aktivitas luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi di fase minggu ke 21 mungkin anda akan terkejut kalo di minggu ini bayi anda sudah belajar untuk tidur dan bangun pada jam yang lebih konsisten. Sel darah putih (leukosyt) bayi sudah mulai terbentuk untuk melindungi bayi dari infeksi dan penyakit. Gigi bayi sudah sepenuhnya terbentuk dibawah gusinya. Apabila bayi yang dikandung perempuan pada minggu ini sudah terbentuk vagina. Berat badan bayi sudah sekitar 360-370 gram dengan tinggi 26-27cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN AREA KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s1600/71.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 849px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s1600/71.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-8479787158046175460?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/8479787158046175460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/kehamilan-minggu-21wnes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8479787158046175460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8479787158046175460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/kehamilan-minggu-21wnes.html' title='KEHAMILAN MINGGU 21,,WNES'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JP_U1qTI/AAAAAAAAFH4/gSa5scDal7E/s72-c/71.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-6483097740969249004</id><published>2010-08-01T06:51:00.002+08:00</published><updated>2010-08-01T06:57:07.979+08:00</updated><title type='text'>KEHAMILAN TRIMESTER KE 2 ( 13-28) MINGGU</title><content type='html'>Perubahan Tubuh Ibu Hamil Pada Trimester ke 2 (13-28 minggu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di trimester kedua ini perut anda akan mulai kelihatan membesar dan dunia luar akan menyadari kalau anda akan menjadi calon ibu baru--perubahan dan perkembangan apa yang akan terjadi pada ibu hamil pada minggu-minggu ini.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di trimester kedua ini perut anda akan mulai kelihatan membesar dan dunia luar akan menyadari kalau anda akan menjadi calon ibu baru. Trimester kedua dianggap sebagai masa kehamilan yang terbaik sebab anda akan merasa lebih nyaman saat ini. Perut anda belum terlalu besar anda masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari, dimana Rasa mual, lemas, dan keluhan lainnya pada trimester pertama akan hilang, bahkan anda merasa lebih energik saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester kedua (13-28 minggu):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUT SEMAKIN MEMBESAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 12 minggu, rahim membesar dan melewati rongga panggul. Pembesaran rahim akan bertumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu bagian teratas rahim sejajar dengan puser (umbilicus). Setiap individu akan berbeda-beda tapi kebanyakan wanita akan mulai tampak pembesaran perutnya pada kehamilan 16 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENDAWA DAN BUANG ANGIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada trimester ini anda akan bersendawa atau ingin buang angina/kentut pada saat yang tidak seharusnya---jangan bingung---anda tak sendirian mengalami masalah ini.&lt;br /&gt;Sendawa dan buang angina adalah keluhan yang paling sering selama kehamilan. Hal ini karena usus merengang dan anda akan merasa kembung.&lt;br /&gt;Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar akan membuang anda kembung dan tak nyaman, dan hindari makanan yang menyebabkan banyak gas seperti jagung, permen, bawang merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELUPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa ibu hamil akan menjadi sedikit pelupa selam kehamilannya, Ada beberapa teori tentang hal ini karena tubuh ibu terus bekerja berlebihan untuk perkembangan bayinya sehingga menimbulkan blok pikiran.&lt;br /&gt;Tak perlu terpengaruh dengan hal ini ---sediakan catatan kecil unutk membantu anda. Dan beristirahalah sedapat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RASA NYERI DI ULU HATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa panas atau terbakar didada bagian bawah atau perut bagian atas tapi tidak ada hubunganya dengan jantung. Hal ini karena asam lambung naik ke kerongkongan. Perasaan ini timbul pada wanita hamil pada trimester kedua ini, hal ini karena hormone progesterone meningkat yang menyebabkan relaksasi dari otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai positif dari relaksasi otot saluaran cerna adalah gerakan makanan menjadi lebih lambat sehingga nutrisi terserap lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar terutama sebelum mau tidur. Jauhi makanan yang pedas, berminyak dan berlemak. Waktu tidur malam tinggikan posisi kepala anda sehingga asam lambung tak dapat naik ke esophagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTUMBUHAN RAMBUT DAN KUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan hormonal menyebabkan kuku akan tumbuh lebih kuat dan tumbuh rambut lebih banyak dan kadang tumbuh ditempat yang tidak diinginkan seperti diwajah atau perut. Tapi tak perlu kuatir rambut yang tak semestinya ini akan hilang setelah bayi lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAKIT DI PERUT BAGIAN BAWAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kehamilan 18-24 minggu anda akan merasakan nyeri diperut bagian bawah yang seperti ditusuk atau seperti tertarik disatu atau dua sisi, hal ini karena perenggangan ligamentum dan otor unutk menahan rahim yang semakin membesar.&lt;br /&gt;Nyeri hanya sebentar dan tak menetap.&lt;br /&gt;Atasi dengan duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUSING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan trimester kedua ini hal ini dapat terjadi ketika pembesaran dari rahim anda menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasi denga melakukan perpindahan posisi pelahan lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan tekanan darah yang mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDENGKUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan aliran darah selama kehamilan akan menyebabkan sesak dan pembengkakan membrane mukosa yang menimbulkan mendengkur saat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUNG DAN GUSI BERDARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga karena peningkatan aliran darah selama masa kehamilan. Kadang juga mengalami sumbatan pada hidung hal ini karena perubahan hormonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUBAHAN KULIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis kecoklatan mulai dari puser (umbilicus) ke tulang pubis disebut linea nigra.&lt;br /&gt;Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau topeng kehamilan, ini dapat menjadi petunjuk kurang asam folat.&lt;br /&gt;Strecth mark terjadi karena perengangan kulit yang berlebih biasanya pada perut dan payudara.&lt;br /&gt;Akibat perengangan kulit ini anda dapat merasa gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAYUDARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang disebut colostrums. Putting dan sekitarnya akan semakin bewarna gelap dan besar dan bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, itu adalah kelenjar kulit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRAM PADA KAKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kram otot ini timbul karena sirkulasi darah yang lebih lambat saat kehamilan. Atasi dengan menaikkan kaki keatas, minum cukup kalsium. Bila anda terkena kram kaki ketika duduk atau saat tidur, coba untuk menggerakan jari-jari kaki kearah atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBENGKAKAN SEDIKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, hampir 40 % wanita hamil mengalaminya.&lt;br /&gt;Hal ini karena peningkatak hormone yang menahan cairan.&lt;br /&gt;Pada trimester kedua ini akan tampak sedikit pembengkakan pada wajah, kaki , tangan.&lt;br /&gt;Hal ini sering karena posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERASAKAN GERAKAN BAYI ANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kehamilan minggu ke 15-22 anda akan mulai merasakan gerakan bayi anda yang awalnya akan terasa seperti kibasan, tetapi di akhir trimester ini, anda akan benar-benar merasakan pergerakan bayi anda. Pada ibu yang baru pertama kali sering tidak dapat mengenali gerakan bayinya sampai minggu ke 19-22. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s1600/89.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 851px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s1600/89.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-6483097740969249004?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/6483097740969249004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/kehamilan-trimester-ke-2-13-28-minggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/6483097740969249004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/6483097740969249004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/08/kehamilan-trimester-ke-2-13-28-minggu.html' title='KEHAMILAN TRIMESTER KE 2 ( 13-28) MINGGU'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s72-c/89.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-8328763397843905790</id><published>2010-07-31T19:59:00.003+08:00</published><updated>2010-08-01T06:47:48.908+08:00</updated><title type='text'>TANAMAN  OBAT TRADISIONAL,,WNES</title><content type='html'>TANAMAN OBAT TRADISIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAODE NURHAENY EMBA SAPUTRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Tanaman Obat  Tradisional ini menunjukkan bahwa indonesia kaya akan tumbuhan alami yang bisa di gunakan sebagai media penyembuhan berbagai penyakit. banyak sekali jenis tanaman obat yang tumbuh di indonesia, baik itu yang di kelola ataupun yang tumbuh liar. Disini saya hanya ingin memberikan informasi sedikit tentang beberapa tanaman obat dan manfaatnya, mulai dari jenis tanaman, kegunaan dan juga jenis penyakit yang disembuhkan. bagi anda yang sedang mencari obat tradisional bisa baca-baca disini siapa tau penyakit anda cocok  dengan salah satu kegunaan tanaman obat di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketepeng Cina (Cassia alata, Linn.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/gambar/ketepeci.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 289px;" src="http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/gambar/ketepeci.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Nama Lokal : Seven golden candlestik (Inggris), Ketepeng kebo (Jawa); Ketepeng cina (Indonesia), Ketepeng badak (Sunda); Acon-aconan (Madura), Sajamera (Halmahera),; Kupang-kupang (Ternate), Tabankun (Tidore); Daun kupang, daun kurap, gelenggang, uru’kap (Sumatera); Daun Sena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagian yang dipakai : Daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Khasiat / Manfaat Ketepeng Cina / Daun Sena&lt;br /&gt;    1. Panu, kurap&lt;br /&gt;    Bahan: 1 genggam daun ketepeng cina segar, sedikit tawas (atau 1&lt;br /&gt;    sendok makan kapur sirih)&lt;br /&gt;    Cara membuat: semua bahan direbus, dilumatkan sampai menjadi&lt;br /&gt;    bubur&lt;br /&gt;    Cara menggunakan: digosokkan kuat-kuat pada kulit yang sakit, 2 x&lt;br /&gt;    per hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Sembelit (susah buang air besar)&lt;br /&gt;    Bahan: 7 lembar daun muda ketepeng cina segar,&lt;br /&gt;    Cara membuat: Bahan direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih&lt;br /&gt;    sampai menjadi 1 gelas&lt;br /&gt;    Cara menggunakan: diminum sekaligus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Sariawan&lt;br /&gt;    Bahan: 4 lembar daun ketepeng cina segar, garam secukupnya.&lt;br /&gt;    Cara menggunakan: dicuci bersih, dikunyah dengan garam&lt;br /&gt;    secukupnya (seperti mengunyah sirih) selama beberapa menit,&lt;br /&gt;    kemudian airnya ditelan dan ampasnya dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. Cacing Keremi pada anak-anak&lt;br /&gt;    Bahan: 7 lembar daun ketepeng cina segar, asam secukupnya untuk&lt;br /&gt;    menghilangkan bau, 2 sendok teh bubuk akar kelembak.&lt;br /&gt;    Cara membuat : Semua bahan direbus dengan 2 gelas air hingga&lt;br /&gt;    mendidih sampai menjadi 1 gelas, disaring.&lt;br /&gt;    Cara menggunakan: Sesudah hangat diminum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rumput Mutiara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.muslimdaily.net/berita/rumput-mutiara.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 263px;" src="http://www.muslimdaily.net/berita/rumput-mutiara.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hedyotis corymbosa synonim Oldenlandia corymbosa, Linn.&lt;br /&gt;    Nama Lokal : Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia); Daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta); Katepan, urek-urek polo (Jawa), Pengka (Makasar); Shui xian cao (China).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagian yg dipakai: Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Khasiat / manfaat Rumput Mutiara:&lt;br /&gt;    - Tonsilitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia, gondongan (Mumps).&lt;br /&gt;    - Radang usus buntu (Acute appendicitis).&lt;br /&gt;    - Hepatitis, cholecystitis.&lt;br /&gt;    - Penyakit radang panggul (Pelvic inflammatory disease), infeksi&lt;br /&gt;    saluran kemih.&lt;br /&gt;    - Bisul (carbuncle), borok,&lt;br /&gt;    - Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara,&lt;br /&gt;    rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasopharynx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Nama Lokal : Nama daerah :Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). NAMA ASING – NAMA SIMPLISIA Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagian yang digunakan : Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun; daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    INDIKASI&lt;br /&gt;    Kulit buah dan daging buah digunakan untuk:&lt;br /&gt;    - disentri,&lt;br /&gt;    - psoriasis, dan jerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Daun dan biji digunakan untuk pengobatan:  penyakit kulit, seperti ekzim dan gatal-gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Temu Putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe.)&lt;br /&gt;    Nama asing : Zedoary, Hidden Ginger, Red Leaf Spice Ginger, Curcuma zedoaria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kegunaan : Sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, dan gangguan lain pada saluran pencernaan serta sebagai obat pembersih dan penguat (tonik) sesudah nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Nama Lokal : Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Penyakit Yang Dapat Diobati : Diabetes, Hipertensi, Leukimia, Asma, Bronkhitis, Demam; Radang Perut, Disentri, Kurang darah, Gondong, Bisul, Borok; Luka Bakar, Luka baru, Bengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s1600/89.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 851px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s1600/89.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-8328763397843905790?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/8328763397843905790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/tanaman-obat-tradisionalwnes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8328763397843905790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8328763397843905790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/tanaman-obat-tradisionalwnes.html' title='TANAMAN  OBAT TRADISIONAL,,WNES'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s72-c/89.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-1630129717705120306</id><published>2010-07-31T19:36:00.004+08:00</published><updated>2010-07-31T20:06:25.750+08:00</updated><title type='text'>OBAT TRADISIONAL  ,, WNES</title><content type='html'>Obat Tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat tradisional sudah dikenal sejak lama di beberapa negara, seperti Cina, India, Jerman, Amerika (Indian), Thailan, Jepang, dan negara-negara lainnya . Bahkan di Indonesia, obat tradisional sangat popular. Hal tersebut dapat kita lihat dengan banyak berdirinya perusahaan jamu dan obat tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan pun banyak dijumpai, para ahli pengobatan alternatif maupun dokter di Indonesia menyarankan pasien-pasiennya untuk mengkonsumsi obat tradisional sebagai alternatif yang baik untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kelebihan obat tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memiliki efek samping yang saling mendukung jika berada dalam satu ramuan dengan komponen yang berbeda&lt;br /&gt;    * memiliki efek samping yang relatif rendah&lt;br /&gt;    * Pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit yang diakibatkan pertukaran zat di dalam tubuh dan keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kekurangan obat tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Takaran harus tepat.Jika tidak tepat, obat tradisional bisa tidak aman bagi tubuh dan kesehatan manusia.&lt;br /&gt;    * Harus tepat memilih jenis obat sesuai dengan riwayat kesehatan masing-masing, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahan baku obat tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan baku obat tradisional bisa didapatkan dari hewan maupun tumbuhan. Namun, sumber obat tradisional yang banyak dikembangkan berasal dari tumbuhan. Sebab, tumbuhan mudah dibudidayakan, ramah lingkungan, dan hampir seluruh bagian yang terdapat pada tumbuhan (mulai dari akar, umbi, batang, kulit, daun, biji, dan bunga) berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengembangkan Tanaman obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat, baik secara perorangan maupun secara institusi, sudah mulai melongok ke obat tradisional dengan megembangkan budi daya tanaman obat. Salah satu institusi yang konsentrasi terhadap pengembangan dan penelitian tanaman obat adalah KaryaSari yang beralamat di Jl. Raya Karacak Km 10, Karyasari Village, Leuwiliang, Bogor.Di sana, terdapat Kebun Obat KaryaSari. Kebun ini terbuka bagi umum yangberminat untuk berwisata herbal (tanaman obat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cara memilih obat tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat tradisional sudah banyak yang dikemas dalam bentuk kapsul, jamu, tablet, obat gosok, krim atau cemilan. Namun tentu saja,kita harus selektif memilihnya sebab banyak obat tradisional di pasaran yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia berbahaya. Ada baiknya juga, kita berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau ahli tanaman obat untuk memastikan bahwa obat tradisional yang kita peroleh aman untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun obat yang terjamin kualitasnya berasal dari kebun tanaman obat yang tetap dan menggunakan teknologi standar yang menjamin mutu bahan baku dan proses penanaman dan pengolahannya tetap terjaga. Selain itu, khasiat obat ditentukanjuga oleh kandungan kimiawi bahan bakunya (tanaman obat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Cara mengkonsumsi obat tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dosis tepat&lt;br /&gt;    * Cara penggunaan tepat&lt;br /&gt;    * Waktu mengkonsumsi tepat&lt;br /&gt;    * Pemilihan bahan baku tepat sesuai dengan penyakit yang diderita&lt;br /&gt;    *  Bahan baku obat benar dan tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Macam-macam dan kegunaan obat-obat tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini beberapa obat tradisional berserta keterangan kandungan, manfaat, dan catatan penting yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pagagan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan : asiatikosida, brahmic acid, Na, Ca, Fe, Gula, Vitamin B, Karotenoid, Garam, Tatin, Resin, Mucilage, Centellose, dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat : mengatasi maag, hipertensi, stroke, memberikan nutrisi otak, mempercepat penyembuhan luka, mempercepat proses detoksifikasi, pencegah flu burung, lepra, campak, hepatitis, amandel, cacingan, mengatasi demam, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temulawak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan : kurkumin dan minyak atsiri (phelandren, kamfer, borneol, xanthorrhizol, Turmerol, dan Sineal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat : meningkatkan nafsu makan, menurunkan panas, membersihkan darah, merangsang produksi ASI, antiradang, melancarkan air seni, membunuh kuman, dan anti keracunan empedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak Ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan : sumber EPA dan DHA, Asam Omega 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat : mencegah penyumbatan pembuluh darah, untuk pertumbuhan dan perawatan jaringan tubuh, melancarkan peredaran darah, mengurangi faktor penyebab cardiovaskular serta menurunkan kolesterol, membantu meningkatkan kecerdasan otak janin, mengurangi resiko penyakit jantung, meningkatkan nafsu makan anak, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : tidak disarankan mengkonsumsi minyak ikan secara berlebihan karena akan menurunkan kadar vitamin E, menyebabkan keracunan Vitamin A dan Vitamin D pada tubuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINOPSIS:&lt;br /&gt;Obat tradisional sangat bermanfaat bagi pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit. Namun tentu saja, kita harus memerhatikan cara-cara mengkonsumsi yang benar dan tepat agar manfaat obat tradisional bisa dirasakan dengan optimal dan tidak membahayakan jiwa dan tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN AREA KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JKFxEMWI/AAAAAAAAFHw/J_frylEvjYg/s1600/70.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 598px; height: 858px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JKFxEMWI/AAAAAAAAFHw/J_frylEvjYg/s1600/70.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-1630129717705120306?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/1630129717705120306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/obat-tradisional-obat-tradisional-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1630129717705120306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1630129717705120306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/obat-tradisional-obat-tradisional-sudah.html' title='OBAT TRADISIONAL  ,, WNES'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JKFxEMWI/AAAAAAAAFHw/J_frylEvjYg/s72-c/70.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-8777683180066410418</id><published>2010-07-31T19:16:00.005+08:00</published><updated>2010-07-31T19:36:49.355+08:00</updated><title type='text'>TANAMAN OBAT KELUARGA/ OBAT TRADISIONAL..WNES</title><content type='html'>OBAT TRADISIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAODE NURHAENY EMBA SAPUTRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/09/kumis-kucing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 300px;" src="http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/09/kumis-kucing.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Obat Kumis Kucing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (B1) Miq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa); Mao Xu Cao (China)&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni (diuretic), menghilangkan panas dan lembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yg dipakai : seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).&lt;br /&gt;Cara pemakaian : 30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep obat yg lain :&lt;br /&gt;1. Nephritis, edema (bengkak):&lt;br /&gt;0. aristatus (kumis kucing) 30 gr, Planto asiatica (daun urat) 30 gr,     Hedyotis diffusa. (rumput lidah ular) 30 gr, semuanya direbus.&lt;br /&gt;2. Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit     (anyang-anyangan) :     0. aritatus, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelina communis,  masing-masing 30 gr., direbus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Sambiloto - Andrographis Paniculata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/09/sambiloto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 300px;" src="http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/09/sambiloto.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambiloto&lt;br /&gt;Nama latin : Andrographis paniculata Ness.&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;Hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, ; Influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, malaria, ; Radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis),; Radang ginjal akut (pielonefritis), radang telinga tengah (OMA), ; Radang usus buntu, sakit gigi, demam, kencing nanah (gonore),; Kencing manis (diabetes melitus), TB paru, skrofuloderma,; Batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), leptospirosis,; Darah tinggi (hipertensi), kusta (morbus hansen=lepra),; Keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,; Kanker:penyakit trofoblas, kehamilan anggur (mola hidatidosa),; Trofoblas ganas (tumor trofoblas), tumor paru.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat dan cara pemakaian :&lt;br /&gt;Herba kering sebanyak 10 – 20 g direbus atau herba kering digiling halus menjadi bubuk lalu diseduh, minum atau 3 – 4 kali sehari,  4 – 6 tablet. Untuk pengobatan kanker, digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet. Untuk pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga Pukul Delapan atau Lidah Kucing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/09/lidah-kucing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 300px;" src="http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/09/lidah-kucing.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga Pukul Delapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;Bunga pukul delapan, lidah kucing (Jawa). NAMA ASING W. Indian holly, sage rose, holly rose (I).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA SIMPLISIA Turnerae ulmifoliae Folium (daun bunga pukul delapan), Turnerae ulmifoliae Radix (akar bunga pukul delapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat bunga pukul Delapan&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun dan akarnya.&lt;br /&gt;Daun dan akar digunakan untuk mengatasi: gangguan pencernaan, seperti perut kembung, tidak nafsu makan,&lt;br /&gt;rematik sendi yang disertai bengkak, o bengkak karena memar, dan lemah setelah sembuh dari sakit berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemakaian&lt;br /&gt;Untuk obat yang diminum, rebus daun atau akar segarnya (15 g). Setelah dingin, saring dan minum airnya. Untuk obat luar, tumbuk daun segar secukupnya, tambahkan kapur sirih (secukupnya), lalu aduk rata. Tempelkan pada bisul atau bagian tubuh yang bengkak dan memar, lalu balut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Bunga Tahi Kotok - Tagetes spp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/08/tai-kotok-tagetes-oiellet-dinde.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 300px;" src="http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/08/tai-kotok-tagetes-oiellet-dinde.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga Tahi Kotok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Latin : Tagetes Erecta, L&lt;br /&gt;Nama Lokal : Bunga Tahi Kotok Bunga Tai Ayam (indonesia, Oeillet d’inde (french), Marigold (English) Ades, Afrikaantjes; Wan shou ju (China).;&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata (Conjunctivitis).; Batuk, Bronkhitis, Sariawan, radang tenggorok, sakit gigi,; Kejang pada anak-anak;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasiat dan Cara Pemakaian&lt;br /&gt;Bagian yg dipakai: Bunga &amp; akar, kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembuhkan:&lt;br /&gt;1. Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata (Conjunctivitis).&lt;br /&gt;2. Batuk seratus hari (Pertussis), radang saluran nafas (Bronchitis).&lt;br /&gt;3. Sariawan, radang tenggorok, sakit gigi, kejang panas pada  anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemakaian: 5 – 15 gr bunga kering, direbus.&lt;br /&gt;utk pemkaian luar: Bunga direbus untuk cuci, atau uk Gondongan (Parotitis), pembengkakan payudara (mastitis):&lt;br /&gt;Lumatkan bunga, campur . dengan cuka, sebagai tapal pada tempat    yang sakit.&lt;br /&gt;Radang kulit bernanah (Pyodermi):    Lumatkan akar dan daun segar, sebagai tapal di tempat kelainan.&lt;br /&gt;Resep obat lain :&lt;br /&gt;1. Batuk seratus hari (Pertusis):   15 bunga Tagetes erecta + gula enau, direbus.&lt;br /&gt;2. Sakit gigi, sakit mata: 15 gr bunga tagetes erecta, rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARGA YANG BERLAKU ADALAH HARGA BARU, JIKA TERDAPAT HARGA LAMA,MAKA HARGA YANG LAMA TIDAK BERLAKU,TERIMA KASIH PERHATIANNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JKFxEMWI/AAAAAAAAFHw/J_frylEvjYg/s1600/70.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 598px; height: 858px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JKFxEMWI/AAAAAAAAFHw/J_frylEvjYg/s1600/70.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-8777683180066410418?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/8777683180066410418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/tanaman-obat-keluarga-obat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8777683180066410418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8777683180066410418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/tanaman-obat-keluarga-obat.html' title='TANAMAN OBAT KELUARGA/ OBAT TRADISIONAL..WNES'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JKFxEMWI/AAAAAAAAFHw/J_frylEvjYg/s72-c/70.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-143252755339671932</id><published>2010-07-27T12:39:00.002+08:00</published><updated>2010-07-27T12:45:14.673+08:00</updated><title type='text'>usia hamil 19 minggu</title><content type='html'>Apa yang terjadi pada janin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak janin Anda sudah khusus didesain untuk memiliki area dimana bau, rasa, pendengaran, penglihatan dan perabaan dapat dilakukan oleh janin (bayi). Beberap riset mengatakan bahwa janin sudah dapat mendengar suara Anda. Karenanya jangan sungkan-sungkan untuk membaca buku keras-keras, berbicara padanya atau menyanyikan lagu untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat tubuh janin sekarang sudah mencapai 255 gram dengan panjang tubuh kira-kiran mencapai 14-15 cm. Kedua lengan dan kakinya sudah terlihat proporsional. Ginjalnya terus melanjutkan memroduksi urin, dan rambut kepalanya juga sudah mulai bertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada ibu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Anda sudah bertambah besar. Dalam beberapa minggu ke depan mungkin pertambahannya akan semakin besar. Sebagai akibatnya, Anda mungkin akan merasakan nyeri di bawah perut atau nyeri seperti ditusuk-tusuk di sisi perut  (terutama saat berganti posisi tubuh atau setelah melakukan aktivitas). Persendian tulang yang menopang rahim akan sedikit merentang untuk mengakomodasi berat tubuh Anda. Kondisi ini bukan sesuatu yang perlu dikuatirkan, tapi cobalah ke dokter jika nyeri-nyeri tadi tidak juga hilang setelah Anda bersitirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga akan memerhatikan bahwa kulit Anda berubah. Apakah telapak tangan Anda terlihat merah? Tak perlu kuatir, karena itu efek dari produksi estrogen ekstra. Anda juga akan menemukan ada noda hitam atau kulit yang menggelap, ini karena ada peningkatan pigmen yang bersifat sementara. Jika noda hitam itu muncul di bibir bagian atas, dagu dan dahi, itu disebut chloasma atau ’topeng kehamilan’. Anda juga mungkin akan melihat puting payudara sedikit menghitam, muncul bintik-bintik hitam, goresan di bawah ketiak, bawah paha dan di kemaluan. Garis hitam yang ada di bawah perut sampai ke tulang kemaluan disebut dengan linea nigra atau ’garis hitam’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua noda hitam tadi akan memudar segera setelah Anda melahirkan. Sementara itu, lindungi diri Anda dari sinar matahari langsung. Lindungi kepala dan wajah Anda dengan topi atau krim pelindung kulit saat Anda keluar rumah di siang hari. Membuat ’tipuan’ riasan juga bisa Anda lakukan untuk menutup noda hitam di wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini mengapa tidak …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai mencari perawat anak. Mungkin terdengar terlalu cepat, tapi ada baiknya Anda sudah harus mulai mencari orang yang dapat membantu Anda setelah bersalin nanti. Mungkin babysitter. Persalinan dan sesudahnya adalah masa-masa yang amat melelahkan untuk calon ibu. Anda sangat memerlukan bantuan untuk mengurus bayi juga rumah tangga. Anda bisa mencarinya ke yayasan-yayasan babysitter,bertanya pada teman atau mungkin kerabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda? Sel-sel otak janin terbentuk selama ia berada di kandungan, dan saat janin lahir, sel-sel itu saling terkoneksi lewat stimulasi visual, motorik, bahasa dan sosial. Semakin banyak koneksi ini tersambung, bayi akan semakin belajar dan mengembangkan kemampuan kognitif dan daya ingatnya (memori). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk pemesanan hubungi 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harga yang berlaku adalah harga baru,jika masih terdapat harga lama,maka harga yang lama tidak berlaku lagi, mohon perhatiannya, terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Kt6fHnlI/AAAAAAAAFKA/Cmj30dTuE5U/s1600/88.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 601px; height: 849px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Kt6fHnlI/AAAAAAAAFKA/Cmj30dTuE5U/s1600/88.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-143252755339671932?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/143252755339671932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/usia-hamil-19-minggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/143252755339671932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/143252755339671932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/usia-hamil-19-minggu.html' title='usia hamil 19 minggu'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Kt6fHnlI/AAAAAAAAFKA/Cmj30dTuE5U/s72-c/88.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-1765936512106079766</id><published>2010-07-27T11:43:00.002+08:00</published><updated>2010-07-27T12:37:41.550+08:00</updated><title type='text'>perubahan tubuh ibu hamil, trimester ke 2,,,,wnes</title><content type='html'>Perubahan Tubuh Ibu Hamil Pada Trimester ke 2 (13-28 minggu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di trimester kedua ini perut anda akan mulai kelihatan membesar dan dunia luar akan menyadari kalau anda akan menjadi calon ibu baru. Trimester kedua dianggap sebagai masa kehamilan yang terbaik sebab anda akan merasa lebih nyaman saat ini. Perut anda belum terlalu besar anda masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari, dimana Rasa mual, lemas, dan keluhan lainnya pada trimester pertama akan hilang, bahkan anda merasa lebih energik saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester kedua (13-28 minggu):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUT SEMAKIN MEMBESAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 12 minggu, rahim membesar dan melewati rongga panggul. Pembesaran rahim akan bertumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu bagian teratas rahim sejajar dengan puser (umbilicus). Setiap individu akan berbeda-beda tapi kebanyakan wanita akan mulai tampak pembesaran perutnya pada kehamilan 16 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENDAWA DAN BUANG ANGIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada trimester ini anda akan bersendawa atau ingin buang angina/kentut pada saat yang tidak seharusnya—jangan bingung—anda tak sendirian mengalami masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendawa dan buang angina adalah keluhan yang paling sering selama kehamilan. Hal ini karena usus merengang dan anda akan merasa kembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar akan membuang anda kembung dan tak nyaman, dan hindari makanan yang menyebabkan banyak gas seperti jagung, permen, bawang merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELUPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa ibu hamil akan menjadi sedikit pelupa selam kehamilannya, Ada beberapa teori tentang hal ini karena tubuh ibu terus bekerja berlebihan untuk perkembangan bayinya sehingga menimbulkan blok pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu terpengaruh dengan hal ini —sediakan catatan kecil unutk membantu anda. Dan beristirahalah sedapat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RASA NYERI DI ULU HATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa panas atau terbakar didada bagian bawah atau perut bagian atas tapi tidak ada hubunganya dengan jantung. Hal ini karena asam lambung naik ke kerongkongan. Perasaan ini timbul pada wanita hamil pada trimester kedua ini, hal ini karena hormone progesterone meningkat yang menyebabkan relaksasi dari otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai positif dari relaksasi otot saluaran cerna adalah gerakan makanan menjadi lebih lambat sehingga nutrisi terserap lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar terutama sebelum mau tidur. Jauhi makanan yang pedas, berminyak dan berlemak. Waktu tidur malam tinggikan posisi kepala anda sehingga asam lambung tak dapat naik ke esophagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTUMBUHAN RAMBUT DAN KUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan hormonal menyebabkan kuku akan tumbuh lebih kuat dan tumbuh rambut lebih banyak dan kadang tumbuh ditempat yang tidak diinginkan seperti diwajah atau perut. Tapi tak perlu kuatir rambut yang tak semestinya ini akan hilang setelah bayi lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAKIT DI PERUT BAGIAN BAWAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kehamilan 18-24 minggu anda akan merasakan nyeri diperut bagian bawah yang seperti ditusuk atau seperti tertarik disatu atau dua sisi, hal ini karena perenggangan ligamentum dan otor unutk menahan rahim yang semakin membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyeri hanya sebentar dan tak menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasi dengan duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUSING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan trimester kedua ini hal ini dapat terjadi ketika pembesaran dari rahim anda menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasi denga melakukan perpindahan posisi pelahan lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan tekanan darah yang mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDENGKUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan aliran darah selama kehamilan akan menyebabkan sesak dan pembengkakan membrane mukosa yang menimbulkan mendengkur saat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUNG DAN GUSI BERDARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga karena peningkatan aliran darah selama masa kehamilan. Kadang juga mengalami sumbatan pada hidung hal ini karena perubahan hormonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUBAHAN KULIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis kecoklatan mulai dari puser (umbilicus) ke tulang pubis disebut linea nigra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau topeng kehamilan, ini dapat menjadi petunjuk kurang asam folat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strecth mark terjadi karena perengangan kulit yang berlebih biasanya pada perut dan payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perengangan kulit ini anda dapat merasa gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAYUDARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang disebut colostrums. Putting dan sekitarnya akan semakin bewarna gelap dan besar dan bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, itu adalah kelenjar kulit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRAM PADA KAKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kram otot ini timbul karena sirkulasi darah yang lebih lambat saat kehamilan. Atasi dengan menaikkan kaki keatas, minum cukup kalsium. Bila anda terkena kram kaki ketika duduk atau saat tidur, coba untuk menggerakan jari-jari kaki kearah atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBENGKAKAN SEDIKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, hampir 40 % wanita hamil mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena peningkatak hormone yang menahan cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada trimester kedua ini akan tampak sedikit pembengkakan pada wajah, kaki , tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sering karena posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERASAKAN GERAKAN BAYI ANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kehamilan minggu ke 15-22 anda akan mulai merasakan gerakan bayi anda yang awalnya akan terasa seperti kibasan, tetapi di akhir trimester ini, anda akan benar-benar merasakan pergerakan bayi anda. Pada ibu yang baru pertama kali sering tidak dapat mengenali gerakan bayinya sampai minggu ke 19-22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk pemesanan hubungi 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s1600/89.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 851px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s1600/89.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-1765936512106079766?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/1765936512106079766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/perubahan-tubuh-ibu-hamil-trimester-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1765936512106079766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1765936512106079766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/perubahan-tubuh-ibu-hamil-trimester-ke.html' title='perubahan tubuh ibu hamil, trimester ke 2,,,,wnes'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3K0nbU4iI/AAAAAAAAFKI/laeOzRRrnDg/s72-c/89.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-658512784727393836</id><published>2010-07-27T10:40:00.003+08:00</published><updated>2010-07-27T11:21:35.482+08:00</updated><title type='text'>kehamilan minggu ke 19</title><content type='html'>Minggu ke 19 Kehamilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pening ataupun juga bisa anda rasakan di minggu ke 19 ini. Pening ini bisa terjadi karena tekanan akibat meluasnya rahim anda pada jaringan darah di urat. Selain itu, posisi yang tiba-tiba bangun akan menimbulkan berubahan aliran darah di otak seiring dengan perubahan posisi secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pening ini terjadi apabila anda bangun dari tiduran secara tiba-tiba atau kelaparan dan kehausan, kepanasan (berendam di air panas terlalu lama atau berjalan di luar dengan panas terik), kurang darah (anemia).Apabila anda mengalami pening setelah bangun dari tidur maka sebaiknya apabila anda bangun dari posisi tidur atau tiduran sebaiknya anda tidak langsung berdiri melainkan bangun terlebih dahulu, lalu duduklah sebentar, lalu taruhlah kaki disamping tempat tidur anda dan kemudian bangunlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apabila anda pening karena kurang darah maka langsung konsumsilah suplemen tambahan atau makanan yang mengandung zat besi.Kehamilan di minggu ke 19 bayi sudah mulai dapat melakukan kegiatan tidur seperti layaknya bayi yang telah lahir. Apabila bayi yang di kandung adalah bayi perempuan maka ovarium bayi sudah mulai terdapat sel telurnya. Selanjutnya, ginjal bayi terus bekerja yang juga mengeluarkan urine. Akar dari rambut bayi sudah mulai berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat badan bayi anda 300-400 gram dengan tinggi badan 16-15 cm.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-658512784727393836?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/658512784727393836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/kehamilan-minggu-ke-19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/658512784727393836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/658512784727393836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/kehamilan-minggu-ke-19.html' title='kehamilan minggu ke 19'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-4548301511348747636</id><published>2010-07-22T15:02:00.003+08:00</published><updated>2010-07-22T16:08:19.574+08:00</updated><title type='text'>BAJU MUSLIM TOYUSIN 3, WNES</title><content type='html'>Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMAIL / ym : eny_bening@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWFk3DbII/AAAAAAAAE4c/I-PjETqhH8U/s1600/8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 851px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWFk3DbII/AAAAAAAAE4c/I-PjETqhH8U/s1600/8.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWNjJUyfI/AAAAAAAAE4k/pz_K0xhVXjs/s1600/9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 591px; height: 851px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWNjJUyfI/AAAAAAAAE4k/pz_K0xhVXjs/s1600/9.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWozMC9KI/AAAAAAAAE40/oNv4qKiCStY/s1600/11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 591px; height: 856px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWozMC9KI/AAAAAAAAE40/oNv4qKiCStY/s1600/11.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3B5ImBASI/AAAAAAAAE_o/hbQt83DxPEU/s1600/12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 849px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3B5ImBASI/AAAAAAAAE_o/hbQt83DxPEU/s1600/12.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3CnB5MBRI/AAAAAAAAE_4/xjlgTSvqY3U/s1600/14.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 602px; height: 847px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3CnB5MBRI/AAAAAAAAE_4/xjlgTSvqY3U/s1600/14.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3GmkL0kjI/AAAAAAAAFFI/5XS6jejRMzY/s1600/50.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 594px; height: 846px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3GmkL0kjI/AAAAAAAAFFI/5XS6jejRMzY/s1600/50.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3KC-qbvuI/AAAAAAAAFJA/ONNKZQRcnIw/s1600/80.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 861px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3KC-qbvuI/AAAAAAAAFJA/ONNKZQRcnIw/s1600/80.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JT8sXLHI/AAAAAAAAFIA/ZQBM1JIhQEI/s1600/72.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 846px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JT8sXLHI/AAAAAAAAFIA/ZQBM1JIhQEI/s1600/72.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JfN-o2BI/AAAAAAAAFIQ/boeixnzlNOw/s1600/75.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 617px; height: 870px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3JfN-o2BI/AAAAAAAAFIQ/boeixnzlNOw/s1600/75.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Jih0ObRI/AAAAAAAAFIY/XMbQEEOTok4/s1600/76.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 597px; height: 853px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Jih0ObRI/AAAAAAAAFIY/XMbQEEOTok4/s1600/76.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3J41xLmEI/AAAAAAAAFIw/sLYqFdkpdUk/s1600/78.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 594px; height: 837px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3J41xLmEI/AAAAAAAAFIw/sLYqFdkpdUk/s1600/78.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3KciNHPiI/AAAAAAAAFJo/GNC5UTk_u9o/s1600/85.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 790px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3KciNHPiI/AAAAAAAAFJo/GNC5UTk_u9o/s1600/85.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3KjYSoBDI/AAAAAAAAFJw/dAYP3hsxLuY/s1600/86.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 602px; height: 790px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3KjYSoBDI/AAAAAAAAFJw/dAYP3hsxLuY/s1600/86.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3KVQpwO7I/AAAAAAAAFJg/V1jPArfugO8/s1600/84.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 738px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3KVQpwO7I/AAAAAAAAFJg/V1jPArfugO8/s1600/84.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Kt6fHnlI/AAAAAAAAFKA/Cmj30dTuE5U/s1600/88.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 601px; height: 849px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Kt6fHnlI/AAAAAAAAFKA/Cmj30dTuE5U/s1600/88.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3LQhirRbI/AAAAAAAAFKo/BEje4OC14PY/s1600/93.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 583px; height: 851px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3LQhirRbI/AAAAAAAAFKo/BEje4OC14PY/s1600/93.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3IOM8wSBI/AAAAAAAAFGw/oA9wnV1q7WU/s1600/62.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 849px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3IOM8wSBI/AAAAAAAAFGw/oA9wnV1q7WU/s1600/62.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3H4NcO7LI/AAAAAAAAFGg/d2jj0t1U47Q/s1600/60.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 847px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3H4NcO7LI/AAAAAAAAFGg/d2jj0t1U47Q/s1600/60.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3He-DluFI/AAAAAAAAFGA/Qzs56M_kTHc/s1600/56.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 581px; height: 848px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3He-DluFI/AAAAAAAAFGA/Qzs56M_kTHc/s1600/56.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3HZdn4JaI/AAAAAAAAFF4/Nmi7S9C4ZOw/s1600/55.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 848px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3HZdn4JaI/AAAAAAAAFF4/Nmi7S9C4ZOw/s1600/55.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3HUJ9mEtI/AAAAAAAAFFw/TEl9JgCw_-4/s1600/54.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 848px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3HUJ9mEtI/AAAAAAAAFFw/TEl9JgCw_-4/s1600/54.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3HGD8wHzI/AAAAAAAAFFg/kzty3Bkv2e0/s1600/52.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 847px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3HGD8wHzI/AAAAAAAAFFg/kzty3Bkv2e0/s1600/52.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Gc9JfaGI/AAAAAAAAFFA/gaSDrAqs9H0/s1600/49.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 591px; height: 851px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Gc9JfaGI/AAAAAAAAFFA/gaSDrAqs9H0/s1600/49.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3GT1kN38I/AAAAAAAAFE4/pxIABD_tsSs/s1600/48.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 848px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3GT1kN38I/AAAAAAAAFE4/pxIABD_tsSs/s1600/48.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FxEHFmBI/AAAAAAAAFEg/lmfck1QjhTI/s1600/46.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 587px; height: 846px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FxEHFmBI/AAAAAAAAFEg/lmfck1QjhTI/s1600/46.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FtX2rX3I/AAAAAAAAFEY/dy7hvJ37ckY/s1600/45.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 848px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FtX2rX3I/AAAAAAAAFEY/dy7hvJ37ckY/s1600/45.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Fp3au_6I/AAAAAAAAFEQ/sIK5CEz4lX8/s1600/44.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 589px; height: 849px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Fp3au_6I/AAAAAAAAFEQ/sIK5CEz4lX8/s1600/44.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FhRUU-AI/AAAAAAAAFEI/i1iMKCllvlk/s1600/43.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 851px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FhRUU-AI/AAAAAAAAFEI/i1iMKCllvlk/s1600/43.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FcO-eaFI/AAAAAAAAFEA/0EE1nqqXB7s/s1600/42.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 848px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FcO-eaFI/AAAAAAAAFEA/0EE1nqqXB7s/s1600/42.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KATALOG JUNI 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-4548301511348747636?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/4548301511348747636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/baju-muslim-toyusin-3-wnes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4548301511348747636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4548301511348747636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/baju-muslim-toyusin-3-wnes.html' title='BAJU MUSLIM TOYUSIN 3, WNES'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWFk3DbII/AAAAAAAAE4c/I-PjETqhH8U/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-8843765720921910061</id><published>2010-07-22T12:54:00.004+08:00</published><updated>2010-07-22T16:10:14.243+08:00</updated><title type='text'>BAJU MUSLIM TOYUSIN 2, WNES</title><content type='html'>UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;email/ym : eny_bening@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATALOG JUNI 2010    &lt;br /&gt;Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FWZpN4UI/AAAAAAAAFD4/wapRmgX0pwo/s1600/41.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 591px; height: 860px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FWZpN4UI/AAAAAAAAFD4/wapRmgX0pwo/s1600/41.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FOgk-FdI/AAAAAAAAFDw/225K5Xlh5Bw/s1600/39.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 848px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FOgk-FdI/AAAAAAAAFDw/225K5Xlh5Bw/s1600/39.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FLZA8VEI/AAAAAAAAFDo/WTLRDxCEUJ8/s1600/40.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 849px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FLZA8VEI/AAAAAAAAFDo/WTLRDxCEUJ8/s1600/40.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Ewg1zhGI/AAAAAAAAFDI/uf2YskNI4o4/s1600/36.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 597px; height: 846px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Ewg1zhGI/AAAAAAAAFDI/uf2YskNI4o4/s1600/36.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Eg1fVSUI/AAAAAAAAFCo/aFCO2rNOsNM/s1600/32.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 845px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3Eg1fVSUI/AAAAAAAAFCo/aFCO2rNOsNM/s1600/32.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3ERIKc7tI/AAAAAAAAFCI/Pg8SGLZMmn0/s1600/29.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 851px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3ERIKc7tI/AAAAAAAAFCI/Pg8SGLZMmn0/s1600/29.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3EOOet3nI/AAAAAAAAFCA/ESslOToNe-o/s1600/28.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 849px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3EOOet3nI/AAAAAAAAFCA/ESslOToNe-o/s1600/28.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3EKgiLCUI/AAAAAAAAFB4/D14uhpXgILo/s1600/27.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 584px; height: 853px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3EKgiLCUI/AAAAAAAAFB4/D14uhpXgILo/s1600/27.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3EGyWZGII/AAAAAAAAFBw/AK-lfNaWbsA/s1600/26.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 594px; height: 848px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3EGyWZGII/AAAAAAAAFBw/AK-lfNaWbsA/s1600/26.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3EDE5Y7nI/AAAAAAAAFBo/dYmg2m_h1T8/s1600/25.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 597px; height: 851px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3EDE5Y7nI/AAAAAAAAFBo/dYmg2m_h1T8/s1600/25.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3D20SacVI/AAAAAAAAFBQ/FpCwDnbEqYQ/s1600/22.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 597px; height: 847px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3D20SacVI/AAAAAAAAFBQ/FpCwDnbEqYQ/s1600/22.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3DxtD_ysI/AAAAAAAAFBI/FNAynczczrE/s1600/21.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 591px; height: 851px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3DxtD_ysI/AAAAAAAAFBI/FNAynczczrE/s1600/21.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3DuqVyS6I/AAAAAAAAFBA/VI_z9LyVytM/s1600/20.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 596px; height: 842px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3DuqVyS6I/AAAAAAAAFBA/VI_z9LyVytM/s1600/20.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3DaaeZUaI/AAAAAAAAFAo/uVrVHXlhZE0/s1600/18.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 821px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3DaaeZUaI/AAAAAAAAFAo/uVrVHXlhZE0/s1600/18.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWFk3DbII/AAAAAAAAE4c/I-PjETqhH8U/s1600/8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 851px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhWFk3DbII/AAAAAAAAE4c/I-PjETqhH8U/s1600/8.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhVvJ7Kf9I/AAAAAAAAE4U/aEiK1trA7iU/s1600/7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 588px; height: 862px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhVvJ7Kf9I/AAAAAAAAE4U/aEiK1trA7iU/s1600/7.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhVlRf56_I/AAAAAAAAE4M/o6ZMYEmKTAs/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 588px; height: 824px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhVlRf56_I/AAAAAAAAE4M/o6ZMYEmKTAs/s1600/6.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhVUYtt0VI/AAAAAAAAE38/vrGx_l51k5w/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 586px; height: 856px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhVUYtt0VI/AAAAAAAAE38/vrGx_l51k5w/s1600/4.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhU7NJGlQI/AAAAAAAAE30/Na6mBSEHtjg/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 860px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhU7NJGlQI/AAAAAAAAE30/Na6mBSEHtjg/s1600/3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhUspINLGI/AAAAAAAAE3s/SRx1U12SbCI/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 577px; height: 857px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhUspINLGI/AAAAAAAAE3s/SRx1U12SbCI/s1600/1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhKTey9JVI/AAAAAAAAE3U/dHW5pyWIDoc/s1600/95.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 851px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhKTey9JVI/AAAAAAAAE3U/dHW5pyWIDoc/s1600/95.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhKJFqH--I/AAAAAAAAE3M/eBTxlgGVec4/s1600/94.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 581px; height: 851px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhKJFqH--I/AAAAAAAAE3M/eBTxlgGVec4/s1600/94.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJsGWuepI/AAAAAAAAE20/tz35r-249kQ/s1600/91.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; &lt;br /&gt;cursor:hand;width: 599px; height: 849px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJsGWuepI/AAAAAAAAE20/tz35r-249kQ/s1600/91.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJ2KTeEpI/AAAAAAAAE28/lHbVEoe5828/s1600/92.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 851px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJ2KTeEpI/AAAAAAAAE28/lHbVEoe5828/s1600/92.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJkE9ej-I/AAAAAAAAE2s/o93KI5IgNvU/s1600/90.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 848px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJkE9ej-I/AAAAAAAAE2s/o93KI5IgNvU/s1600/90.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJR_bYABI/AAAAAAAAE2k/_LQgS4yRhfY/s1600/89.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 851px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJR_bYABI/AAAAAAAAE2k/_LQgS4yRhfY/s1600/89.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJIftpb-I/AAAAAAAAE2c/6qoJ_z9tNmE/s1600/88.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 601px; height: 849px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhJIftpb-I/AAAAAAAAE2c/6qoJ_z9tNmE/s1600/88.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhI3IubSTI/AAAAAAAAE2M/p9ifj2xK7Mo/s1600/87.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 851px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhI3IubSTI/AAAAAAAAE2M/p9ifj2xK7Mo/s1600/87.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhG2xIzrhI/AAAAAAAAE1s/I8xzLJ8to-s/s1600/83.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 734px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhG2xIzrhI/AAAAAAAAE1s/I8xzLJ8to-s/s1600/83.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhGVoIB9gI/AAAAAAAAE1k/cEx0nXViUKQ/s1600/82.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 596px; height: 841px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhGVoIB9gI/AAAAAAAAE1k/cEx0nXViUKQ/s1600/82.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhGB5RCeZI/AAAAAAAAE1c/0qh4frUmu1Y/s1600/81.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 851px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhGB5RCeZI/AAAAAAAAE1c/0qh4frUmu1Y/s1600/81.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhEWr6FB_I/AAAAAAAAE1U/jgEc0ampqwI/s1600/79.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 840px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhEWr6FB_I/AAAAAAAAE1U/jgEc0ampqwI/s1600/79.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhD1H-6FuI/AAAAAAAAE1M/IJVXNixoxXY/s1600/80.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 861px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhD1H-6FuI/AAAAAAAAE1M/IJVXNixoxXY/s1600/80.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhC7ZMYBDI/AAAAAAAAE0s/zByZS2sK38g/s1600/74.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 588px; height: 848px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhC7ZMYBDI/AAAAAAAAE0s/zByZS2sK38g/s1600/74.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhCrpvNQ4I/AAAAAAAAE0k/a78vIw61q3I/s1600/73.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 593px; height: 860px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhCrpvNQ4I/AAAAAAAAE0k/a78vIw61q3I/s1600/73.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg_VSzygrI/AAAAAAAAEzs/KL8FipAWTig/s1600/66.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 860px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg_VSzygrI/AAAAAAAAEzs/KL8FipAWTig/s1600/66.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg_Ba9MCDI/AAAAAAAAEzk/q12THcjGRwc/s1600/65.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 849px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg_Ba9MCDI/AAAAAAAAEzk/q12THcjGRwc/s1600/65.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg-qVZg_FI/AAAAAAAAEzU/5o7WXPpVzzE/s1600/63.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 853px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg-qVZg_FI/AAAAAAAAEzU/5o7WXPpVzzE/s1600/63.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7fqA8rgI/AAAAAAAAEyU/YOs9zZkLptY/s1600/55.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 595px; height: 848px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7fqA8rgI/AAAAAAAAEyU/YOs9zZkLptY/s1600/55.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg9MBgLr5I/AAAAAAAAEy0/qeL1TqWi8Ck/s1600/59.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 597px; height: 847px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg9MBgLr5I/AAAAAAAAEy0/qeL1TqWi8Ck/s1600/59.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg-UzoS74I/AAAAAAAAEzE/GVMG3Wf8fmY/s1600/61.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 597px; height: 853px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg-UzoS74I/AAAAAAAAEzE/GVMG3Wf8fmY/s1600/61.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg6rLTrB2I/AAAAAAAAExs/HPIMixMuloA/s1600/50.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 594px; height: 846px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg6rLTrB2I/AAAAAAAAExs/HPIMixMuloA/s1600/50.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-8843765720921910061?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/8843765720921910061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/baju-muslim-toyusin-2-wnes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8843765720921910061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8843765720921910061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/baju-muslim-toyusin-2-wnes.html' title='BAJU MUSLIM TOYUSIN 2, WNES'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TB3FWZpN4UI/AAAAAAAAFD4/wapRmgX0pwo/s72-c/41.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-3310501355422813994</id><published>2010-07-22T11:34:00.004+08:00</published><updated>2010-07-22T16:12:48.134+08:00</updated><title type='text'>BAJU MUSLIM ANAK  KEKE  COLLECTION</title><content type='html'>UNTUK PEMESANAN  HUBUNGI  0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;email/ym : eny_bening@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARGA YANG BERLAKU ADALAH HARGA BARU, APABILA MASIH TERDAPAT HARGA YANG LAMA, MAKA HARGA YANG LAMA TIDAK BERLAKU, TERIMA KASIH PERHATIANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEqICoCjI/AAAAAAAAAeI/v1N2KVdnstg/s1600/anak+cewe+5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 438px; height: 600px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEqICoCjI/AAAAAAAAAeI/v1N2KVdnstg/s1600/anak+cewe+5.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEQlI6TEI/AAAAAAAAAdo/t0RHRgMNoBw/s1600/anak+cewe+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 485px; height: 600px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEQlI6TEI/AAAAAAAAAdo/t0RHRgMNoBw/s1600/anak+cewe+1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN  WILAYAH KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI  0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEfO-LBBI/AAAAAAAAAd4/Y47sBp-Adso/s1600/anak+cewe+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 432px; height: 600px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEfO-LBBI/AAAAAAAAAd4/Y47sBp-Adso/s1600/anak+cewe+3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEfO-LBBI/AAAAAAAAAd4/Y47sBp-Adso/s1600/anak+cewe+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 432px; height: 600px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEfO-LBBI/AAAAAAAAAd4/Y47sBp-Adso/s1600/anak+cewe+3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEkvx5mhI/AAAAAAAAAeA/VzTNmPFUptM/s1600/anak+cewe+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 467px; height: 600px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEkvx5mhI/AAAAAAAAAeA/VzTNmPFUptM/s1600/anak+cewe+4.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN  WILAYAH KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI  0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YOtQpPT6I/AAAAAAAAAhI/RaQtHFWRuh0/s1600/cewe+9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 558px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YOtQpPT6I/AAAAAAAAAhI/RaQtHFWRuh0/s1600/cewe+9.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPAML__7I/AAAAAAAAAhg/HtqfZyU5ot0/s1600/cewe+12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 511px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPAML__7I/AAAAAAAAAhg/HtqfZyU5ot0/s1600/cewe+12.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPNMeYfzI/AAAAAAAAAhw/kvhXX50wrbE/s1600/cewe+14.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 534px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPNMeYfzI/AAAAAAAAAhw/kvhXX50wrbE/s1600/cewe+14.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN  WILAYAH KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI  0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPSoBdbaI/AAAAAAAAAh4/jcDmt5lL5rI/s1600/cewe+15.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 519px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPSoBdbaI/AAAAAAAAAh4/jcDmt5lL5rI/s1600/cewe+15.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPYBmxpvI/AAAAAAAAAiA/PsnB0pggdTk/s1600/cewe+17.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 546px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPYBmxpvI/AAAAAAAAAiA/PsnB0pggdTk/s1600/cewe+17.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YOyrM6qaI/AAAAAAAAAhQ/YM0OQ0_ojr4/s1600/cewe+10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 409px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YOyrM6qaI/AAAAAAAAAhQ/YM0OQ0_ojr4/s1600/cewe+10.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN  WILAYAH KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI  0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YOD9G-mjI/AAAAAAAAAgQ/Ch-LqlkMo2Q/s1600/cewe+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 585px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YOD9G-mjI/AAAAAAAAAgQ/Ch-LqlkMo2Q/s1600/cewe+3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPH1FCs3I/AAAAAAAAAho/7N-o4JhX0Ho/s1600/cewe+13.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 555px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YPH1FCs3I/AAAAAAAAAho/7N-o4JhX0Ho/s1600/cewe+13.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-3310501355422813994?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/3310501355422813994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/baju-muslim-anak-keke-collection.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3310501355422813994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3310501355422813994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/baju-muslim-anak-keke-collection.html' title='BAJU MUSLIM ANAK  KEKE  COLLECTION'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GnLWlGWsZbo/S-YEqICoCjI/AAAAAAAAAeI/v1N2KVdnstg/s72-c/anak+cewe+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-8345728682159684855</id><published>2010-07-19T14:49:00.006+08:00</published><updated>2010-07-22T16:14:59.017+08:00</updated><title type='text'>BAJU MUSLIM TOYUSIN</title><content type='html'>UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMAIL/ym : eny_bening@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATALOG JUNI 2010    Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7Ey-P_rI/AAAAAAAAEx8/_5HN99Avaas/s1600/52.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 847px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7Ey-P_rI/AAAAAAAAEx8/_5HN99Avaas/s1600/52.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATALOG JUNI 2010    Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhB2NwXUJI/AAAAAAAAE0M/WJTsvjcRsD4/s1600/70.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 598px; height: 858px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhB2NwXUJI/AAAAAAAAE0M/WJTsvjcRsD4/s1600/70.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBfIhvlyI/AAAAAAAAE0E/XqBggBkjchY/s1600/69.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 860px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBfIhvlyI/AAAAAAAAE0E/XqBggBkjchY/s1600/69.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI  0853 4151 7028&lt;br /&gt;UNTUK WILAYAH KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBRluknjI/AAAAAAAAEz8/m0l1O9A_f_8/s1600/68.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 847px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBRluknjI/AAAAAAAAEz8/m0l1O9A_f_8/s1600/68.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENYEDIAKAN BAJU MUSLIM TOYUSIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAJU MUSLIM KEKE DEWASA DAN ANAK-ANAK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMTUK WILAYAH KENDARI,SULAWESI TENGGARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI.0853 4151 7028&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-8345728682159684855?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/8345728682159684855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/baju-keke-colecction.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8345728682159684855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8345728682159684855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/07/baju-keke-colecction.html' title='BAJU MUSLIM TOYUSIN'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7Ey-P_rI/AAAAAAAAEx8/_5HN99Avaas/s72-c/52.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-8705243295782669420</id><published>2010-05-12T07:34:00.004+08:00</published><updated>2010-07-22T16:15:49.253+08:00</updated><title type='text'>POLA MAKAN KETIKA HAMIL,, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI</title><content type='html'>UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMAIL/ym : eny_bening@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATALOG JUNI 2010    Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7Ey-P_rI/AAAAAAAAEx8/_5HN99Avaas/s1600/52.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 847px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7Ey-P_rI/AAAAAAAAEx8/_5HN99Avaas/s1600/52.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATALOG JUNI 2010    Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhB2NwXUJI/AAAAAAAAE0M/WJTsvjcRsD4/s1600/70.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 598px; height: 858px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhB2NwXUJI/AAAAAAAAE0M/WJTsvjcRsD4/s1600/70.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBfIhvlyI/AAAAAAAAE0E/XqBggBkjchY/s1600/69.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 860px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBfIhvlyI/AAAAAAAAE0E/XqBggBkjchY/s1600/69.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI  0853 4151 7028&lt;br /&gt;UNTUK WILAYAH KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBRluknjI/AAAAAAAAEz8/m0l1O9A_f_8/s1600/68.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 847px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBRluknjI/AAAAAAAAEz8/m0l1O9A_f_8/s1600/68.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Pola Makan Ketika Hamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=80FF00&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bigextracash Extra Cash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earn Money From Your Website Signnup dapat $5 Minimal Pay0ut : $200 Pendaftaran Gratis klik di gambar di bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/a10a452b.html" target="_top"&gt;&lt;img src="http://banners.bigextracash.com/banner_1_468x60.gif" border="0" alt="Get cash from your website. Sign up as affiliate." title="Get cash from your website. Sign up as affiliate." width="468" height="60" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="border:0" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/imp.php?a_aid=4bfb779892a02&amp;a_bid=a10a452b" width="1" height="1" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola makan memang sangat berpengaruh bagi kita khususnya bagi ibu-ibu yang sedang hamil, sering kita dinasehati untuk hanya memakan makanan tertentu ketika hamil agar tetap terjaga janin yang ada dikandungan dan ketika si bayi dilahirkan. Disini fbcom mencoba menuliskan tentang pola makan ketika hamil, adakalanya ada kesalahfahaman mengenai pola makan semasa hamil, hal ini dibahas juga di tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu hamil sebaiknya bisa menjaga pola makan sehari-hari agar bayi yang dilahirkan sehat dan sempurna dengan cara;&lt;br /&gt;- Makan berbagai jenis makanan sehat&lt;br /&gt;- Minum 6 hingga 8 gelas air sehari atau mengikuti keperluan&lt;br /&gt;- Memperbanyak memakan makanan yang berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan&lt;br /&gt;- Menghindari memakan makanan yang banyak mengandung lemak, gula dan garam.&lt;br /&gt;- Makan berdasarkan kualitas dan bukan kuantiti&lt;br /&gt;- Menghindari memakan makanan instan/snack yang tidak berkhasiat dan banyak mengandung bahan-bahan kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam pola makan sehari-hari itu, perlu diperhatikan pentingnya memakan makanan yang sehat. Hal ini dikarenakan dengan memakan makanan yang sehat, menjadikan ibu dan calon bayi dilahirkan sehat dan cerdas, memperbaiki kondisi ibu selama proses kelahiran, menghindarkan ibu-ibu dari masalah anemia dan kekurangan zat makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kesalahfahaman mengenai pola makan semasa hamil,antara lain;&lt;br /&gt;- terlalu memilih makanan-makanan tertentu&lt;br /&gt;- tidak memakan vitamin karena risau/bimbang bayi yang akan dilahirkan akan menjadi besar&lt;br /&gt;- Mengandakan porsi setiap makanan menjadi dua orang di setiap makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script language="JavaScript"&gt;&lt;br /&gt;function PadDigits(n, totalDigits)&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt; n = n.toString();&lt;br /&gt; var pd = "";&lt;br /&gt; if (totalDigits &gt; n.length) {&lt;br /&gt;  for (i=0; i &lt; (totalDigits-n.length); i++) {&lt;br /&gt;   pd += "0";&lt;br /&gt;  }&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; return pd + n.toString();&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;var StreamIsActive = 1;&lt;br /&gt;var cur_frame = 2;&lt;br /&gt;var frames_shown = 0;&lt;br /&gt;var folder_numb = Math.floor( Math.random() * 2 + 1);&lt;br /&gt;if ( folder_numb &gt; 2 )&lt;br /&gt; folder_numb = 2;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;function RefreshFrame() {&lt;br /&gt; if ( cur_frame == 1) {&lt;br /&gt;  prev_imj_obj = document.images["frame2"];&lt;br /&gt;  imj_obj = document.images["frame1"];&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  prev_div = div2;&lt;br /&gt;  cur_div = div1;&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; else {&lt;br /&gt;  prev_imj_obj = document.images["frame1"];&lt;br /&gt;  imj_obj = document.images["frame2"];&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  prev_div = div1;&lt;br /&gt;  cur_div = div2;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; if ( !prev_imj_obj.readyState || prev_imj_obj.readyState == "complete" ) {&lt;br /&gt;  prev_div.style.zIndex = 100;&lt;br /&gt;  cur_div.style.zIndex = 99;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  imj_obj.src = "http://www.bigextracash.com/images/snapshots" + folder_numb + "/Snapshot" + PadDigits(frames_shown + 1, 3) + ".jpg" ;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  cur_frame = cur_frame + 1;&lt;br /&gt;  if ( cur_frame &gt; 2 )&lt;br /&gt;   cur_frame = 1;&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; frames_shown = frames_shown + 1;&lt;br /&gt; if ( StreamIsActive &amp;&amp; frames_shown &lt; 150 )&lt;br /&gt; {&lt;br /&gt;  document.all.woman.style.display = "none";&lt;br /&gt;  document.all.movie.style.display = "";&lt;br /&gt;  setTimeout("RefreshFrame()", 1000);&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; else { // stop after 5 minutes&lt;br /&gt;  document.all.movie.style.display = "none";&lt;br /&gt;  document.all.woman.style.display = "";&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;function PreloadImages() {&lt;br /&gt; if (document.images) {&lt;br /&gt;  if (!document.tmpImages)&lt;br /&gt;   document.tmpImages=new Array();&lt;br /&gt;  with ( document ) {&lt;br /&gt;   var&lt;br /&gt;   i,j = tmpImages.length,&lt;br /&gt;   a = PreloadImages.arguments;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;   for (i=0; i&lt;a.length; i++)&lt;br /&gt;    if (a[i].indexOf("#") != 0) {&lt;br /&gt;     tmpImages[j]=new Image;&lt;br /&gt;     tmpImages[j++].src=a[i];&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;  }&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;PreloadImages("http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Play_h.png", "http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_DownloadNow_h.png");&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" width="600" height="600" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Bkg2.png"&lt;br /&gt; onMouseOver="if (frames_shown == 0) RefreshFrame();"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_4000TVChan.png" border="0" alt="4000 TV channels"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;table align="center" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=0&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=1&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png" width="106"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=2&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png" width="106"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=3&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png" width="106"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=4&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png" width="106"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=5&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;  &lt;table align="center" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td width="50%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;table width="320" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td height="23"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Woman.jpg" width="320" height="210" border="0" alt="" id=woman&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:relative; left:0; top:0; width:280; height:210; display:none;" id=movie&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div id="div1" style="position:absolute; left:0; top:0; z-index:100;"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;IMG name="frame1" align="middle" WIDTH="280" HEIGHT="210"&lt;br /&gt;       src="http://www.bigextracash.com/images/snapshots1/Snapshot001.jpg"&lt;br /&gt;       &gt;&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div id="div2" style="position:absolute; left:0; top:0; z-index:99;"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;IMG name="frame2" align="middle" WIDTH="280" HEIGHT="210"&lt;br /&gt;       src="http://www.bigextracash.com/images/snapshots1/Snapshot002.jpg"&lt;br /&gt;       &gt;&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td height="80" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Play.png" border="0"&lt;br /&gt;      style="position:relative; left:0; top:-30;"&lt;br /&gt;      alt="Download TV Software. It's safe to install." id=PlayBtn&lt;br /&gt;      onMouseOver="document.all.PlayBtn.src = 'http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Play_h.png';"&lt;br /&gt;      onMouseOut="document.all.PlayBtn.src = 'http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Play.png';"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td width="50%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;  &lt;table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td width="50%" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/SafeToInstall.png" width="78" height="78" border="0" alt="Safe to install software"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;table width="444" height="109" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Download.png" align="center"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_DownloadNow.png" border="0"&lt;br /&gt;       style="position:relative; left:0; top:0;"&lt;br /&gt;       alt="Download TV Software. It's safe to install." id=DownloadNow&lt;br /&gt;       onMouseOver="document.all.DownloadNow.src = 'http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_DownloadNow_h.png'; document.all.DownloadNow.style.top = '-1px';"&lt;br /&gt;       onMouseOut="document.all.DownloadNow.src = 'http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_DownloadNow.png'; document.all.DownloadNow.style.top = '0px';"&lt;br /&gt;      &gt;&lt;br /&gt;      &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td width="50%" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/NumberOneRated.png" width="78" height="78" border="0" alt="Number one rated software"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-8705243295782669420?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/8705243295782669420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/pola-makan-ketika-hamil-wd-nurhaeny.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8705243295782669420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8705243295782669420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/pola-makan-ketika-hamil-wd-nurhaeny.html' title='POLA MAKAN KETIKA HAMIL,, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7Ey-P_rI/AAAAAAAAEx8/_5HN99Avaas/s72-c/52.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-2045144307218352437</id><published>2010-05-12T07:25:00.005+08:00</published><updated>2010-05-25T17:02:14.398+08:00</updated><title type='text'>HAMIL MUDA, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI</title><content type='html'>Jangan Sembarangan Minum Obat Ketika Hamil Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=80FF00&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bigextracash Extra Cash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earn Money From Your Website Signnup dapat $5 Minimal Pay0ut : $200 Pendaftaran Gratis klik di gambar di bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/a10a452b.html" target="_top"&gt;&lt;img src="http://banners.bigextracash.com/banner_1_468x60.gif" border="0" alt="Get cash from your website. Sign up as affiliate." title="Get cash from your website. Sign up as affiliate." width="468" height="60" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="border:0" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/imp.php?a_aid=4bfb779892a02&amp;a_bid=a10a452b" width="1" height="1" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamil 6 Minggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa hamil muda terutama pada trimester pertama adalah masa pembentukan organ-organ tubuh janin atau sering disebut dengan istilah organogenesis. Bahkan dikatakan pembentukan ini telah berlangsung sejak dua minggu setelah implantasi hasil konsepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa awal kehamilan dapat di kenali dengan adanya gejala mual dan muntah atau kita sering menyebutnya dengan morning sickness. Keluhan ini muncul saat kehamilan memasuki usia 6-14 minggu. Rasa mual yang datang (biasanya setiap pagi sehabis bangun tidur) bisa menjadi mabuk berat (hyperemis gravidarum), ditandai dengan gejala penurunan berat badan lebih dari 5% timbangan masa kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya tak lain oleh plasenta yang berkembang selama kehamilan dan menghasilkan sejenis hormon HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon HCG ini meningkat persentasenya seiring dengan pertumbuhan plasenta. Diperkirakan hormon inilah yang bertanggungjawab atas keluhan muntah yang dialami para ibu hamil, melalui rangsangan terhadap otot dari poros lambung. Makin tinggi kadar hormon, makin cepat merangsang muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang tergoda untuk mengkonsumsi Obat-obatan kimia untuk menghilangkan rasa mual yang memang terasa mengganggu. salah satu obat yang dulu sering menjadi andalan untuk mengatasi rasa mual ini adalah Thalidomide, suatu obat untuk mengurangi mual, muntah dan perasaan cemas. Karena disinyalir aman maka obat ini di gunakan secara sembrono tanpa pertimbangan dari ahli kesehatan. Hasilnya di temukan beberapa anomali pada janin yang di kandung, mulai dari kelainan jantung dan cacat pada mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme cacat janin&lt;br /&gt;Suatu obat dapat menimbulkan kelainan pertumbuhan dan cacat pada janin melalui beberapa mekanisme berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Efek langsung terhadap Janin, dimana akses obat ke janin di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti, jumlah/kadar obar, struktur biokimiawi dari plasenta, serta struktur kimia obat itu sendiri (berat molekul, larut dalam lemak atau tidak).&lt;br /&gt;    * Efek obat terhadap fungsi plasenta, dimana pada saat kehamilan plasenta berfungsi sebagai paru-paru, ginjal, usus, hati, maupun sistem endokrin sebelum organ-organ tersebut terbentuk sempurna.&lt;br /&gt;    * Efek obat terhadap metabolisme Ibu.&lt;br /&gt;    * Tahap Perkembangan Janin dalam rahim, artinya efek obat berbeda pada tiap-tiap fase perkembangan janin, embrio yang belum terdifferensiasi biasanya lebih rentan terhadap pengaruh negatif dari obat, karena pada masa inilah Janin mulai “membentuk”.&lt;br /&gt;    * Kerentanan Genetik atau Genetik susceptibility, di ketahui tiap-tiap ras mempunyai kecendrungan yang berbeda pada efek yang ditimbulkan oleh suatu obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya konsumsi obat pada saat-saat kehamilan harus berdasarkan pertimbangan ilmiah serta petunjuk dari dokter, jangan hanya berdasar sugessti semata hanya karena termakan oleh Iklan yang gencar di media. Bukankah sekarang banyak sekali ditawaran Produk sejenis obat dan suplemen yang menawarkan kecerdasan janin bila di konsumsi, namun apakah benar demikian apa adanya???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-2045144307218352437?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/2045144307218352437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/hamil-muda-wd-nurhaeny-emba-saputri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/2045144307218352437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/2045144307218352437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/hamil-muda-wd-nurhaeny-emba-saputri.html' title='HAMIL MUDA, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-4557407027623483382</id><published>2010-05-11T08:52:00.009+08:00</published><updated>2010-05-25T17:07:14.525+08:00</updated><title type='text'>ILEUS OBSTRUKTIF,,WD NURHAENY EMBA SAPUTRI,</title><content type='html'>ILEUS OBSTRUKTIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGOBATAN ALTERNATIF " BEKAM" AREA KENDARI SULTRA HUBUNGI 085341517028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=80FF00&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bigextracash Extra Cash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earn Money From Your Website Signnup dapat $5 Minimal Pay0ut : $200 Pendaftaran Gratis klik di gambar di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/a10a452b.html" target="_top"&gt;&lt;img src="http://banners.bigextracash.com/banner_1_468x60.gif" border="0" alt="Get cash from your website. Sign up as affiliate." title="Get cash from your website. Sign up as affiliate." width="468" height="60" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="border:0" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/imp.php?a_aid=4bfb779892a02&amp;a_bid=a10a452b" width="1" height="1" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah gawat abdomen atau gawat perut menggambarkan keadaan klinis akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama. Keadaan ini memerlukan penanggulangan segera yang sering berupa tindakan bedah, misalnya pada obstruksi, perforasi, atau perdarahan masif di rongga perut maupun saluran cerna. Infeksi, obstruksi atau strangulasi saluran cerna dapat menyebabkan perforasi yang mengakibatkan kontaminasi rongga perut oleh isi saluran cerna sehingga terjadilah peritonitis. 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ileus adalah gangguan pasase isi usus yang merupakan tanda adanya obstruksi usus akut yang segera memerlukan pertolongan dokter. Di Indonesia ileus obstruksi paling sering disebabkan oleh hernia inkarserata, sedangkan ileus paralitik sering disebabkan oleh peritonitis. Keduanya membutuhkan tindakan operatif. 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ileus lebih sering terjadi pada obstruksi usus halus daripada usus besar. Keduanya memiliki cara penanganan yang agak berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Obstruksi usus halus yang dibiarkan dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi usus dan memicu iskemia, nekrosis, perforasi dan kematian, sehingga penanganan obstruksi usus halus lebih ditujukan pada dekompresi dan menghilangkan penyebab untuk mencegah kematian. 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obstruksi kolon sering disebabkan oleh neoplasma atau kelainan anatomic seperti volvulus, hernia inkarserata, striktur atau obstipasi. Penanganan obstruksi kolon lebih kompleks karena masalahnya tidak bisa hilang dengan sekali operasi saja. Terkadang cukup sulit untuk menentukan jenis operasi kolon karena diperlukan diagnosis yang tepat tentang penyebab dan letak anatominya. Pada kasus keganasan kolon, penanganan pasien tidak hanya berhenti setelah operasi kolostomi, tetapi membutuhkan radiasi dan sitostatika lebih lanjut. Hal ini yang menyebabkan manajemen obstruksi kolon begitu rumit dan kompleks daripada obstruksi usus halus. 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat penanganan ileus dibedakan menjadi operatif dan konservatif, maka hal ini sangat berpengaruh pada mortalitas ileus. Operasi juga sangat ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai, skills, dan kemampuan ekonomi pasien. Hal-hal yang dapat berpengaruh pada faktor-faktor tersebut juga akan mempengaruhi pola manajemen pasien ileus yang akhirnya berpengaruh pada mortalitas ileus. Faktor-faktor tersebut juga berpengaruh dengan sangat berbeda dari satu daerah terhadap daerah lainnya sehingga menarik untuk diteliti mortalitas ileus pada pasien yang mengalami operasi dengan pasien yang ditangani secara konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ileus adalah hilangnya pasase isi usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ileus Obstruktif adalah kerusakan atau hilangnya pasase isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ileus Paralitik adalah hilangnya peristaltic usus sementara. 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Klasifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ileus Mekanik 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Lokasi Obstruksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.1 Letak Tinggi : Duodenum-Jejunum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.2 Letak Tengah : Ileum Terminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.3 Letak Rendah : Colon-Sigmoid-rectum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Stadium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.1 Parsial : menyumbat lumen sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.2 Simple/Komplit: menyumbat lumen total&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.3 Strangulasi: Simple dengan jepitan vasa 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ileus Neurogenik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Adinamik : Ileus Paralitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Dinamik : Ileus Spastik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ileus Vaskuler : Intestinal ischemia 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Etiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ileus Obstruktif 2 3 4 6 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hernia Inkarserata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Non Hernia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Penyempitan lumen usus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Isi Lumen : Benda asing, skibala, ascariasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dinding Usus : stenosis (radang kronik), keganasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Ekstra lumen : Tumor intraabdomen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Adhesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii. Invaginasi 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv. Volvulus 7 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v. Malformasi Usus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ileus Paralitik 5 10 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembedahan Abdomen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Trauma abdomen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Infeksi: peritonitis, appendicitis, diverticulitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pneumonia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Sepsis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Serangan Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Ketidakseimbangan elektrolit, khususnya natrium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Kelainan metabolik yang mempengaruhi fungsi otot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Obat-obatan: Narkotika, Antihipertensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Mesenteric ischemia 5 6 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Patofisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa patofisiologik yang terjadi setelah obstruksi usus adalah sama, tanpa memandang apakah obstruksi tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau fungsional. Perbedaan utama adalah obstruksi paralitik di mana peristaltik dihambat dari permulaan, sedangkan pada obstruksi mekanik peristaltik mula-mula diperkuat, kemudian intermitten, dan akhirnya hilang. 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan patofisiologi utama pada obstruksi usus dapat dilihat pada Gambar-2.1. Lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas (70% dari gas yang ditelan) akibat peningkatan tekanan intralumen, yang menurunkan pengaliran air dan natrium dari lumen ke darah. Oleh karena sekitar 8 liter cairan diekskresikan ke dalam saluran cerna setiap hari10, tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan intralumen dengan cepat. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit. Pengaruh atas kehilangan ini adalah penciutan ruang cairan ekstrasel yang mengakibatkan syok—hipotensi, pengurangan curah jantung, penurunan perfusi jaringan dan asidosis metabolik. Peregangan usus yang terus menerus mengakibatkan lingkaran setan penurunan absorpsi cairan dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus. Efek lokal peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorpsi toksin-toksin bakteri ke dalam rongga peritoneum dan sirkulasi sistemik untuk menyebabkan bakteriemia. 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar-2.1. Patofisiologi Obstruksi Usus 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;clip_image001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obstruksi Mekanik Simple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada obstruksi simple, hambatan pasase muncul tanpa disertai gangguan vaskuler dan neurologik. Makanan dan cairan yang ditelan, sekresi usus, dan udara terkumpul dalam jumlah yang banyak jika obstruksinya komplit. Bagian usus proksimal distensi, dan bagian distal kolaps. Fungsi sekresi dan absorpsi membrane mukosa usus menurun, dan dinding usus menjadi udema dan kongesti. Distensi intestinal yang berat, dengan sendirinya secara terus menerus dan progresif akan mengacaukan peristaltik dan fungsi sekresi mukosa dan meningkatkan resiko dehidrasi, iskemia, nekrosis, perforasi, peritonitis, dan kematian. 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obstruksi Strangulata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada obstruksi strangulata, kematian jaringan usus umumnya dihubungkan dengan hernia inkarserata, volvulus, intussusepsi, dan oklusi vaskuler. Strangulasi biasanya berawal dari obstruksi vena, yang kemudian diikuti oleh oklusi arteri, menyebabkan iskemia yang cepat pada dinding usus. Usus menjadi udema dan nekrosis, memacu usus menjadi gangrene dan perforasi. 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Diagnosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Subyektif -Anamnesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Utama: 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Nyeri-Kolik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Obstruksi usus halus : kolik dirasakan disekitar umbilikus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Obstruksi kolon : kolik dirasakan disekitar suprapubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Muntah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Stenosis Pilorus : Encer dan asam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Obstruksi usus halus : Berwarna kehijauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Obstruksi kolon : onset muntah lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Perut Kembung (distensi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Konstipasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Tidak ada defekasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Tidak ada flatus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya benjolan di perut, inguinal, dan femoral yang tidak dapat kembali menandakan adanya hernia inkarserata. Invaginasi dapat didahului oleh riwayat buang air besar berupa lendir dan darah. Pada ileus paralitik e.c. peritonitis dapat diketahui riwayat nyeri perut kanan bawah yang menetap. Riwayat operasi sebelumnya dapat menjurus pada adanya adhesi usus.2 Onset keluhan yang berlangsung cepat dapat dicurigai sebagai ileus letak tinggi dan onset yang lambat dapat menjurus kepada ileus letak rendah.2 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Obyektif-Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Strangulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya strangulasi ditandai dengan adanya lokal peritonitis seperti: 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Takikardia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Pireksia (demam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lokal tenderness dan guarding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Rebound tenderness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Nyeri lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Hilangnya suara usus lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui secara pasti hanya dengan laparotomi. 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Obstruksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Inspeksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut distensi, dapat ditemukan kontur dan steifung. Benjolan pada regio inguinal, femoral dan skrotum menunjukkan suatu hernia inkarserata. Pada Intussusepsi dapat terlihat massa abdomen berbentuk sosis. Adanya adhesi dapat dicurigai bila ada bekas luka operasi sebelumnya.2 3 7 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Auskultasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiperperistaltik, bising usus bernada tinggi, borborhygmi. Pada fase lanjut bising usus dan peristaltik melemah sampai hilang.13 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Perkusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipertimpani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Palpasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang teraba massa seperti pada tumor, invaginasi, hernia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Rectal Toucher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Isi rektum menyemprot : Hirschprung disease&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Adanya darah dapat menyokong adanya strangulasi, neoplasma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Feses yang mengeras : skibala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Feses negatif : obstruksi usus letak tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ampula rekti kolaps : curiga obstruksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Nyeri tekan : lokal atau general peritonitis 2 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Radiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Polos:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelebaran udara usus halus atau usus besar dengan gambaran anak tangga dan air-fluid level. Penggunaan kontras dikontraindikasikan adanya perforasi-peritonitis. Barium enema diindikasikan untuk invaginasi, dan endoskopi disarankan pada kecurigaan volvulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Paralitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ileus paralitik ditegakkan dengan auskultasi abdomen berupa silent abdomen yaitu bising usus menghilang. Pada gambaran foto polos abdomen didapatkan pelebaran udara usus halus atau besar tanpa air-fluid level. 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abel-2.1. Perbandingan Klinis bermacam-macam ileus.15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam ileus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyeri Usus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muntah borborigmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bising usus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan abdomen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obstruksi simple tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kolik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obstruksi simple rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kolik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat, fekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obstruksi strangulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(terus-menerus, terlokalisir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasanya meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paralitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oklusi vaskuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penanganan Ileus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Konservatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Penderita dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Penderita dipuasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Kontrol status airway, breathing and circulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dekompresi dengan nasogastric tube.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Intravenous fluids and electrolyte&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Lavement jika ileus obstruksi, dan kontraindikasi ileus paralitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Farmakologis 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Antibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Analgesik apabila nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Operatif 10 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi bedah kecuali disertai dengan peritonitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Obstruksi usus dengan prioritas tinggi adalah strangulasi, volvulus, dan jenis obstruksi kolon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastric untuk mencegah sepsis sekunder atau rupture usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Operasi diawali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil explorasi melalui laparotomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Lisis pita untuk band&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Herniorepair untuk hernia inkarserata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Pintas usus : ileostomi, kolostomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Reseksi usus dengan anastomosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Diversi stoma dengan atau tanpa reseksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Komplikasi 2 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Nekrosis usus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Perforasi usus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Sepsis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Syok-dehidrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Abses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Sindrom usus pendek dengan malabsorpsi dan malnutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Pneumonia aspirasi dari proses muntah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Gangguan elektrolit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Meninggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Prognosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Saat operasi, prognosis tergantung kondisi klinik pasien sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Setelah pembedahan dekompresi, prognosisnya tergantung dari penyakit yang mendasarinya.2 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sjamsuhidajat, R.; Dahlan, Murnizat; Jusi, Djang. Gawat Abdomen. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Editor: Sjamsuhidajat, R. dan De Jong, Wim. Jakarta: EGC, 2003. Hal: 181-192.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Fiedberg, B. and Antillon, M.: Small-Bowel Obstruction. Editor: Vargas, J., Windle, W.L., Li, B.U.K., Schwarz, S., and Altschuler, S. http://www.emedicine.com. Last Updated, June 29, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Basson, M.D.: Colonic Obstruction. Editor: Ochoa, J.B., Talavera, F., Mechaber, A.J., and Katz, J. http://www.emedicine.com. Last Updated, June 14, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Anonym. Mechanical Intestinal Obstruction. http://www.Merck.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Anonym. Ileus. http://www.Merck.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Leaper, D.J., Peel, A.L.G., McLatchie, G.R., and Kurup, V.: Gastrointestinal disease. In Oxford handbook of clinical surgery. Editor by McLatchie, G.R., and Leape, D. 2nd Edition. London: Oxford University Press, 2002. p: 214-296.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hebra, A., and Miller, M.: Intestinal Volvulus. Editor: DuBois, J.J., Konop, R., Li, B.UK., Schwarz, S. and Altschuler, S. http://www.emedicine,com. Last Updated: February 25, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Chahine, A.A.: Intussusception. Editor: Nazer, H., Windle, M.L., Li, B.UK., Schwarz, S. and Altschuler, S. http://www.emedicine,com. Last Updated: June 10, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Shukia, P.C.: Volvulus. Editor: DuBois, J.J., Konop, R., Piccoli, D., Schwarz, S. and Altschuler, S. http://www.emedicine.com. Last Updated: May 18, 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Levine, B.A., and Aust, J.B. Kelainan Bedah Usus Halus. Dalam Buku Ajar Bedah Sabiston’s essentials surgery. Editor: Sabiston, D.C. Alih bahasa: Andrianto, P., dan I.S., Timan. Editor bahasa: Oswari, J. Jakarta: EGC, 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Badash, Michelle. Paralytic Ileus (Adynamic Ileus, Non-mechanical Bowel Obstruction). EBSCO Publishing, 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Price, S.A. Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit. Editor: Price, S.A., McCarty, L., Wilson. Editor terjemahan: Wijaya, Caroline. Jakarta: EGC, 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Browse, Norman, L. An Introduction to the Symptoms and Signs of Surgical Disease. 3rd Edition. London: Arnold, 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hamami, AH., Pieter, J., Riwanto, I., Tjambolang, T., dan Ahmadsyah, I. Usus Halus, apendiks, kolon, dan anorektum. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Editor: Sjamsuhidajat, R. dan De Jong, Wim. Jakarta: EGC, 2003. Hal: 615-681.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Anonym. Pedoman Diagnosis dan Terapi. Lab/UPF Ilmu Bedah. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo. Surabaya, 1994.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;script language="JavaScript"&gt;&lt;br /&gt;function PadDigits(n, totalDigits)&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt; n = n.toString();&lt;br /&gt; var pd = "";&lt;br /&gt; if (totalDigits &gt; n.length) {&lt;br /&gt;  for (i=0; i &lt; (totalDigits-n.length); i++) {&lt;br /&gt;   pd += "0";&lt;br /&gt;  }&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; return pd + n.toString();&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;var StreamIsActive = 1;&lt;br /&gt;var cur_frame = 2;&lt;br /&gt;var frames_shown = 0;&lt;br /&gt;var folder_numb = Math.floor( Math.random() * 2 + 1);&lt;br /&gt;if ( folder_numb &gt; 2 )&lt;br /&gt; folder_numb = 2;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;function RefreshFrame() {&lt;br /&gt; if ( cur_frame == 1) {&lt;br /&gt;  prev_imj_obj = document.images["frame2"];&lt;br /&gt;  imj_obj = document.images["frame1"];&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  prev_div = div2;&lt;br /&gt;  cur_div = div1;&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; else {&lt;br /&gt;  prev_imj_obj = document.images["frame1"];&lt;br /&gt;  imj_obj = document.images["frame2"];&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  prev_div = div1;&lt;br /&gt;  cur_div = div2;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; if ( !prev_imj_obj.readyState || prev_imj_obj.readyState == "complete" ) {&lt;br /&gt;  prev_div.style.zIndex = 100;&lt;br /&gt;  cur_div.style.zIndex = 99;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  imj_obj.src = "http://www.bigextracash.com/images/snapshots" + folder_numb + "/Snapshot" + PadDigits(frames_shown + 1, 3) + ".jpg" ;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  cur_frame = cur_frame + 1;&lt;br /&gt;  if ( cur_frame &gt; 2 )&lt;br /&gt;   cur_frame = 1;&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; frames_shown = frames_shown + 1;&lt;br /&gt; if ( StreamIsActive &amp;&amp; frames_shown &lt; 150 )&lt;br /&gt; {&lt;br /&gt;  document.all.woman.style.display = "none";&lt;br /&gt;  document.all.movie.style.display = "";&lt;br /&gt;  setTimeout("RefreshFrame()", 1000);&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt; else { // stop after 5 minutes&lt;br /&gt;  document.all.movie.style.display = "none";&lt;br /&gt;  document.all.woman.style.display = "";&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;function PreloadImages() {&lt;br /&gt; if (document.images) {&lt;br /&gt;  if (!document.tmpImages)&lt;br /&gt;   document.tmpImages=new Array();&lt;br /&gt;  with ( document ) {&lt;br /&gt;   var&lt;br /&gt;   i,j = tmpImages.length,&lt;br /&gt;   a = PreloadImages.arguments;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;   for (i=0; i&lt;a.length; i++)&lt;br /&gt;    if (a[i].indexOf("#") != 0) {&lt;br /&gt;     tmpImages[j]=new Image;&lt;br /&gt;     tmpImages[j++].src=a[i];&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;  }&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;PreloadImages("http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Play_h.png", "http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_DownloadNow_h.png");&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" width="600" height="600" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Bkg2.png"&lt;br /&gt; onMouseOver="if (frames_shown == 0) RefreshFrame();"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_4000TVChan.png" border="0" alt="4000 TV channels"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;table align="center" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=0&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=1&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png" width="106"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=2&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png" width="106"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=3&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png" width="106"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=4&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_FrameShad.png" width="106"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div style="position:relative; left:0; top:0px; width:100px; height:85px;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;table width="80" height="60" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0" style="position:absolute; left:8; top:8px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;      &lt;td valign="middle" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_thumbnail.php?topic=country&amp;item_number=5&amp;image_size=80x60" border="0" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:absolute; left:60; top:10px; width:25px; height:15px;"&gt;&lt;img src="http://www.LiveOnlineChannels.com/get_flag.php" width="25" height="15" border="0" alt=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;  &lt;table align="center" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td width="50%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;table width="320" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td height="23"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Woman.jpg" width="320" height="210" border="0" alt="" id=woman&gt;&lt;br /&gt;     &lt;div style="position:relative; left:0; top:0; width:280; height:210; display:none;" id=movie&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div id="div1" style="position:absolute; left:0; top:0; z-index:100;"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;IMG name="frame1" align="middle" WIDTH="280" HEIGHT="210"&lt;br /&gt;       src="http://www.bigextracash.com/images/snapshots1/Snapshot001.jpg"&lt;br /&gt;       &gt;&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div id="div2" style="position:absolute; left:0; top:0; z-index:99;"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;IMG name="frame2" align="middle" WIDTH="280" HEIGHT="210"&lt;br /&gt;       src="http://www.bigextracash.com/images/snapshots1/Snapshot002.jpg"&lt;br /&gt;       &gt;&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td height="80" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Play.png" border="0"&lt;br /&gt;      style="position:relative; left:0; top:-30;"&lt;br /&gt;      alt="Download TV Software. It's safe to install." id=PlayBtn&lt;br /&gt;      onMouseOver="document.all.PlayBtn.src = 'http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Play_h.png';"&lt;br /&gt;      onMouseOut="document.all.PlayBtn.src = 'http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Play.png';"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td width="50%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;  &lt;table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td width="50%" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/SafeToInstall.png" width="78" height="78" border="0" alt="Safe to install software"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;table width="444" height="109" cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td background="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_Btn_Download.png" align="center"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/c5e2703a.html"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_DownloadNow.png" border="0"&lt;br /&gt;       style="position:relative; left:0; top:0;"&lt;br /&gt;       alt="Download TV Software. It's safe to install." id=DownloadNow&lt;br /&gt;       onMouseOver="document.all.DownloadNow.src = 'http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_DownloadNow_h.png'; document.all.DownloadNow.style.top = '-1px';"&lt;br /&gt;       onMouseOut="document.all.DownloadNow.src = 'http://www.bigextracash.com/images/banner_TV_3_DownloadNow.png'; document.all.DownloadNow.style.top = '0px';"&lt;br /&gt;      &gt;&lt;br /&gt;      &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td width="50%" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.bigextracash.com/images/NumberOneRated.png" width="78" height="78" border="0" alt="Number one rated software"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-4557407027623483382?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/4557407027623483382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/ileus-obstruktifwd-nurhaeny-emba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4557407027623483382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4557407027623483382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/ileus-obstruktifwd-nurhaeny-emba.html' title='ILEUS OBSTRUKTIF,,WD NURHAENY EMBA SAPUTRI,'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-1086713720546047253</id><published>2010-05-09T19:12:00.003+08:00</published><updated>2010-05-27T10:45:20.079+08:00</updated><title type='text'>ILMU PERILAKU 2 , WD NURHAENY EMBA SAPUTRI</title><content type='html'>ILMU PERILAKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=80FF00&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bigextracash Extra Cash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earn Money From Your Website Signnup dapat $5 Minimal Pay0ut : $200 Pendaftaran Gratis klik di gambar di bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/a10a452b.html" target="_top"&gt;&lt;img src="http://banners.bigextracash.com/banner_1_468x60.gif" border="0" alt="Get cash from your website. Sign up as affiliate." title="Get cash from your website. Sign up as affiliate." width="468" height="60" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="border:0" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/imp.php?a_aid=4bfb779892a02&amp;a_bid=a10a452b" width="1" height="1" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Batasan Ilmu Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu perilaku adalah suatu ilmu multidispliner. Maksudnya pengkajian ilmu perilaku itu menyangkut banyak aspek yang dikaji/ditinjau dari berbagai macam ilmu. Hal ini wajar karena perilaku merupakan refleksi dari berbagai macam aspek, baik fisik maupun non fisik. Setidaknya ada tiga kelompok ilmu yang mempelajari perilaku, yaitu ilmu social, antropologi dan psikologi. Objek atau sasaran ilmu perilaku adalah perilaku manusia (human behavior).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian perilaku menurut Soekidjo &amp; Sarwono, dapat dibatasi sebagai keadaan jiwa (berpendapat, berpikir, bersikap, berpersepsi, dll) untuk memberikan responsi terhadap situasi di luar subjek tersebut. Respon ini dapat bersikap pasif (tanpa tindakan) dan dapat bersifat aktif (tanpa tindakan). Bentuk operasionalisasi dari perilaku dikelompokkan menjadi 3 jenis: 1) Perilaku dalam bentuk Pengetahuan, yakni dengan mengetahui situasi atau rangsangan dari luar; 2) Perilaku dalam bentuk Sikap, yakni tanggapan bathin terhadap keadaan atau rangsangan dari luar diri si subjek; 3) Perilaku dalam bentuk tindakan yang sudah konkret, berupa perbuatan (action) terhadap situasi dan atau rangsangan dari luar.&lt;br /&gt;Ahli psikologi social Sears, at.al, (1985), mengemukakan empat pendekatan dalam memahami proses terbentuknya perilaku social, yaitu: 1) Pendekatan Biologis, yang melihat perilaku sebagai karakteristik bawaan atau mekanisme fisiologis, 2) Pendekatan Belajar, yang melihat perilaku sebagai refleksi dari apa yang pernah dipelajari seseorang di masa lalu, 3) pendekatan insentif, yang melihat perilaku sebagai upaya untuk mendapatkan keuntungan dan memperkecil kerugian, 4) Pendekatan Kognitif, yang melihat perilaku sebagai sesuatu yang terutama ditentukan oleh persepsi seseorang terhadap situasi social di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli antropologi Suparlan (1986), melihat terbentuknya perilaku individu sebagai totalitas atau resultan dari tiga buah komponen internal diri manusia yang secara bersama-sama membentuk perilaku manusia, yaitu: 1) adanya kebutuhan individu pada saat tertentu; 2) adanya upaya individu untuk memenuhi kebutuhan tersebut; 3) adanya pengethauan kebudayaan yang dimiliki individu sebagai warga negara/masyarakat, yang diperoleh melalui proses belajar dari lingkungannya sejak ia dilahirkan, kemudian secara selektif dipergunakannya sebagai kerangka rujukan untuk menginterprestasikan suatu objek, secara selektif pula dijadikannya acuan untuk bertindak sesuatu terhadap objek tersebut.&lt;br /&gt;Menurut ahli pendidikan, perilaku adalah proses belajar yang menyakitkan, yang mengandung motif atau minat tertentu. Sementara Fishbein &amp; Ajzen (1975), mengemukakan seseorang mempunyai minat untuk berperilaku, tercermin dari hasil analisis sikap dan norma subjektifnya terhadap objek tertentu. Sikap sebagai awal berperilaku belum merupakan tindakan nyata, tetapi merupakan kecendrungan untuk berperilaku.Berdasarkan uraain singkat di atas, penulis mengilustrasikan proses terbentuknya perilaku individu dalam sebuah bagan 1, seperti dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagan 1.&lt;br /&gt;Proses Pembentukan Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Baderel Munir: Dinamika Kelompok, Penerapannya Dalam Laboratorium Ilmu Perilaku, Unisri Pelembang, 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-Unsur Pembentuk Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku seseorang terbentuk melalui dari berbagai unsure-unsur yang bersifat alamiah maupun bersifat non alamiah. Secara skematis unsure-unsur pembentuk perilaku dapat dilihat pada bagan 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagan 2:&lt;br /&gt;Unsur-Unsur Pembentuk Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: J.N. Biraber, Majalah Ciba Review: Epidemiology, 1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Perubahan Perilaku dan Determinannya&lt;br /&gt;Skinner, mengemukakan bahwa perilaku adalah merupakan hasil hubungan antara peransang (stimulus) dan tanggapan (respon). Secara operasional perilaku diartikan sebagai suatu respon seseorang terhadap rangsangan (stimlus) dari luar subjek.&lt;br /&gt;Menurut Bloom, membagi perilaku manusia kedalam 3 domain (ranah) yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Ketiga ranah tersebut diukur melalui : pengetahuan (knowledge) sikap/tanggapan (attitude) dan praktek (practical).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengetahuan&lt;br /&gt;Pengetahuan adalah merupakan hasil tahu yang terjadi setelah seseorang malakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan merupkan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.&lt;br /&gt;Menurut Rogers bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru) di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yaitu :&lt;br /&gt;a. Awarenes (kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus.&lt;br /&gt;b. Interest (merasa tertarik) terhadap stimulus atau objek tersebut.&lt;br /&gt;c. Evaluation (menimbang-nimbang) terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya.&lt;br /&gt;d. Trial, subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh stimulus.&lt;br /&gt;e. Adaption, subjek telah berperilaku sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus&lt;br /&gt;Pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat yaitu:&lt;br /&gt;a. Tahu (know) artinya mengingat kembali suatu materi (Recall) yang telah dipelajari.&lt;br /&gt;b. Memahami (comprehension) artinya kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui.&lt;br /&gt;c. Aplikasi adalah kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi sebenarnya.&lt;br /&gt;d. Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau objek kedalam komponen-komponen yang masih dalam suatu struktur organisasi.&lt;br /&gt;e. Sintesis adalah kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang sudah ada.&lt;br /&gt;f. Evaluasi adalah kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek.&lt;br /&gt;Pengetahuan dapat diukur dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sikap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Likert (Azwar, 1995) sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan seseorang terhadap satu objek perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable).&lt;br /&gt;Menurut Notoatmodjo orang mau menerima dan memperhatikan tingkatan, antara lain:&lt;br /&gt;a. Menerima artinya orang mau menerima dan memperhatikan stimulus yang diberikan objek.&lt;br /&gt;b. Merespon artinya memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas adalah suatu indikasi dari sikap.&lt;br /&gt;c. Menghargai artinya mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain suatu masalah.&lt;br /&gt;d. Bertanggungjawab adalah bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko.&lt;br /&gt;Pengukuran sikap dilakukan dengan cara langsung dan tidak langsung. Secara langsung dapat ditanyakan bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek (sangat setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Praktek atau Tindakan&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung yang memungkinkan, antara lain fasilitas dan dukungan (support). Praktek meliputi beberapa tingkat antara lain :&lt;br /&gt;a. Persepsi adalah mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil.&lt;br /&gt;b. Respon terpimpin yaitu dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar.&lt;br /&gt;c. Mekanisme yaitu apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis dan sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan.&lt;br /&gt;d. Adaptasi adalah suatu praktek yang sudah berkembang dengan baik, artinya tindakan itu sudah dimodifikasi sendiri tanpa mengurangi kebenaran.&lt;br /&gt;Pengukuran perilaku dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan mengobservasi tindakan atau kegiatn responden, atau secara tak langsung dengan wawancara terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan (Recall).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-Faktor Perubahan Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajzen dan Fishbein (1980) dalam Teori “Behavioral Intention theory“ atau Theory of reasoned Action, yang menghubungkan antara keyakinan (beliefs),sikap(attitude),kehendak/intensi (intention), dan perilaku seseorang. Menyatakan bahwa intensi merupakan prediktor terbaik dari perilaku, dan Sikap merupakan hasil pertimbangan untung dan rugi dari perilaku tersebut(outcomes of the behavior). Disamping itu seseorang juga mempertimbangkan pentingnya konsekuensi-konsekuensi yang akan terjadi bagi individu (evaluation regarding the outcome). Norma sosial mengacu pada keyakinan seseorang terhadap bagaimana dan apa yang dipikirkan orang-orang yang dianggapnya penting(referent persons) dan motivasi seseorang untuk mengikuti pikiran tersebut.&lt;br /&gt;Menurut Mantra (1997), Perilaku ialah respon individu terhadap stimulasi, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya. Perubahan perilaku perlu waktu yang lama dan diperlukan rangsangan untuk merubah perilaku. Rangsangan tersebut meliputi: rangsangan fisik, rangsangan rasional, rangsangan emosional, ketrampilan, jaringan perorangan dan keluarga (Family and personal Network), struktur sosial, biaya ekonomi dan sosial serta perilaku yang bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ewles dan Simnett (1994), promosi kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol terhadap, dan memperbaiki, kesehatan mereka.&lt;br /&gt;Menurut Depkesos (2000), promosi kesehatan adalah upaya pemberdayaan lingkungannya. Memberdayakan adalah upaya untuk membangun daya atau mengembangkan kemandirian, yang dilakukan dengan menimbulkan kesadaran, kemauan dan kemampuan, serta dengan mengembangkan iklim yang mendukung kemandirian tersebut. Istilah dan pengertian promosi kesehatan merupakan pengembangan dan rangkuman dari Pendidikan kesehatan, penyuluhan kesehatan, komunikasi, informasi dan edukasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi kesehatan adalah proses memberdayakan/memandirikan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan, serta pengembangan lingkungan sehat, (Dachroni dkk,2000).&lt;br /&gt;Konsep perubahan perilaku menurut L. Green (1980), menyatakan bahawa perilaku seseorang akan berubahan dapat diupayakan melalui usaha-usaha pendidikan kesehatan (health education) dan atau promosi kesehatan. Sedangkan keberhasilan pendidikan kesehatan dan atau promosi kesehatan menurutnya, antara lain dipengaruhi oleh faktor pendukung (predisposing), meliputi aspek pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, paraktek dan kebiasaan, dan dipengaruhi oleh faktor pemudah (enabling), seperti potensi sumber daya masyarakat, keterjangkuan, tersedianya fasilitas kesehatan, dll, serta faktor pendukung (reinforcing), seperti sikap &amp; perilaku petugas kesehatan, dukungan toma, saran keluarga, teman dan bantuan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Implikasi Perilaku Individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku seseorang menurut Kurt Lewin, harus dilihat dalam konteksnya, artinya dalm situasi dan kondisi apa perilaku itu terjadi. Perhatian pada dua konteks ini penting, karena perilaku manusia bukan sekedar respons terhadap stimulan yang diterimanya saja, akan tetapi merupakan produk akhir atau resultan dari berbagai gaya yang mempengaruhinya secara spontan. Lein menyebut gaya-gaya tersebut sebagai ruang hayat (life space), yang terdiri dari semua tujuan, serta semua factor yang disadarinya dan kesadaran dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Meminjam istilah dalam matematika, Lewin menjelaskan bahwa perilaku seseorang merupakan fungsi dari kepribadian dan pengaruh lingkungan disekitarnya, yang kemudian di formulasikan dalm bentuk rumus, seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B=Behavior, P= Personal, E= Environtment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku seseorang, pada saat tertentu, merupakan totalitas dari interaksi antara factor personal, yaitu unsure internal yang ada dalam dirinya, seperti nilai-nilai yang diyakininya, tingkat kecerdasan dan sebagainya, dengan factor lingkungan, yaitu unsure eksternal, yang secara psikologis mempengaruhi dirinya, seperti adat-istiadat dan norma-norma yang berlaku di masyarakat dan tata ruang lingkungannya (Rahmat, 1986). Apabila sejumlah individu membawa perilaku dan masing-masing kepribadiannya ke dalam kelompok, maka akan terjadi proses interaksi sedemikian rupa, sehingga menghasilkan suatu totalitas kelompok yang mirip medan magnet dalam ilmu fisika&lt;br /&gt;Selanjutnya menurut Lewin ada tiga bentuk kekuatan yang berpengaruh dalam sebuah medan, yang berasal dari seorang aktor, yaitu appreciation, influence dan control (AIC). Ketiga kekuatan tersebut sekaligus mempunyai aktor/individu yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain, menghasilkan suatu totalitas atau resultante gaya, yang realitanya tergambar sebagai perilaku kelompok secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Perilaku individu dalam akan terwujud dalam di lingkungan kelompoknya, dalam bentuk:&lt;br /&gt;1. Apreciation (penghargaan): merupakan kekuatan yang bersumber dari hubungan penghargaan dari seorang aktor terhadap lingkungan disekitarnya, terhadap individu yang berpengaruh terhadap tujuannya.&lt;br /&gt;2. Influence (pengaruh): merupakan kekuatan yang bersumber dari adanya pengaruh yang diberikan oleh seorang aktor terhadap lingkungannya.&lt;br /&gt;3. Controll (kontrol): merupakan kekuatan yang bersumber pada kemampuan seseorang aktor untuk mengontrol dan mengendalikan segenap potensi diri dan seluruh sumber daya yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Dengan demikian setiap individu dalam kelompok akan memiliki tanggung jawab: 1) kepada dirinya sendiri, berupa daya kontrol, dimana ia bias melakukan pilihan, membuat rencana, melakukan refleksi, serta melakukan tindakan melalui sumber daya yang dimilikinya, 2) kepada individu lain disekitarnya berupa daya pengaruh, melalui suatu bentuk dialog, menyusun strategi dan kebijaksanaan tertentu, 3) kepada kelompok atau lingkungannya berupa daya apresiasi. Kekuatan-kekuatan tersebutlah yang merupakan wujud perilaku individu dalam konteks fungsi perilaku kelompok, yang secara mekanistis membentuk dinamika kelompok.&lt;br /&gt;Wujud perilaku individu di atas sangat dipengaruhi juga oleh karakteristik individu, seperti : 1) Persepsi; 2) Motivasi; 3) Gaya Belajar; dan 4) Inventarisasi Gaya Kepribadian&lt;br /&gt;Dalam konteks kesehatan, implikasi perilaku individu akan secara jelas tergambar pada perilaku dirinya dalam memahami dan mempersepsikan perilaku sehat sebagai bagian dari perilaku hidupnya. Perilaku sehat individu dapat berupa persepsi, pengetahuan, sikap, motivasi, kepedulian, dan perilaku/tindakan kaitannya dengan gaya hidup sehat, seperti personal hygiene, kebiasaan makan, istirahat, olah raga, bekerja, beraktualisasi social, mencari pengalaman baru, beribadat dan lain sebagainya. Perilaku-perilaku sehat individu akan dimanifestasikan dalam perilaku sehat kelompok, dalam rangka mencapai tujuan sehat dirinya dan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Implikasi Perilaku Kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pakar sosilogi membedakan antara istilah kerumunan (crowding) dengan kelompok (grouping), namun pakar dinamika kelompok tidak terlalu peduli dengan perbedaan tersebut, seperti definisi Brodbeck &amp; Lewin (1958): kelompok adalah individu-individu yang mempunyai hubungan-hubungan tertentu, yang membuat mereka saling ketergantungan satu sama lain dalam ukuran-ukuran yang bermakna.&lt;br /&gt;Malkolm and Knowles (1975), kualifikasi perilaku berkelompok:&lt;br /&gt;1. Keanggotaan yang jelas, teridentifikasi melalui nama atau identifikasi lainnya.&lt;br /&gt;2. Adanya kesadaran kelompok, dimana semua sadar dan berpersepsi mereka adalah bagian dari kelompok dan sementara di luar mereka adalah bukan kelompoknya.&lt;br /&gt;3. Suatu perasaan adanya kesamaan tujuan&lt;br /&gt;4. Saling ketergantungan dalam upaya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kelompok dan individu&lt;br /&gt;5. Terjadinya interaksi, berkomunikasi dan mempengaruhi dalam melakukan aktifitasnya.&lt;br /&gt;6. Kemampuan untuk berperilaku dengan cara tertentu yang telah disepakati kelompok.&lt;br /&gt;Manusia sebagai individu membutuhkan kelompok untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karena ia adalah mahluk individu sekaligus mahluk social. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan berbagai upaya. Upaya tersebut selalu berpedoman kepada pengetahuan kebudayaan yang dimiliki dan digunakannya untuk mempersepsikan suatu objek yang dihadapinya, dan disertai dengan harapan-harapan teretntu kepada objek, kemudian bertindak sesuatu atau berperilaku terhadap objeknya atas dasar kesepakatan kelompok.&lt;br /&gt;Secara mekanistis, kelompok bisa terbentuk melalui kedekatan (proximity) dan daya tarik (atraction) tertentu. Selain itu adanya kesamaan tujuan dan alasan ekonomi dapat pula sebagai alasan mengapa ia berperilaku dalam kelompok (Gibson, at.al, 1992). Meskipun manusia secara individual mempunyai perbedaan kebutuhan, namun sesungguhnya amnusia memiliki sifat konformitas, kemauan untuk menyesuaikan diri terhadap apa yang diinginkan orang lain, meskipun ia sebenarnya tidak ingin berperilaku demikian. Sifat konformitas ini didasarkan atas rasa takut dicela dari lingkungan kelompoknya.&lt;br /&gt;Bagaimana sekumpulan individu yang semula berbeda, belum saling mengenal, kemudian menjadi sebuah kelompok yang solid dan kohesif, jawabannya adalah adanya rasa saling percaya (trust) diantara mereka. Namun demikian, sekohesif atau sesolid apapun kelompok, kemungkinan terjadi perpecahan kelompok, merupakan fenomena yang menarik dalam perilaku kelompok.&lt;br /&gt;Dalam konteks implikasi perilaku kelompok terhadap kesehatan, pada dasarnya perilaku kelompok mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya status kesehatan masyarakat. Perilaku sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan menurut HL. Blum, selain lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturunan, merupakan realitas yang sudah terbukti. Demikian pula pada perilaku kelompok, efek pengaruhnya justru semakin besar terhadap status kesehatan, karena perilaku sehat kelompok merupakan sekumpulan individu yang sepaham dan sepakat untuk bertindak terhadap sesuatu terhadap objek kesehatan.&lt;br /&gt;Perilaku kelompok dalam kaitannya dengan perilaku sehat, dapat dikelompokkan menjadi: 1) perilaku sehat kelompok temporer, yaitu perilaku dari sekelompok orang terhadap objek kesehatan yang bersifat sementara, dimana bila tujuan kelompok telah tercapai, maka kelompok tersebut membubarkan diri, contoh kelompok ibu hamil yang mengikuti senam hamil atau mengikuti tabulin, JPKM dan lainnya 2) perilaku sehat kelompok permanent, yaitu perilaku kelompok terhadap objek kesehatan yang bersifat “abadi” sesuai dengan kesepakatan atau komitment-nya, sampai tujuannya tercapai. Contohnya keluarga sehat, dimana satu keluarga besar (nuclear family) terdiri dari Kakek, Nenek, Bapak, Ibu dan anak-anaknya bersepakat untuk hidup bersih dan sehat.&lt;br /&gt;Akan tetapi pada kenyataannya, sesungguhnya tidak ada satupun di dunia ini yang permanent, sehingga sering pula kelompok kecil seperti RT pun bisa pecah. Kekompakan maupun keberantakan kelompok sangat dipengaruhi oleh: 1) kepemimpinan yang ada di kelompok, 2) kecocokan anggota-anggotanya, 3) besar kecilnya perhatian anggota terhadap proses yang terjadi dalam kelompok (Malcolm-Konwles, 1975).&lt;br /&gt;Perilaku kelompok merupakan suatu kehidupan yang sangat kompleks dan rumit, seperti halnya manusia, mempunyai proses pertumbuhan, yaitu: tahap bayi, tahap kekanak-kanakan dan tahap dewasa. Dalam setiap tahapan tersebut perlu diperhatikan dimensi perilakunya, diemnsi tugas atau hasilnya, dimensi hubungan pribadi dan dimensi kepemimpinannya. Masing-masing dimensi berimplikasi terhadap perilaku sehat dan kesehatannya masing-masing anggota kelompok.&lt;br /&gt;Menurut Tuckman at.al (1982) fase pertumbuhan kelompok adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Implikasi Perilaku Massa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu-individu yang mempunyai minat yang sama dan merasa saling memiliki membentuk sebuah masyarakat dan individu-individu yang mempunyai ikatan emosional dan ikatan primordial yang sama akan membentuk massa. Di masyarakat orang biasanya mempunyai norma yang sama, sejarah yang sama (atau latar belakang) dan menerima bentuk perilaku tertentu dari sekumpulan individu-individu sebagai bentuk perilaku yang normal bagi semua anggota masyarakat. Perilaku-perilaku dari sekumpulan individu tersebut pada mulanya hanya menjadi perilaku kelompok, kemudian seiring dengan berjalannya waktu, maka perilaku kelompok bertambah individu-individu baru yang mempunyai kesamaan norma, latar belakang budaya, keturunan, ras dan hubungan darah. Pertambahan individu baru tersebut kemudian bertambah banyak dan pada titik tertentu terjadilah kesepakatan dan kesepahaman membentuk perilaku masyarakat (WHO, 1992).&lt;br /&gt;Sama dalam hal proses terbentuknya perilaku masyarakat, maka perilaku massa merupakan sekumpulan perilaku individu-individu yang karena mempunyai latar belakang kesamaan emosional dan ikatan primordial, seperti norma, kepercayaan, kebudayaan, rasa kedaerahan, agama, sedarah (keturunan), dan lainnya, sepakat membentuk perilaku kelompok, kemudian dalam jumlah banyak membentuk perilaku massa.&lt;br /&gt;Perbedaan perilaku masyarakat dengan perilaku massa terletak pada kekuatan ikatan emosional dan primordial tersebut. Perilaku masyarakat cenderung permanen &amp; stabil sesuai dengan keberadaan masyarakat itu sendiri, sedangkan perilaku massa cenderung lebih temporer dan instabil. Contoh perilaku masyarakat dalam membangun rumah, merayakan resepsi pernikahan, menguburkan jenazah, merayakan panen, menghadapi musim kemarau dan lainnya. Sedangkan contoh perilaku massa, antara lain kerumunan massa pada saat kampanye, menonton pertunjukkan sepak bola, mendengarkan khotbah, mengikuti pemilihan lurah, demonstrasi, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Menurut Wayne (1979), yang melakukan pengkajian terhadap perilaku massa, kaitannya dengan program kesehatan menemukan, bahwa dalam upaya menggerakkan/memobilisasi perilaku massa agar mempraktekan pesan-pesan promosi kesehatan dalam kehidupannya, dapat dilakukan dengan menggunakan 4 pendekatan yaitu :&lt;br /&gt;1. Pendekatan kesesuaian(compatibility approach),&lt;br /&gt;2. Pendekatan pembentukan kebiasaan (habit formation),&lt;br /&gt;3. Pendekatan pengontrolan arus komunikan(control of audience flows),&lt;br /&gt;4. Pendekatan daya penarik massa(mass appeal)&lt;br /&gt;Dalam pendekatan kesesuaian, yang harus diperhatikan adalah “waktu” penyampaian pesan, penyampaian pesan harus dijadwalkan sesuai dengan kesibukan mereka, maksudnya adalah bahwa aktivitas komunikasi yang dilakukan untuk promosi kesehatan ini, jangan sampai mengganggu aktivitas hidup mereka yang penting. Hal ini untuk menghindari terjadinya “rasa terpaksa” hadir dalam aktivitas penyuluhan. Pesan-pesan promosi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan mereka dalam hal waktu, biaya, tenaga ketika komunikan dituntut untuk melakukan/mempraktekkan isi pesan itu.&lt;br /&gt;Pendekatan pembentukan kebiasaan, yaitu dengan aktivitas komunikasi penyuluhan yang dilakukan secara intensif dan kontinyuitas yang tinggi, diharapkan isi pesan dapat membentuk suatu kesadaran bahwa perilaku hidup sehat itu adalah suatu kebutuhan dan hal ini dilakukan atas inisiatif sendiri, dan bukan bukan karena atas suatu perintah atau di suruh orang lain. Dengan kata lain pendekatan ini diharapkan dapat membentuk dan membangun kesadaran pada masyarakat bahwa hidup sehat adalah suatu hal yang hakiki tanpa harus melalui perintah orang lain.&lt;br /&gt;Pendekatan pengontrolan arus komunikan, pendekatan ini dilakukan untuk mengetahui dan kemudian meminimalisir faktor-faktor yang dapat mengganggu munculnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Dengan kata lain harus diantisipasi apa kira-kira hal yang menjadikan aktivits promosi kesehatan tidak berjalan optimal atau bahkan gagal sama sekali, untuk kemudian dirumuskan langkah-langkah selanjutnya agar factor pengganggu itu dapat dihindari atau bahkan dihilangkan.&lt;br /&gt;Pendekatan daya penarik massa, dimaksudkan dalam kegiatan komunikasi penyuluhan kesehatan hendaknya disajikan dengan menggunakan daya penarik berupa adanya “reward” atau ganjaran untuk komunikan, apabila dia melakukan/mempraktekkan isi pesan. Komunikator dituntut harus mampu menunjukkan keuntungan-keuntungan apa yang bakal diperoleh komunikan apabila mereka melaksanakan isi pesan. Keuntungan-keuntungan yang ditunjukkan hendaknya realistis dan tidak mengada-ada, untuk menghindarkan terjadinya kebohongan/penipuan. Sebab sekali masyarakat dikecewakan/dobohongi oleh suatu aktivitas komunikasi penyuluhan, maka akan sulit sekali unutk membangun keprcayaan dirinya lagi.&lt;br /&gt;Untuk mempengaruhi agar terjadi perilaku massa, kaitannya dengan pelibatan massa dalam program kesehatan, maka diperlukan pengimplementasikan sebuah kegiatan komunikasi promosi kesehatan, dengan langkah-langkah operasional sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Dalam kegiatan penyuluhan, komunikator hendaknya memerankan diri sebagai fasilitator dan bukan sebagai guru, dengan cara ini diharapkan komunikator juga mau belajar dari pengalaman komunikannya, serta membeikan prakarsa-prakarsa yang lebih besar pada diri komunikannya.&lt;br /&gt;• Harus disenergikan antara pengalaman dan pengetahuan tradisional yang produktif dengan pengetahuan dan pengalaman yang modern(inovatif) yang relevan dengan kondisi masyarakatnya. Dengan cara ini akan terjadi proses saling melengkapi dan menyempurnakan dalam kegiatan komunikasi kesehatan ini (Karsidi,2001).&lt;br /&gt;Agar hal itu dapat terlaksana maka harus dilakukan tindakan-tindakan yang berupa :&lt;br /&gt;1. Pengenalan masalah, kebutuhan dan potensi yang ada dalam masyarakat, dengan cara menggali informasi-informasi yang mengungkapkan kharaktristik dan potensi yang ada pada diri komunikannya.&lt;br /&gt;2. Merumuskan suatu skala prioritas untuk dijadikan sebagai acuan tindakan dalam menangani permasalahan yang dihadapi itu.&lt;br /&gt;3. mengidentifikasikan alternatif-alternatif pemecahan masalah dalam bentuk diskusi-diskusi antara komunikator dan komunikannya(masyaarakat).&lt;br /&gt;4. Pemilihan alternatif pemecahan masalah yang paling tepat berdasarkan kemampuan sumber daya komunikan dan kemudian kemudian mengenalkannya kepada komunikan(masyarakat).&lt;br /&gt;5. Menyusun jadwal kegiatan yang konkrit, serta prsonil-personil yang akan bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan ini. Penyusunan jadwal kegaiatan ini harus melibatkan penyuluh dan komunikan guna diperoleh masukan-masukan untuk penyempurnaan dan ketepatannya.&lt;br /&gt;6. Dilakukan pemantauan dan pengamatan kegiatan. Semua kegiatan yang telah dijadwalkan perlu dipantau secara berkelanjutan oleh komunikator(penyuluh) bersama sasaran penyuluhnya untuk melihat kesesuaiannya dengan rencana yang telah di susun, jika menyimpang perlu tindakan-tindakan untuk meluruskannya lagi.&lt;br /&gt;7. Evaluasi dan rencana tindak lanjut, setelah suatu tahapan kerja selesai maka, hasilnya di evaluasi, apakah hasilnya sudah sesuai dengan harapan atau belum (Karsidi,2001).&lt;br /&gt;Jadi apabila sebuah kegiatan komunikasi massa dapat dilaksanakan dengan menggunakan rancangan strategis yang terukur serta dilakukan langkah-langkah operasional yang jelas, maka perubahan perilaku massa diharapkan efektif, dan terjadi perubahan perilaku yang lebih lama (permanen) dan tidak hanya didasarkan ikatan emosional serta primordialisme.&lt;br /&gt;Implikasi pengaruh perilaku massa terhadap kesehatan dapat tercermin dari partisipasi masyarakat dalam program-program kesehatan. Seperti program pemberantasan sarang nyamuk melalui program 3 M, partisipasi masyarakat dalam kegiatan PIN, program pencegahan anti merokok, program pemberantasan narkoba dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Keberhasilan program promosi kesehatan dalam mempengaruhi perilaku massa, sangat tergantung dari kemampuan kita untuk membuat opini publik melalui berbagai media, baik media massa (cetak &amp; elektronik), media tradisional, media pendidikan, seminar, advokasi dan lain-lainnya. Apabila opini publik sudah terbentuk, maka tugas kita adalah menggerakan atau memobilisasi masyarakat dan atau memberdayakan mereka melalui berbagai kegiatan program kesehatan.&lt;br /&gt;Namun hal yang harus diingat dalam memanage perilaku massa ini, adalah sifat dari perilaku massa adalah instabil dan cenderung emosional, sehingga diperlukan penjagaan terhadap kondisi yang kondusif dan menyejukkan dalam rangka upaya mencapai tujuan. Yang penting lagi, adalah jangan sampai program kesehatan tersebut merugikan masyarakat, atau dalam pelaksanaannya massa dibohongi dengan berbagai ketidakjujuran, seperti kebohongan publik, pemerdayaan, korupsi, kolusi dan nepotisme yang sekarang menjadi sesuatu yang tabu di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOAL UJI DIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran modul ini tercapai, maka jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas:&lt;br /&gt;1. Jelaskan definisi ilmu perilaku menurut para Soekidjo &amp; Sarwono ?&lt;br /&gt;2. Apa saja factor-faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku menurut Mantra ?&lt;br /&gt;3. Jelaskan pengertian perilaku individu ?&lt;br /&gt;4. Jelaskan 2 macam implikasi perilaku kelompok terhadap kesehatan ?&lt;br /&gt;5. Jelaskan implikasi perilaku massa terhadap kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah pertanyaan diatas sesuai dengan pemahaman Saudara, dengan cara tanpa terlebih dahulu membuka isi modul dan melihat kunci jawaban.&lt;br /&gt;Setelah menjawab, maka ceklah jawaban Saudara dengan kunci jawaban berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian perilaku menurut Soekidjo &amp; Sarwono, dapat dibatasi sebagai keadaan jiwa (berpendapat, berpikir, bersikap, berpersepsi, dll) untuk memberikan responsi terhadap situasi di luar subjek tersebut. Respon ini dapat bersikap pasif (tanpa tindakan) dan dapat bersifat aktif (tanpa tindakan). Bentuk operasionalisasi dari perilaku dikelompokkan menjadi 3 jenis: 1) Perilaku dalam bentuk Pengetahuan, yakni dengan mengetahui situasi atau rangsangan dari luar; 2) Perilaku dalam bentuk Sikap, yakni tanggapan bathin terhadap keadaan atau rangsangan dari luar diri si subjek; 3) Perilaku dalam bentuk tindakan yang sudah konkret, berupa perbuatan (action) terhadap situasi dan atau rangsangan dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menurut Mantra (1997), Perilaku ialah respon individu terhadap stimulasi, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya. Perubahan perilaku perlu waktu yang lama dan diperlukan rangsangan untuk merubah perilaku. Rangsangan tersebut meliputi: rangsangan fisik, rangsangan rasional, rangsangan emosional, ketrampilan, jaringan perorangan dan keluarga (Family and personal Network), struktur sosial, biaya ekonomi dan sosial serta perilaku yang bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perilaku seseorang, pada saat tertentu, merupakan totalitas dari interaksi antara factor personal, yaitu unsure internal yang ada dalam dirinya, seperti nilai-nilai yang diyakininya, tingkat kecerdasan dan sebagainya, dengan factor lingkungan, yaitu unsure eksternal, yang secara psikologis mempengaruhi dirinya, seperti adat-istiadat dan norma-norma yang berlaku di masyarakat dan tata ruang lingkungannya (Rahmat, 1986).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perilaku kelompok dalam kaitannya dengan perilaku sehat, dapat dikelompokkan menjadi: 1) perilaku sehat kelompok temporer, yaitu perilaku dari sekelompok orang terhadap objek kesehatan yang bersifat sementara, dimana bila tujuan kelompok telah tercapai, maka kelompok tersebut membubarkan diri, contoh kelompok ibu hamil yang mengikuti senam hamil atau mengikuti tabulin, JPKM dan lainnya, 2) perilaku sehat kelompok permanent, yaitu perilaku kelompok terhadap objek kesehatan yang bersifat “abadi” sesuai dengan kesepakatan atau komitment-nya, sampai tujuannya tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hal yang harus diingat dalam memanage perilaku massa ini, adalah sifat dari perilaku massa adalah instabil dan cenderung emosional, sehingga diperlukan penjagaan terhadap kondisi yang kondusif dan menyejukkan dalam rangka upaya mencapai tujuan. Yang penting lagi, adalah jangan sampai program kesehatan tersebut merugikan masyarakat, atau dalam pelaksanaannya massa dibohongi dengan berbagai ketidakjujuran, seperti kebohongan publik, pemerdayaan, korupsi, kolusi dan nepotisme yang sekarang menjadi sesuatu yang tabu di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpan Balik dan Tindak Lanjut&lt;br /&gt;Cocokan jawaban anda dengan kunci jawaban dibawah ini. Hitung jawaban anda yang benar. Kemudian gunakan rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda dalam materi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian:&lt;br /&gt;Jumlah jawaban anda yang benar&lt;br /&gt;Tingkat penguasaan = —————————————- x 100%&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Arti tingkat penguasaan yang anda capai:&lt;br /&gt;90 – 100% = baik sekali&lt;br /&gt;80% – 89% = baik&lt;br /&gt;89% - 79% = cukup&lt;br /&gt;&lt; 69% = kurang&lt;br /&gt;PENUGASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Amatilah perilaku rekan-rekan kerja (atasan, sejawat dan bawahan) di tempat kerja Suadara ?&lt;br /&gt;• Pilahlah mana yang termasuk perilaku individu, perilaku kelompok dan perilaku massa ?&lt;br /&gt;• Mana diantara perilaku tersebut yang paling menonjol, individu, kelompok ataukah massa ?&lt;br /&gt;• Bagaimana dengan perilaku sehat, apakah menjadi perilaku individu-individu saja, kelompok atau massa?&lt;br /&gt;• Seberapa besar perilaku sehat terlihat pada perilaku individu, kelompok dan massa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RANGKUMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu perilaku adalah suatu ilmu multidispliner. Maksudnya pengkajian ilmu perilaku itu menyangkut banyak aspek yang dikaji/ditinjau dari berbagai macam ilmu. Hal ini wajar karena perilaku merupakan refleksi dari berbagai macam aspek, baik fisik maupun non fisik. Setidaknya ada tiga kelompok ilmu yang mempelajari perilaku, yaitu ilmu social, antropologi dan psikologi. Objek atau sasaran ilmu perilaku adalah perilaku manusia (human behavior).&lt;br /&gt;Konsep perubahan perilaku menurut L. Green (1980), menyatakan bahawa perilaku seseorang akan berubahan dapat diupayakan melalui usaha-usaha pendidikan kesehatan (health education) dan atau promosi kesehatan. Sedangkan keberhasilan pendidikan kesehatan dan atau promosi kesehatan menurutnya, antara lain dipengaruhi oleh faktor pendukung (predisposing), meliputi aspek pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, paraktek dan kebiasaan, dan dipengaruhi oleh faktor pemudah (enabling), seperti potensi sumber daya masyarakat, keterjangkuan, tersedianya fasilitas kesehatan, dll, serta faktor pendukung (reinforcing), seperti sikap &amp; perilaku petugas kesehatan, dukungan toma, saran keluarga, teman dan bantuan masyarakat.&lt;br /&gt;Meminjam istilah dalam matematika, Lewin menjelaskan bahwa perilaku seseorang merupakan fungsi dari kepribadian dan pengaruh lingkungan disekitarnya&lt;br /&gt;Secara mekanistis, perilaku kelompok bisa terbentuk melalui kedekatan (proximity) dan daya tarik (atraction) tertentu. Selain itu adanya kesamaan tujuan dan alasan ekonomi dapat pula sebagai alasan mengapa ia berperilaku dalam kelompok (Gibson, at.al, 1992).&lt;br /&gt;Untuk mempengaruhi individudan tau kelompok agar terjadi perilaku massa, kaitannya dengan pelibatan massa dalam program kesehatan, maka diperlukan pengimplementasikan sebuah kegiatan komunikasi promosi kesehatan yang terrencana dan terprogram secara jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER BACAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Baderel Munir. Dinamika Kelompok: Penerapannya Dalam Laboratorium Ilmu Perilaku. Penerbit University Of Sriwijaya Press, Palembang, 2001&lt;br /&gt;2. Soetarlinah Soekadji. Modifikasi Perilaku: Penerapan Sehari-hari dan Penerapan Profesional. Penerbit: Liberty, Yogyakarta, 1993.&lt;br /&gt;3. Soekidjo N &amp; Solita Sarwono. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan. Penerbit FKM UI, Jakarta, 1985.&lt;br /&gt;4. Rika Subarniati, dkk. Dasar-Dasar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Bagian Pnedidikan Kesehatan &amp; Perilaku. Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair, Surabaya. 1996.&lt;br /&gt;5. WHO. Pendidikan Kesehatan: Pedoman Pelayanan Kesehatan Dasar. Penerbit ITB Bandung dan Universitas Udayana, Bali, 1992. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d4"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-1086713720546047253?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/1086713720546047253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/ilmu-perilaku-2-wd-nurhaeny-emba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1086713720546047253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1086713720546047253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/ilmu-perilaku-2-wd-nurhaeny-emba.html' title='ILMU PERILAKU 2 , WD NURHAENY EMBA SAPUTRI'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-107039623930899825</id><published>2010-05-09T17:56:00.002+08:00</published><updated>2010-05-31T15:41:38.930+08:00</updated><title type='text'>ILMU PERILAKU, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI</title><content type='html'>ILMU PERILAKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=80FF00&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bigextracash Extra Cash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earn Money From Your Website Signnup dapat $5 Minimal Pay0ut : $200 Pendaftaran Gratis klik di gambar di bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigextracash.com/aft/4bfb779892a02/a10a452b.html" target="_top"&gt;&lt;img src="http://banners.bigextracash.com/banner_1_468x60.gif" border="0" alt="Get cash from your website. Sign up as affiliate." title="Get cash from your website. Sign up as affiliate." width="468" height="60" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="border:0" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/imp.php?a_aid=4bfb779892a02&amp;a_bid=a10a452b" width="1" height="1" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku adalah aktivitas organism atau makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku merupakan respon atau reaksi terhadap stimulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulus —- organism — respon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis respon&lt;br /&gt;1.    Respondent respons (Reflexive respons0&lt;br /&gt;Yaitu respon yang ditimbulkan oleh stimulus tertertu yang disebut ecliting stimuli karena menimbulkan respon yang relative tetap&lt;br /&gt;2.    Operant respon&lt;br /&gt;Respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimuli lain (Reinforcing stimuli/reinforce)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Perilaku&lt;br /&gt;1.    Perilaku tertutup (covert behavior)&lt;br /&gt;Terjadi bila respon terhadap stimulus tersebut masih belum dapat diamati orang lain secara jelas. Covert behavior dapat diukur : pengetahuan, sikap&lt;br /&gt;2.    Perilaku terbuka (overt behavior)&lt;br /&gt;Terjadi bila respon terhadap stimulus tersebut sudah berupa tindakan yang dapat diamati oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu-ilmu Dasar Perilaku&lt;br /&gt;Perilaku terbentuk dari 2 faktor :&lt;br /&gt;1.    Stimulus 9eksternal)&lt;br /&gt;Lingkungan fisik, sosial, budaya&lt;br /&gt;2.    Respons (internal)&lt;br /&gt;Perhatian, pengamatan, motivasi, persepsi, intelegensi, fantasi&lt;br /&gt;Respon seseorang terhadap stimulus yang berhubungan dengan sehat, sakit, penyakit dan faktor-faktor yang mempengaruhi sekahat sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku kesehatan :&lt;br /&gt;1.    Perilaku orang sehat&lt;br /&gt;Perilaku preventif dan promotif&lt;br /&gt;2.    Perilaku orang sakit&lt;br /&gt;Perilaku mencari pertolongan pengobatan untuk mencari kesembuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku sehat (Healthy behavior)&lt;br /&gt;1.    Makan dengan minum seimbang&lt;br /&gt;2.    Kegiatan fisik cukup dan teratur&lt;br /&gt;3.    Tidak merokok dan minum-minuman keras&lt;br /&gt;4.    Istirahat yang cukup&lt;br /&gt;5.    Pengendalian atau manajemen stress&lt;br /&gt;6.    Perilaku/gaya hidup positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku sakit (illness behavior)&lt;br /&gt;1.    Didiamkan saja (no action)&lt;br /&gt;2.    Pengobatan sendiri (self treatment)&lt;br /&gt;3.    Mencari penyembuhan/pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan (hak dan kewajiban) orang sakit ;&lt;br /&gt;1.    Tindakan untuk mengenal, mengetahui fasilitas kesehatan yang tepat untuk memperoleh kesembuhan&lt;br /&gt;2.    Melakukan kewajibannya sebagai pasien&lt;br /&gt;3.    Tidak melakukan sesuatu yang merugikan proses penyembuhannya&lt;br /&gt;4.    Melakukan kewajiban agar tidak kambuh penyakitnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan&lt;br /&gt;Adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indranya&lt;br /&gt;Tingkat pengetahuan :&lt;br /&gt;1.    Tahu (know)&lt;br /&gt;2.    Memahami (comperehensif)&lt;br /&gt;3.    Aplikasi (application)&lt;br /&gt;4.    Analisa 9analysisi&lt;br /&gt;5.    Sintesis 9synthesis0&lt;br /&gt;6.    Evaluasi (evaluation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap&lt;br /&gt;Adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau obyek tertentu yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi (Campbell)&lt;br /&gt;Adalah kesiapan seseorang untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu 9Newcomb)&lt;br /&gt;Komponen sikap :&lt;br /&gt;1.    Kepercayaan, keyakinan, ide, konsep trehadap objek&lt;br /&gt;2.    Kehidpan emosionil/evaluasi terhadap objel&lt;br /&gt;3.    Kecenderungan orang untuk bertindak&lt;br /&gt;Tingkatan sikap :&lt;br /&gt;1.    Menerima (receiving)&lt;br /&gt;2.    Menghargai (valuing)&lt;br /&gt;3.    Menanggapi (responding)&lt;br /&gt;4.    Bertanggungjawab (responsible)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-107039623930899825?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/107039623930899825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/ilmu-perilaku-wd-nurhaeny-emba-saputri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/107039623930899825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/107039623930899825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/ilmu-perilaku-wd-nurhaeny-emba-saputri.html' title='ILMU PERILAKU, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-3842264483076846657</id><published>2010-05-04T11:16:00.001+08:00</published><updated>2010-05-31T15:44:48.650+08:00</updated><title type='text'>GASTRITIS, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI</title><content type='html'>Gastritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=38B63C&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=80FF00&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambung adalah organ pencernaan di dalam tubuh manusia yang berfungsi&lt;br /&gt;untuk menyimpan makanan, mencernakan kembali makanan menjadi partikel yang lebih&lt;br /&gt;kecil untuk diteruskan ke duadenum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Gastritis adalah inflamasi (pembengkakan) dari&lt;br /&gt;mukosa lambung termasuk gastritis erosiva yang disebabkan oleh iritasi, refluks&lt;br /&gt;cairan kandung empedu dan pankreas, haemorrhagic gastritis, infectious&lt;br /&gt;gastritis, dan atrofi mukosa lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GastritisInflamasi ini mengakibatkan sel darah putih&lt;br /&gt;menuju ke dinding lambung sebagai respon terjadinya kelainan pada bagian&lt;br /&gt;tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;Mekanisme kerusakan mukosa pada gastritis&lt;br /&gt;diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara faktor-faktor pencernaan, seperti asam&lt;br /&gt;lambung dan pepsin dengan produksi mukous, bikarbonat dan aliran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Gastritis&lt;br /&gt;Banyak hal yang dapat menjadi&lt;br /&gt;penyebab gasttritis. Beberapa penyebab utama dari gastritis adalah Infeksi,&lt;br /&gt;iritasi dan reaksi autoimun. Infeksi dapat terjadi baik itu oleh bakteri ataupun&lt;br /&gt;virus. Iritasi dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti obat-obatan, alkohol,&lt;br /&gt;ekskresi asam lambung berlebihan,muntah kronis dan menelan racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gastritis ErosivaGastritis erosiva biasanya akibat dari sakit yang parah atau&lt;br /&gt;dari obat-obatan. Stres, etanol, cairan empedu, Non-Steroidal Anti Inflamatory&lt;br /&gt;Drug (NSAID) mengganggu barier mukosa lambung, sehingga mudah terluka dengan&lt;br /&gt;asam lambung normal. Infeksi dari H.pylori menimbulkan peptic ulcer disease&lt;br /&gt;(PUD). H.pylori berkoloni pada lapisan terdalam lapisan mukosa yang merupakan&lt;br /&gt;pelindung dari mukosa lambung dan mengganggu fungsinya sebagai pelindung. NSAID&lt;br /&gt;dan aspirin juga mengganggu lapisan mukosa pelindung dengan menghambat aktivitas&lt;br /&gt;cyclooxygenase mukosa, menurunkan kadar prostaglandin mukosa. Banyak orang yang&lt;br /&gt;terdapat koloni H.pylori dan mengkonsumsi obat-obatan tersebut tidak terjadi&lt;br /&gt;gastritis ataupun PUD sehingga disimpulkan ada faktor penting lainnya yang juga&lt;br /&gt;ikut berperan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;Gastritis bisa timbul tanpa gejala. Saat timbul&lt;br /&gt;gejala, yang sering muncul biasanya adalah: cegukan, rasa terbakar di&lt;br /&gt;tenggorokan, mual, muntah, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, tidak enak&lt;br /&gt;di perut bagian atas, muntah darah atau cairan berwarna coklat, ataupun terdapat&lt;br /&gt;darah saat buang air besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;Pengobatan yang dilakukan terhadap gastritis&lt;br /&gt;bergantung pada penyebabnya. Pada banyak kasus gastritis, pengurangan dari asam&lt;br /&gt;lambung dengan bantuan obat sangat bermanfaat. Antibiotik digunakan untuk&lt;br /&gt;menghilangkan infeksi. Penggunaan dari obat-obatan yang mengiritasi lambung juga&lt;br /&gt;harus dihentikan. Pengobatan lain juga diperlukan bila timbul komplikasi atau&lt;br /&gt;akibat lain dari gastritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori obat pada gastritis adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Antasid : menetralisir asam lambung dan menghilangkan nyeri&lt;br /&gt;    * Acid blocker : membantu mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi.&lt;br /&gt;    * Proton pump inhibitor : menghentikan produksi asam lambung dan menghambat&lt;br /&gt;      H.pylori.&lt;br /&gt;    * Cytoprotective agent : melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan&lt;br /&gt;Cara terbaik untuk mengatasi gastritis adalah&lt;br /&gt;melakukan pencegahan, seperti tidak menggunakan obat-obat yang mengiritasi&lt;br /&gt;lambung, makan teratur atau tidak terlalu cepat, mengurangi makan makanan yang&lt;br /&gt;terlalu pedas dan berminyak, hindari merokok dan banyak minum kopi/alkohol,&lt;br /&gt;kurangi stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Harison’s Principles of Internal Medicie 15th edition&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-3842264483076846657?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/3842264483076846657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/gastritis-wd-nurhaeny-emba-saputri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3842264483076846657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3842264483076846657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/gastritis-wd-nurhaeny-emba-saputri.html' title='GASTRITIS, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-7271926986151302567</id><published>2010-05-03T20:29:00.001+08:00</published><updated>2010-05-31T15:49:12.316+08:00</updated><title type='text'>askep stroke non hemoragik, WNES</title><content type='html'>A. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=00FF80&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke adalah deficit neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal otak yang terkena (WHO, 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Klasifikasi stroke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan proses patologi dan gejala klinisnya stroke dapat diklasifikasikan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. stroke hemoragik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi perdarahan cerebral dan mungkin juga perdarahan subarachnoid yeng disebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Umumnya terjadi pada saat melakukan aktifitas, namun juga dapat terjadi pada saat istirahat. Kesadaran umumnya menurun dan penyebab yang paling banyak adalah akibat hipertensi yang tidak terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. stroke non hemoragik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat berupa iskemia, emboli, spasme ataupun thrombus pembuluh darah otak. Umumnya terjadi setelah beristirahat cukup lama atau angun tidur. Tidak terjadi perdarahan, kesadaran umumnya baik dan terjadi proses edema otak oleh karena hipoksia jaringan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke non hemoragik dapat juga diklasifikasikan berdasarkan perjalanan penyakitnya, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. TIA’S (Trans Ischemic Attack)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu gangguan neurologist sesaat, beberapa menit atau beberapa jam saja dan gejala akan hilang sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Rind (Reversible Ischemic Neurologis Defict)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan neurologist setempat yang akan hilang secara sempurna dalam waktu 1 minggu dan maksimal 3 minggu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. stroke in Volution&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan yang muncul semakin berat dan bertambah buruk. Proses ini biasanya berjalan dalam beberapa jam atau beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Stroke Komplit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan neurologist yang timbul bersifat menetap atau permanent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Etiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa factor risiko stroke yang sering teridentifikasi, yaitu ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hipertensi, dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. Proses ini dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga dapat mengganggu aliran darah cerebral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aneurisma pembuluh darah cerebral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu tempat yang diikuti oleh penipisan di tempat lain. Pada daerah penipisan dengan maneuver tertentu dapat menimbulkan perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kelainan jantung / penyakit jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling banyak dijumpai pada pasien post MCI, atrial fibrilasi dan endokarditis. Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak. Ddisamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diabetes mellitus (DM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan, yeitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Usia lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Polocitemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada policitemia viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga perfusi otak menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Peningkatan kolesterol (lipid total)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya embolus dari lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Obesitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, salah satunya pembuluh drah otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Perokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. kurang aktivitas fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah (embuluh darah menjadi kaku), salah satunya pembuluh darah otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Patofisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Stroke non hemoragik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus atau embolus. Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah, sehingga arteri menjadi tersumbat, aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang, menyebabkan iskemia kemudian menjadi kompleks iskemia akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. Emboli disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri serebral melalui arteri karotis. Terjadinya blok pada arteri tersebut menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan neurologist fokal. Perdarahan otak dapat ddisebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah oleh emboli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Stroke hemoragik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan komponen intracranial yang seharusnya konstan. Adanya perubahan komponen intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. Di samping itu, darah yang mengalir ke substansi otak atau ruang subarachnoid dapat menyebabkan edema, spasme pembuluh darah otak dan penekanan pada daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tanda dan gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda dan gejala yang muncul sangat tergantung pada daerah dan luasnya daerah otak yang terkena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pengaruh terhadap status mental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tidak sadar : 30% - 40%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Konfuse : 45% dari pasien biasanya sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Daerah arteri serebri media, arteri karotis interna akan menimbulkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hemiplegia kontralateral yang disertai hemianesthesia (30%-80%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35%-50%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Apraksia bila mengenai hemisfer non dominant(30%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Daerah arteri serebri anterior akan menimbulkan gejala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· hemiplegia dan hemianesthesia kontralateral terutama tungkai (30%-80%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· inkontinensia urin, afasia, atau apraksia tergantung hemisfer mana yang terkena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Daerah arteri serebri posterior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Nyeri spontan pada kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35-50%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Daerah vertebra basiler akan menimbulkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Sering fatal karena mengenai pusat-pusat vital di batang otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hemiplegia alternans atau tetraplegia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kelumpuhan pseudobulbar (kelumpuhan otot mata, kesulitan menelan, emosi labil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dilihat bagian hemisfer mana yang terkena, gejala dapat berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Stroke hemisfer kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hemiparese sebelah kiri tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Penilaian buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mempunyai kerentanan terhadap sisi kontralateral sebagai kemungkinan terjatuh ke sisi yang berlawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. stroke hemisfer kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· mengalami hemiparese kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· perilaku lambat dan sangat berhati-hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· kelainan bidang pandang sebelah kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· disfagia global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· afasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· mudah frustasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pemeriksaan diagnostik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan penunjang disgnostik yang dapat dilakukan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. laboratorium: mengarah pada pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, kolesterol, dan bila perlu analisa gas darah, gula darah dsb.&lt;br /&gt;   2. CT scan kepala untuk mengetahui lokasi dan luasnya perdarahan atau infark&lt;br /&gt;   3. MRI untuk mengetahui adanya edema, infark, hematom dan bergesernya struktur otak&lt;br /&gt;   4. angiografi untuk mengetahui penyebab dan gambaran yang jelas mengenai pembuluh darah yang terganggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penatalaksanaan medis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, penatalaksanaan pada pasien stroke adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat, posisi miring jika muntah dan boleh dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil&lt;br /&gt;   2. Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat, bila perlu diberikan ogsigen sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;   3. Tanda-tanda vital diusahakan stabil&lt;br /&gt;   4. Bed rest&lt;br /&gt;   5. Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia&lt;br /&gt;   6. Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit&lt;br /&gt;   7. Kandung kemih yang penuh dikosongkan, bila perlu lakukan kateterisasi&lt;br /&gt;   8. Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik&lt;br /&gt;   9. Hindari kenaikan suhu, batuk, konstipasi, atau suction berlebih yang dapat meningkatkan TIK&lt;br /&gt;  10. Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. Jika kesadaran menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang NGT&lt;br /&gt;  11. Penatalaksanaan spesifik berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Stroke non hemoragik: asetosal, neuroprotektor, trombolisis, antikoagulan, obat hemoragik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Stroke hemoragik: mengobati penyebabnya, neuroprotektor, tindakan pembedahan, menurunkan TIK yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN STROKE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN DAN KRITERIA HASIL&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTERVENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d. penumpukan sputum (karena kelemahan, hilangnya refleks batuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien mampu mempertahankan jalan nafas yang paten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bunyi nafas vesikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. RR normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tidak ada tanda-tanda sianosis dan pucat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tidak ada sputum&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Auskultasi bunyi nafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ukur tanda-tanda vital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berikan posisi semi fowler sesuai dengan kebutuhan (tidak bertentangan dgn masalah keperawatan lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lakukan penghisapan lender dan pasang OPA jika kesadaran menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bila sudah memungkinkan lakukan fisioterapi dada dan latihan nafas dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kolaborasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pemberian ogsigen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Laboratorium: Analisa gas darah, darah lengkap dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pemberian obat sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan perfusi serebral b.d. adanya perdarahan, edema atau oklusi pembuluh darah serebral&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perfusi serebral membaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tingkat kesadaran membaik (GCS meningkat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. fungsi kognitif, memori dan motorik membaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. TIK normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanda-tanda vital stabil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tidak ada tanda perburukan neurologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pantau adanya tanda-tanda penurunan perfusi serebral :GCS, memori, bahasa respon pupil dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Observasi tanda-tanda vital (tiap jam sesuai kondisi pasien)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pantau intake-output cairan, balance tiap 24 jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pertahankan posisi tirah baring pada posisi anatomis atau posisi kepala tempat tidur 15-30 derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hindari valsava maneuver seperti batuk, mengejan dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pertahankan ligkungan yang nyaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hindari fleksi leher untuk mengurangi resiko jugular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kolaborasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Beri ogsigen sesuai indikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Laboratorium: AGD, gula darah dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Penberian terapi sesuai advis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· CT scan kepala untuk diagnosa dan monitoring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan mobilitas fisik b.d. kerusakan neuromuskuler, kelemahan, hemiparese&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien mendemonstrasikan mobilisasi aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. tidak ada kontraktur atau foot drop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kontraksi otot membaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. mobilisasi bertahap&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pantau tingkat kemampuan mobilisasi klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pantau kekuatan otot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rubah posisi tiap 2 jan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasang trochanter roll pada daerah yang lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lakukan ROM pasif atau aktif sesuai kemampuan dan jika TTV stabil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Libatkan keluarga dalam memobilisasi klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kolaborasi: fisioterapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan komunikasi verbal b.d. kerusakan neuromuscular, kerusakan sentral bicara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi dapat berjalan dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Klien dapat mengekspresikan perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memahami maksud dan pembicaraan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pembicaraan pasien dapat dipahami&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Evaluasi sifat dan beratnya afasia pasien, jika berat hindari memberi isyarat non verbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lakukan komunikasi dengan wajar, bahasa jelas, sederhana dan bila perlu diulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. dengarkan dengan tekun jika pasien mulai berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berdiri di dalam lapang pandang pasien pada saat bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Latih otot bicara secara optimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Libatkan keluarga dalam melatih komunikasi verbal pada pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kolaborasi dengan ahli terapi wicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Risiko) gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d. intake nutrisi tidak adekuat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan nutrisi terpenuhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Berat badan dalam batas normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Conjungtiva ananemis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tonus otot baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Lab: albumin, Hb, BUN dalam batas normal&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaji factor penyebab yang mempengaruhi kemampuan menerima makan/minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hitung kebutuhan nutrisi perhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Observasi tanda-tanda vital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Catat intake makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Timbang berat badan secara berkala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Beri latihan menelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Beri makan via NGT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kolaborasi : Pemeriksaan lab(Hb, Albumin, BUN), pemasangan NGT, konsul ahli gizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan persepsi-sensori b.d. perubahan transmisi saraf sensori, integrasi, perubahan psikologi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi dan kesadaran akan lingkungan dapat dipertahankan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cari tahu proses patogenesis yang mendasari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Evaluasi adanya gangguan persepsi: penglihatan, taktil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ciptakn suasana lingkungan yang nyaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Evaluasi kemampuan membedakan panas-dingin, posisi dan proprioseptik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Catat adanya proses hilang perhatian terhadap salah satu sisi tubuh dan libatkan keluarga untuk membantu mengingatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ingatkan untuk menggunakan sisi tubuh yang terlupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bicara dengan tenang dan perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Lakukan validasi terhadap persepsi klien dan lakukan orientasi kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang kemampuan merawat diri b.d. kelemahan, gangguan neuromuscular, kekuatan otot menurun, penurunan koordinasi otot, depresi, nyeri, kerusakan persepsi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan merawat diri meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. mendemonstrasikan perubahan pola hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melakukan perawatan diri sesuai kemampuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber bantuan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pantau tingkat kemampuan klien dalam merawat diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berikan bantuan terhadap kebutuhan yang benar-benar diperlukan saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buat lingkungan yang memungkinkan klien untuk melakukan ADL mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Libatkan keluarga dalam membantu klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Motivasi klien untuk melakukan ADL sesuai kemampuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sediakan alat Bantu diri bila mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kolaborasi: pasang DC jika perlu, konsultasi dengan ahli okupasi atau fisioterapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko cedera b.d. gerakan yang tidak terkontrol selama penurunan kesadaran&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien terhindar dari cedera selama perawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Klien tidak terjatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tidak ada trauma dan komplikasi lain&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pantau tingkat kesadaran dan kegelisahan klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beri pengaman pada daerah yang sehat, beri bantalan lunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hindari restrain kecuali terpaksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pertahankan bedrest selama fase akut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Beri pengaman di samping tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Libatkan keluarga dalam perawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kolaborasi: pemberian obat sesuai indikasi (diazepam, dilantin dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang pengetahuan (klien dan keluarga) tentang penyakit dan perawatan b.d. kurang informasi, keterbatasan kognitif, tidak mengenal sumber&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakit dan perawatan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Klien dan keluarga berpartisipasi dalam proses belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit, pengobatan, dan perubahan pola hidup yang diperlukan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Evaluasi derajat gangguan persepsi sensuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diskusikan proses patogenesis dan pengobatan dengan klien dan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Identifikasi cara dan kemampuan untuk meneruskan progranm perawatan di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Identifikasi factor risiko secara individual dal lakukan perubahan pola hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Buat daftar perencanaan pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-7271926986151302567?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/7271926986151302567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/askep-stroke-non-hemoragik-wnes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/7271926986151302567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/7271926986151302567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/askep-stroke-non-hemoragik-wnes.html' title='askep stroke non hemoragik, WNES'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-1871714933551049769</id><published>2010-05-03T19:52:00.001+08:00</published><updated>2010-05-31T15:55:53.485+08:00</updated><title type='text'>STROKE NON HEMORAGIK,, WD.NURHAENY EMBA SAPUTRI</title><content type='html'>STROKE NON HEMORAGIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=00FF80&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d5"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi&lt;br /&gt;Gangguan peredaran darah diotak (GPDO) atau dikenal dengan CVA ( Cerebro Vaskuar Accident) adalah gangguan fungsi syaraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak ( dalam beberapa detik) atau secara cepat ( dalam beberapa jam ) dengan gejala atau tanda yang sesuai dengan daerah yang terganggu.(Harsono,1996, hal 67)&lt;br /&gt;Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun. (Smeltzer C. Suzanne, 2002, hal 2131)&lt;br /&gt;Penyakit ini merupakan peringkat ketiga penyebab kematian di United State. Akibat stroke pada setiap tingkat umur tapi yang paling sering pada usia antara 75 – 85 tahun. (Long. C, Barbara;1996, hal 176).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Etiologi&lt;br /&gt;Penyebab-penyebabnya antara lain:&lt;br /&gt;1. Trombosis ( bekuan cairan di dalam pembuluh darah otak )&lt;br /&gt;2. Embolisme cerebral ( bekuan darah atau material lain )&lt;br /&gt;3. Iskemia ( Penurunan aliran darah ke area otak)&lt;br /&gt;(Smeltzer C. Suzanne, 2002, hal 2131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor resiko pada stroke&lt;br /&gt;1. Hipertensi&lt;br /&gt;2. Penyakit kardiovaskuler: arteria koronaria, gagal jantung kongestif, fibrilasi atrium, penyakit jantung kongestif)&lt;br /&gt;3. Kolesterol tinggi&lt;br /&gt;4. Obesitas&lt;br /&gt;5. Peningkatan hematokrit ( resiko infark serebral)&lt;br /&gt;6. Diabetes Melitus ( berkaitan dengan aterogenesis terakselerasi)&lt;br /&gt;7. Kontrasepasi oral( khususnya dengan disertai hipertensi, merkok, dan kadar estrogen tinggi)&lt;br /&gt;8. Penyalahgunaan obat ( kokain)&lt;br /&gt;9. Konsumsi alkohol&lt;br /&gt;(Smeltzer C. Suzanne, 2002, hal 2131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Manifestasi klinis&lt;br /&gt;Gejala - gejala CVA muncul akibat daerah tertentu tak berfungsi yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke tempat tersebut. Gejala itu muncul bervariasi, bergantung bagian otak yang terganggu. Gejala-gejala itu antara lain bersifat:&lt;br /&gt;a. Sementara&lt;br /&gt;Timbul hanya sebentar selama beberapa menit sampai beberapa jam dan hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan. Hal ini disebut Transient ischemic attack (TIA). Serangan bisa muncul lagi dalam wujud sama, memperberat atau malah menetap.&lt;br /&gt;b. Sementara,namun lebih dari 24 jam&lt;br /&gt;Gejala timbul lebih dari 24 jam dan ini dissebut reversible ischemic neurologic defisit (RIND)&lt;br /&gt;c. Gejala makin lama makin berat (progresif)&lt;br /&gt;Hal ini desebabkan gangguan aliran darah makin lama makin berat yang disebut progressing stroke atau stroke inevolution&lt;br /&gt;d. Sudah menetap/permanen&lt;br /&gt;(Harsono,1996, hal 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Patways&lt;br /&gt;F. Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;1. CT Scan&lt;br /&gt;Memperlihatkan adanya edema , hematoma, iskemia dan adanya infark&lt;br /&gt;2. Angiografi serebral&lt;br /&gt;membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri&lt;br /&gt;3. Pungsi Lumbal&lt;br /&gt;- menunjukan adanya tekanan normal&lt;br /&gt;- tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan&lt;br /&gt;4. MRI : Menunjukan daerah yang mengalami infark, hemoragik.&lt;br /&gt;5. EEG: Memperlihatkan daerah lesi yang spesifik&lt;br /&gt;6. Ultrasonografi Dopler : Mengidentifikasi penyakit arteriovena&lt;br /&gt;7. Sinar X Tengkorak : Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal&lt;br /&gt;(DoengesE, Marilynn,2000 hal 292)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;1. Diuretika : untuk menurunkan edema serebral .&lt;br /&gt;2. Anti koagulan: Mencegah memberatnya trombosis dan embolisasi.&lt;br /&gt;(Smeltzer C. Suzanne, 2002, hal 2131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.KOMPLIKASI&lt;br /&gt;Hipoksia Serebral&lt;br /&gt;Penurunan darah serebral&lt;br /&gt;Luasnya area cedera&lt;br /&gt;(Smeltzer C. Suzanne, 2002, hal 2131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pengkajian&lt;br /&gt;a. Pengkajian Primer&lt;br /&gt;- Airway&lt;br /&gt;Adanya sumbatan/obstruksi jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan reflek batuk&lt;br /&gt;- Breathing&lt;br /&gt;Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas, timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur, suara nafas terdengar ronchi /aspirasi&lt;br /&gt;- Circulation&lt;br /&gt;TD dapat normal atau meningkat , hipotensi terjadi pada tahap lanjut, takikardi, bunyi jantung normal pada tahap dini, disritmia, kulit dan membran mukosa pucat, dingin, sianosis pada tahap lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengkajian Sekunder&lt;br /&gt;1. Aktivitas dan istirahat&lt;br /&gt;Data Subyektif:&lt;br /&gt;- kesulitan dalam beraktivitas ; kelemahan, kehilangan sensasi atau paralysis.&lt;br /&gt;- mudah lelah, kesulitan istirahat ( nyeri atau kejang otot )&lt;br /&gt;Data obyektif:&lt;br /&gt;- Perubahan tingkat kesadaran&lt;br /&gt;- Perubahan tonus otot ( flaksid atau spastic), paraliysis ( hemiplegia ) , kelemahan umum.&lt;br /&gt;- gangguan penglihatan&lt;br /&gt;2. Sirkulasi&lt;br /&gt;Data Subyektif:&lt;br /&gt;- Riwayat penyakit jantung ( penyakit katup jantung, disritmia, gagal jantung , endokarditis bacterial ), polisitemia.&lt;br /&gt;Data obyektif:&lt;br /&gt;- Hipertensi arterial&lt;br /&gt;- Disritmia, perubahan EKG&lt;br /&gt;- Pulsasi : kemungkinan bervariasi&lt;br /&gt;- Denyut karotis, femoral dan arteri iliaka atau aorta abdominal&lt;br /&gt;3. Integritas ego&lt;br /&gt;Data Subyektif:&lt;br /&gt;- Perasaan tidak berdaya, hilang harapan&lt;br /&gt;Data obyektif:&lt;br /&gt;- Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat, kesediahan , kegembiraan&lt;br /&gt;- kesulitan berekspresi diri&lt;br /&gt;4. Eliminasi&lt;br /&gt;Data Subyektif:&lt;br /&gt;- Inkontinensia, anuria&lt;br /&gt;- distensi abdomen ( kandung kemih sangat penuh ), tidak adanya suara usus( ileus paralitik )&lt;br /&gt;5. Makan/ minum&lt;br /&gt;Data Subyektif:&lt;br /&gt;- Nafsu makan hilang&lt;br /&gt;- Nausea / vomitus menandakan adanya PTIK&lt;br /&gt;- Kehilangan sensasi lidah , pipi , tenggorokan, disfagia&lt;br /&gt;- Riwayat DM, Peningkatan lemak dalam darah&lt;br /&gt;Data obyektif:&lt;br /&gt;- Problem dalam mengunyah ( menurunnya reflek palatum dan faring )&lt;br /&gt;- Obesitas ( factor resiko )&lt;br /&gt;6. Sensori neural&lt;br /&gt;Data Subyektif:&lt;br /&gt;- Pusing / syncope ( sebelum CVA / sementara selama TIA )&lt;br /&gt;- nyeri kepala : pada perdarahan intra serebral atau perdarahan sub arachnoid.&lt;br /&gt;- Kelemahan, kesemutan/kebas, sisi yang terkena terlihat seperti lumpuh/mati&lt;br /&gt;- Penglihatan berkurang&lt;br /&gt;- Sentuhan : kehilangan sensor pada sisi kolateral pada ekstremitas dan pada muka ipsilateral ( sisi yang sama )&lt;br /&gt;- Gangguan rasa pengecapan dan penciuman&lt;br /&gt;Data obyektif:&lt;br /&gt;- Status mental ; koma biasanya menandai stadium perdarahan , gangguan tingkah laku (seperti: letergi, apatis, menyerang) dan gangguan fungsi kognitif&lt;br /&gt;- Ekstremitas : kelemahan / paraliysis ( kontralateral pada semua jenis stroke, genggaman tangan tidak imbang, berkurangnya reflek tendon dalam ( kontralateral )&lt;br /&gt;- Wajah: paralisis / parese ( ipsilateral )&lt;br /&gt;- Afasia ( kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa, kemungkinan ekspresif/ kesulitan berkata kata, reseptif / kesulitan berkata kata komprehensif, global / kombinasi dari keduanya.&lt;br /&gt;- Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat, pendengaran, stimuli taktil&lt;br /&gt;- Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik&lt;br /&gt;- Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsi lateral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Nyeri / kenyamanan&lt;br /&gt;Data Subyektif:&lt;br /&gt;- Sakit kepala yang bervariasi intensitasnya&lt;br /&gt;Data obyektif:&lt;br /&gt;- Tingkah laku yang tidak stabil, gelisah, ketegangan otot / fasial&lt;br /&gt;8. Respirasi&lt;br /&gt;Data Subyektif:&lt;br /&gt;- Perokok ( factor resiko )&lt;br /&gt;9.Keamanan&lt;br /&gt;Data obyektif:&lt;br /&gt;- Motorik/sensorik : masalah dengan penglihatan&lt;br /&gt;- Perubahan persepsi terhadap tubuh, kesulitan untuk melihat objek, hilang kewasadaan terhadap bagian tubuh yang sakit&lt;br /&gt;- Tidak mampu mengenali objek, warna, kata, dan wajah yang pernah dikenali&lt;br /&gt;- Gangguan berespon terhadap panas, dan dingin/gangguan regulasi suhu tubuh&lt;br /&gt;- Gangguan dalam memutuskan, perhatian sedikit terhadap keamanan, berkurang kesadaran diri&lt;br /&gt;10. Interaksi social&lt;br /&gt;Data obyektif:&lt;br /&gt;- Problem berbicara, ketidakmampuan berkomunikasi&lt;br /&gt;(Doenges E, Marilynn,2000 hal 292)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;1. Perubahan perfusi jaringan serebral b.d terputusnya aliran darah : penyakit oklusi, perdarahan, spasme pembuluh darah serebral, edema serebral&lt;br /&gt;Dibuktikan oleh :&lt;br /&gt;- Perubahan tingkat kesadaran , kehilangan memori&lt;br /&gt;- Perubahan respon sensorik / motorik, kegelisahan&lt;br /&gt;- Deficit sensori , bahasa, intelektual dan emosional&lt;br /&gt;- Perubahan tanda tanda vital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Pasien / criteria evaluasi ;&lt;br /&gt;- Terpelihara dan meningkatnya tingkat kesadaran, kognisi dan fungsi sensori / motor&lt;br /&gt;- Menampakan stabilisasi tanda vital dan tidak ada PTIK&lt;br /&gt;- Peran pasien menampakan tidak adanya kemunduran / kekambuhan&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;Independen&lt;br /&gt;- Tentukan factor factor yang berhubungan dengan situasi individu/ penyebab koma / penurunan perfusi serebral dan potensial PTIK&lt;br /&gt;- Monitor dan catat status neurologist secara teratur&lt;br /&gt;- Monitor tanda tanda vital&lt;br /&gt;- Evaluasi pupil (ukuran bentuk kesamaan dan reaksi terhadap cahaya )&lt;br /&gt;- Bantu untuk mengubah pandangan , misalnay pandangan kabur, perubahan lapang pandang / persepsi lapang pandang&lt;br /&gt;- Bantu meningkatakan fungsi, termasuk bicara jika pasien mengalami gangguan fungsi&lt;br /&gt;- Kepala dielevasikan perlahan lahan pada posisi netral .&lt;br /&gt;- Pertahankan tirah baring , sediakan lingkungan yang tenang , atur kunjungan sesuai indikasi&lt;br /&gt;Kolaborasi&lt;br /&gt;- berikan suplemen oksigen sesuai indikasi&lt;br /&gt;- berikan medikasi sesuai indikasi :&lt;br /&gt;• Antifibrolitik, misal aminocaproic acid ( amicar )&lt;br /&gt;• Antihipertensi&lt;br /&gt;• Vasodilator perifer, missal cyclandelate, isoxsuprine.&lt;br /&gt;• Manitol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d kerusakan batuk, ketidakmampuan mengatasi lendir&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt;- Pasien memperlihatkan kepatenan jalan napas&lt;br /&gt;- Ekspansi dada simetris&lt;br /&gt;- Bunyi napas bersih saat auskultasi&lt;br /&gt;- Tidak terdapat tanda distress pernapasan&lt;br /&gt;- GDA dan tanda vital dalam batas normal&lt;br /&gt;Intervensi:&lt;br /&gt;- Kaji dan pantau pernapasan, reflek batuk dan sekresi&lt;br /&gt;- Posisikan tubuh dan kepala untuk menghindari obstruksi jalan napas dan memberikan pengeluaran sekresi yang optimal&lt;br /&gt;- Penghisapan sekresi&lt;br /&gt;- Auskultasi dada untuk mendengarkan bunyi jalan napas setiap 4 jam&lt;br /&gt;- Berikan oksigenasi sesuai advis&lt;br /&gt;- Pantau BGA dan Hb sesuai indikasi&lt;br /&gt;3. Pola nafas tak efektif berhubungan dengan adanya depresan pusat pernapasan&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;Pola nafas efektif&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt;- RR 18-20 x permenit&lt;br /&gt;- Ekspansi dada normal&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;o Kaji frekuensi, irama, kedalaman pernafasan.&lt;br /&gt;o Auskultasi bunyi nafas.&lt;br /&gt;o Pantau penurunan bunyi nafas.&lt;br /&gt;o Pastikan kepatenan O2 binasal&lt;br /&gt;o Berikan posisi yang nyaman : semi fowler&lt;br /&gt;o Berikan instruksi untuk latihan nafas dalam&lt;br /&gt;o Catat kemajuan yang ada pada klien tentang pernafasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Long C, Barbara, Perawatan Medikal Bedah, Jilid 2, Bandung, Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran, 1996&lt;br /&gt;2. Tuti Pahria, dkk, Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Ganguan Sistem Persyarafan, Jakarta, EGC, 1993&lt;br /&gt;3. Pusat pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan, Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Persarafan , Jakarta, Depkes, 1996&lt;br /&gt;4. Smeltzer C. Suzanne, Brunner &amp; Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta, EGC ,2002&lt;br /&gt;5. Marilynn E, Doengoes, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta, EGC, 2000&lt;br /&gt;6. Harsono, Buku Ajar : Neurologi Klinis,Yogyakarta, Gajah Mada university press, 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-1871714933551049769?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/1871714933551049769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/stroke-non-hemoragik-wdnurhaeny-emba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1871714933551049769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1871714933551049769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/stroke-non-hemoragik-wdnurhaeny-emba.html' title='STROKE NON HEMORAGIK,, WD.NURHAENY EMBA SAPUTRI'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-1055662171535177793</id><published>2010-05-03T19:45:00.002+08:00</published><updated>2010-05-31T16:00:56.835+08:00</updated><title type='text'>HEPATITIS, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI</title><content type='html'>LAPORAN PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=00FF80&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HEPATITIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Konsep Dasar Hepatitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis adalah inflamasi hati yang dapat terjadi karena invasi bakteri, cidera oleh agen fisik atau kimia (nonviral) atau infeksi virus (Hepatitis A, B, C, D, E). (Doengoes, 1994 ; 534).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis virus adalah infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis &amp; inflamasi pada sel-sel hati yang menghasilkan kumpulan perubahan kimia, biokimia serta seluler yang khas. (Suzanne C. Smeltzer, 2001 ; 1169).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis virus akut adalah penyakit infeksi yang penyebarannya luas didalam tubuh. Walaupun efek yang menyolok terjadi pada hati. (Price, 1995 ; 439).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis akut adalah penyakit infeksi akut dengan gejala utama berhubungan erat dengan adanya nekrosis pada hati. (Mansjoer, 1999 ; 513).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis adalah inflamasi hati yang dapat terjadi karena invasi bakteri, cedera oleh agen fisik atau kimia (non vital), atau infeksi virus (hepatitis A, P, C, D, E). (Doengoes, 1999 ; 534).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Klasifikasi dan Etiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa virus diketahui dapat menginfersikan hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, hepatitis E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hepatitis A/ hepatitis infeksiosa merupakan penyakit yang ditularkan melalui kontaminasi oral-pekal akibat hygiene yang buruk/makanan yang tercemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hepatitis B/ hepatitis serum merupakan penyakit yang bersifat serius &amp; biasanya menular melalui kontak dengan darah yang mengandung virus. Penyakit ini juga ditularkan melalui hubungan kelamin &amp; dapat ditemukan oleh semen cairan tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hepatitis C/ hepatitis non-A non-B. Virus ini merupakan penyebab tersering infeksi kepada yang ditularkan melalui supali darah komersial. Hepatitis C ditularkan sama dengan hepatitis B terutama melalui transfusi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hepatitis D/ hepatitis delta &amp; sebenarnya adalah suatu virus defektif yang ia sendiri tidak dapat menginfeksi hipatosit untuk menimbulkan hepatitis. Hepatitis D ditularkan seperti hepatitis B. Antigen &amp; antibody hepatitis D dapat diperiksa pada donor darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hepatitis E diidentifikasikan tahun 1990. Virus ini adalah suatu virus yang ditularkan melalui ingesti air yang tercemar. Sebagian besar kasus yang dilaporkan ditemukan di negara yang sedang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Corwin, 2000 ; 579)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus hepatitis yang menyerang hati menyebabkan peradangan dan infiltrat pada hepatocytes oleh sel mononukleous. Proses ini menyebabkan degrenerasi dan nekrosis sel perenchyn hati.&lt;br /&gt;Respon peradangan menyebabkan pembekakan dalam memblokir sistem drainage hati, sehingga terjadi destruksi pada sel hati. Keadaan ini menjadi statis empedu (biliary) dan empedu tidak dapat diekresikan kedalam kantong empedu bahkan kedalam usus, sehingga meningkat dalam darah sebagai hiperbilirubinemia, dalam urine sebagai urobilinogen dan kulit hapatoceluler jaundice.&lt;br /&gt;Hepatitis terjadi dari yang asimptomatik samapi dengan timbunya sakit dengan gejala ringan. Sel hati mengalami regenerasi secara komplit dalam 2 sampai 3 bulan lebih gawat bila dengan nekrosis hati dan bahkan kematian. Hepattis dengan sub akut dan kronik dapat permanen dan terjadinya gangguan pada fungsi hati. Individu yang dengan kronik akan sebagai karier penyakit dan resiko berkembang biak menjadi penyakit kronik hati atau kanker hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANIFESTASI KLINIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadium praicterik berlangsung selama 4 – 7 hari. Pasien mengeluh sakit kepala, lemah, anoreksia, muntah, demam, nyeri pada otot dan nyeri diperut kanan atas urin menjadi lebih coklat. &lt;br /&gt;Stadium icterik berlangsung selama 3 – 6 minggu. Icterus mula –mula terlihat pada sklera, kemudian pada kulit seluruh tubuh. Keluhan – keluhan berkurang, tetapi klien masih lemah, anoreksia dan muntah. Tinja mungkin berwarna kelabu atau kuning muda. Hati membesar dan nyeri tekan.&lt;br /&gt;Stadium pascaikterik (rekonvalesensi). Ikterus mereda, warna urin dan tinja menjadi normal lagi. Penyebuhan pada anak – anak menjadi lebih cepat pada orang dewasa, yaitu pada akhir bulan ke 2, karena penyebab yang biasanya berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemeriksaan Diagnostik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tes fungsi hati : abnormal (4-10 kali dalam normal) catatan : merupakan batasan nilai untuk membedakan hepatitis virus &amp; non virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· AST (SGOT) ALT (SGFT) : awalnya meningkat, dapat meningkat 102 minggu sebelum ikterik kemudian tampak menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Darah lengkap : SDM menurun sehubungan dengan penurunan hidup SDM (gangguan enzim hati) atau mengakibatkan perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Leokopenia : trombositopenia mungkin ada (splenomegah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Diferensiasi darah lengkap : leukositosis, monositasi, limfosit atipikel, &amp; sel plasma :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Alkali fostosme lengkap : leukositosis, monositosis =&gt; agak meningkat (kecuali ada leukstasis berat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Feses : Warna tanah liat, steahorea (penurunan fungsi hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Albumin serum : menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Gula darah, , hiperglikemia transfer /hipoglikemia (gangguan fungsi hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Anti HAV lgM : Positif pada tipe A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hbs AG : Dpt Positif (tipe B) atau negative (tipe A) catatan : merupakan diagnostic sebelum terjadi gejala klinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Masa protombin : mungkin memanjang (disfungsi hati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Silirobin serum : Diatas 2.5 mg /100 ml bila diatas 200 mg /ml prognosis buruk mungkin berhubungan dengan peningkatan nekrosis sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ter eksfesi ESP : kadar darah rah meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hobsi hati : menunjukan diagnosis &amp; luasnya nekrosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Scan hati, membantu dalam perkiraan beratnya kerusakan parenium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Urinalisa : Peninggian kadar bilirobin dan protein /Hematurita seperti terjadi (Doengoes, 1999 ; 535).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hepatitis Foliminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hepatitis kronik persisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hepatitis Agresif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Karsinoma Hepatoseluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Sirosis Hepatitis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Gangguan fungsi hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Cirrhosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kematian karena gagal fungsi hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan hepatitis virus terutama bersifat suporsif &amp; mencakup :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Istirahat sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Penkes mengenai menghindari pemakaian alcohol /obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Penkes mengenai cara penularan kepada mitra seksual dan anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Keluraga dari pasien hepatitis ditawarkan untuk menerima gema globulin murni yang spesifik terhadap hepatitis virus A /hepatitis virus B, yang dapat memberikan imunitas pasif terhadap infeksi, namun bersifat sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Vaksin hepatitis B virus melalui IM sebanyak 3 kali pada interval yang ditentukan, dosis I &amp; II diberikan terpisah satu bulan, dosis IV diberikan 6 bulan setelah dosis ke V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Hepatitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENGKAJIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Aktifitas /Istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Kelemahan, kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Simulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Bradikardia (Hiperbilirubin berat), ikterik pada sclera, kulit, membrane mukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Eliminasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Urine gelap, diare / konstipasi, feces warna tanah liat, adanya / berulang hemodiaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Neurosensori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Peka rangsang, cenderung tidur, letargia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Nyeri /Kenyamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Kram abdomen, nyeri tekan pada kuadran atas, mialgia, sakit kepala, gatal (Pruritus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Otot tegang, gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pernapasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Tidak minat /enggan merokok (perokok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Keamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Adanya tranfungsi darah /produk darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Demam, Splenomegali, artikaria, eritmia tak beraturan, eritmia palmas, pembesaran nodus servikal posterior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Seksualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Pola hidup / prilaku peningkatan resiko terpajan (Misal : Homoseksual aktif /biseksual pada wanita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Intoleren aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, penurunan kekuatan /ketahanan ; nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan masukan untuk memenuhi kebutuhan metabolic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Risti (Resiko tinggi) kekuragan volume cairan berhubungan dengan kehilangan berlebihan melalui muntah dan diare, perpindahan area leatiga (asites).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harga diri rendah berhubungan dengan jengkel, tengkurung, sakit lama, periode penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Risti kerusakan integritas integritas kulit /jaringan berhubungan dengan zat kimia ; akumulasi garam empedu dalam jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Implementasi Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Setelah melakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam klien mampu melakukan peningkatan toleransi aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kh : - Menyatakan pemahaman situasi / faktor pengobatan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menunjukkan perilaku yang mampu kembali melakukan aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Melaporkan kemampuan melakukan peningkatan toleransi aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tingkatkan tirah baring /duduk, berikan lingkungan tenang, batasi pengunjung sesuai keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Meningkatkan istirahat dan ketenangan, menyediakan energi yang digunakan untuk penyembuihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ubah posisi dengan sering. Berikan perawatan kulit yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Meningkatkan fungsi pernapasan dan meminimalkan tekanan pada area tertentu untuk menurunkan resiko kerusakan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lakukan tugas dengan cepat sesuai toleransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Memungkinkan periode tambahan istirahat tanpa gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tingkatkan aktivitas sesuai toleransi, Bantu melakukan latihan rentang jarak sendi pasif /aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Tirah baring lama menurunkan kemampuan. Ini dapat terjadi karena keterbatasan aktivitas yang mengganggu periode istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan antidof / bantu dalam prosedur sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Membuang agen penyebab pada hepatitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan obat sesuai indikasi : sedatif, agen anti ansieta, cx : diazepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Membantu dalam menangani kebutuhan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Awasi kadar enzim hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Membantu menemukan kadar aktivitas tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam kebutuhan nutrisi terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kh : - Meningkatkan BB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meningkatkan pola tidur / makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Anoreksia (-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mual / muntah (-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Awasi pemasukan diet /jumlah kalori berikan makanan sering dan tawarkan makanan pagi yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Anoreksia paling buruk pada siang hari, sulit asupan makan pada sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan peralatan mulut sebelum makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Menghilangkan rasa tidak enak dapat meningkatkan nafsu makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Anjurkan makan pada posisi duduk tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Menurunkan rasa penuh pada abdomen dan dapat meningkatkan pemasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dorong masukan sari jeruk, minuman karbonat dan permen berat sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Bahan ini merupakan ekstra kalori dan dapat lebih mudah dicerna / toleran bila makanan lain tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dorong masukan sari jeruk, minuman karbonat dan permen berat sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Bahan ini merupakan ekstra kalori dan dapat lebih mudah dicerna / toleran bila makanan lain tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan obat sesuai indikasi (anti enietik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Diberi ½ jam sebelum makan dapat menurunkan mual dan meningkatkan toleransi pada makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Vitamin B kompleks dan ditambahkan diet lain sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Memperbaiki kekurangan dan membantu prses penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam kebutuhan cairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kh : - Hidrasi dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- TTV stabil,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Turgor kulit baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kapiler &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Haluaran urine klien sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Awasi pemasukan dan haluaran, bandingkan dengan BB harian. Catat kehilangan usus contoh muntah dan diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Diare dapat berhubungan denga respon terhadap infeksi dan terjadi sebagai masalah yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kaji TTV, perifer, turgor kulit, membran mukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Indikator volume sirkulasi / perifer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Periksa asites / pembentukan edema. Ukur lingkar abdomen sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Menurunkan kemungkinan perdarahan kedalam jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Biarkan pasien menggunakan lap katun /spon dan bersihkan mulut untuk sikat gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Menghindari trauma perdarahan gusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Observasi tanda perdarahan, contoh hematuris / melena, ekimosis, perdarahan terus menerus dari gusi / bekas injeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Kadar protobia menurun dan waktu koagulasi memanjang bila absorbsi Vit.K tergantung pada traktus GI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Awasi nilai lab. Contoh : Hb/Ht, Nat, albumin dan waktu pembekuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Menunjukan hidrasi dan mengidentifikasi retensi natrium /kadar protein yang dapat menimbulkan pembentukan edema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan IV (biasanya glukosa) elektrolit :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Protein Hidrosirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Memperbaiki kekurangan albumin / protein dapat membantu mengembalikan cairan dan jaringan ke sistem sirkulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Vitamin K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Karena absorpsi terganggu, penambahan dapat mencegah masalah koagulasi yang dapat terjadi bila faktur pembekuan / waktu protombin ditekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam harga diri meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kh : - Perasaan / meningkatkan koping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meningkatkan penerimaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meningkatkan tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kontrak dengan pasien mengenai waktu untuk mendegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Penyediaan waktu meningkatkan hubungan saling percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hindari membuat penilaian moral tentang pola hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Pasien merasa marah / kesal dan menyalahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Disukusikan harapan penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Periode penyembuhan mungkin lama (lebih dari 6 bulan), potensial stress keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Anjurkan pasien menggunakan warna merah terang / biru / hitam dari pada kuning / biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Meningkatkan penampilan, ikterik biasanya memuncak dalam 1 – 2 minggu, membaik lebih dari 2 – 4 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24 jam gangguan integritas kulit tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kh : - Kulit utuh, bebas ekskonasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lecet tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gatal berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gunakan air mandi dingin / mandi kanji : hindari sabun mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Mencegah kulit kering berlebihan memberikan penghilang gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ajrkan menggunakan buku jari untuk menggaruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Menurunkan potensial cedera pada kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hindari komentar tentang penampilan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Meminimalkan stress psikologi sehubungan dengan perubahan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan obat sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Antihistamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Menghilangkan gatal : gunakan secara terus menerus pada penyakit hepatik berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Antihipernik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Digunakan untuk asam empedu pada usus dan mencegah absorpsinya efek mual dan konstipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Klien mengalami peningkatan energi dan berpatisipasi dalam aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Klien mengalami perbaikan satus nutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Klien dapat terpenuhi kebutuhan cairannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpenito, Lynda Juall, 1997, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 6, Jakarta ; EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corwin, Elizabeth, S, 2000, Patofisiologi, Jakarta ; EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doengoes, Marilyne, 1999, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta ; EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mansjoer, Arif, 1999, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Jilid I, FKUI ; Media Aesculapius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noer, Sjarifoellah, 1995, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, Edisi 4, Jakarta ; EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suzanne, C, Smeltzer, 2001, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8, Alih Bahasa, Kuncana Y Hartono Andry, Ester, Yasin, Jakarta ; EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-1055662171535177793?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/1055662171535177793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/hepatitis-wd-nurhaeny-emba-saputri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1055662171535177793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1055662171535177793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/hepatitis-wd-nurhaeny-emba-saputri.html' title='HEPATITIS, WD NURHAENY EMBA SAPUTRI'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-1461054918968432625</id><published>2010-05-03T19:26:00.003+08:00</published><updated>2010-06-07T06:52:26.731+08:00</updated><title type='text'>hati</title><content type='html'>Hati Lokasi Dalam Tubuh Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=00FF80&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d9"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah organ yang sangat penting yang dimiliki oleh vertebrata, dan beberapa hewan lain. Hati, yang merupakan bagian dari sistem pencernaan, adalah organ terbesar dari tubuh manusia dengan berat sekitar 3 pound (1,36 kilogram). Ini adalah warna cokelat kemerahan. Hati ini dibagi menjadi empat lobus, yang tidak setara, ukuran dan bentuk.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati diposisikan di bawah diafragma, di sebelah kanan rongga perut dengan massa yang lebih besar pada sisi kanan dan memanjang sedikit lebih ke kiri dari garis tengah. Dengan kata lain, jika Anda meraba dengan hati-hati tepat di bawah arkus kosta kanan Anda (di bawah tulang rusuk kanan) dan sedikit ke atas Anda mungkin merasa hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsional, hati manusia juga lebih dari 500 akan menjalankan fungsi yang berbeda, yang semuanya sangat diperlukan untuk kehidupan. Fungsi-fungsi penting yang meliputi pendampingan lemak tubuh pencernaan, detoksifikasi, menyimpan cadangan nutrisi, menyaring racun dan limbah dari darah, menghasilkan keragaman protein, mengubah tingkat sekarang banyak bahan kimia di dalam aliran darah, dan produksi bio-bahan kimia yang diperlukan untuk pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang luar biasa di antara semua organ-organ vital tubuh dalam memiliki kemampuan untuk memulihkan, atau tumbuh kembali, sel-sel yang telah rusak oleh beberapa jangka pendek cedera atau penyakit. Tetapi jika hati rusak terus-menerus secara berlebihan, hal itu mungkin mengalami perubahan yang tidak dapat diperbaiki secara permanen menghalangi fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah penting untuk kelangsungan hidup. Ada sekarang ini tidak berarti untuk mengkompensasi ketiadaan fungsi hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-1461054918968432625?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/1461054918968432625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1461054918968432625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1461054918968432625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/hati.html' title='hati'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-4666433511679532411</id><published>2010-05-03T19:18:00.003+08:00</published><updated>2010-06-07T06:55:20.542+08:00</updated><title type='text'>HEMODIALISA, WD.NURHAENY EMBA SAPUTRI</title><content type='html'>I. KONSEP DASAR TINDAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=00FF80&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialisis adalah proses difusi partikel larut dari satu kompartemen ke kompartemen lain melewati membran semipermeabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemodialisa adalah lintasan darah melalui selang diluar tubuh ke ginjal buatan, dimana dilakukan pembuangan kelebihan zat terlarut dan cairan. Frekuensi hemodialisa bervariasi dari 2 – 3 x/minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah yang mengandung produk sisa seperti urea dan kreatinin mengalir kedalam ginjal buatan (dialiser), tempat akan bertemu dengan dialisat yang tidak mengandung urea dan kreatinin. Aliran berulang darah melalui dialiser pada rentang kecepatan 200 – 400 ml/jam, lebih dari 2 – 4 jam, diharapkan dapat mengurangi kadar produk sisa ini menjadi keadaan yang lebih normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membuang produk sisa metabolisme protein seperti urea, kreatinin dan asam urat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuang kelebihan air dengan mengetahui tekanan banding antara darah dan bagian cairan, biasanya terdiri atas tekanan positif dan negatif (penghisap) dalam kompartemen dialisat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mempertahankan atau mengembalikan sistem buffer tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mempertahankan atau mengembalikan kadar elektrolit tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Indikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gagal ginjal akut&lt;br /&gt;2. Gagal ginjal kronik, bila laju filtrasi gromelurus kurang dari 5 ml/menit&lt;br /&gt;3. Kalium serum lebih dari 6 mEq/l&lt;br /&gt;4. Ureum lebih dari 200 mg/dl&lt;br /&gt;5. PH darah kurang dari 7,1&lt;br /&gt;6. Anuria berkepanjangan, lebih dari 5 hari&lt;br /&gt;7. Intoksikasi obat dan zat kimia&lt;br /&gt;8. Sindrom Hepatorenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Bentuk / Gambaran Peralatan Yang Digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dialiser atau Ginjal Buatan&lt;br /&gt;Terdiri dari membran semi permeabel yang memisahkan kompartemen darah dan dialisat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dialisat atau Cairan Dialisis&lt;br /&gt;Yaitu cairan yang terdiri dari air dan elektrolit utama dari serum normal. Dialisat ini dibuat dalam sistem bersih dengan air kran dan bahan kimia saring. Bukan merupakan sistem yang steril, karena bakteri terlalu besar untuk melewati membran dan potensial terjadinya infeksi pada pasien minimal. Karena bakteri dari produk sampingan dapat menyebabkan reaksi pirogenik, khususnya pada membran permeabel yang besar, maka air untuk dialisat harus aman secara bakteriologis. Konsentrat dialisat biasanya disediakan oleh pabrik komersildan umumnya digunakan oleh unit kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sistem Pemberian Dialisat&lt;br /&gt;Yaitu alat yang mengukur pembagian proporsi otomatis dan alat mengukur serta pemantau menjamin dengan tepat kontrol rasio konsentrat-air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aksesori Peralatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perangkat Keras, terdiri dari :&lt;br /&gt;1) Pompa darah, pompa infus untuk mendeteksi heparin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)Alat pemonitor suhu tubuh apabila terjadi ketidakamanan konsentrasi dialisat, perubahan tekanan udara dan kebocoran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perangkat Disposibel yang digunakan selain ginjal buatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Selang dialisis yang digunakan untuk mengalirkan darah antara dialiser dan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Transfer tekanan untuk melindungi alat monitor dari pemajanan terhadap darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kantong cairan garam untuk membersihkan sistem sebelum digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Komponen Manusia/Pelaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga pelaksana hemodialisa harus mempunyai keahlian dalam menggunakan teknologi tinggi, tercapai melalui pelatihan teorits dan praktikal dalam lingkungan klinik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang lebih penting adalah pemahaman dan pengetahuan yang akan digunakan perawat dalam memberikan asuhan pada pasien selama dialisis berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Persiapan Pra Dialisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat dan kompleksitas masalah-masalah yang timbul selama hemodialisa akan beragam diantara pasien-pasien dan tergantung pada beberapa variabel. Untuk itu sebelum proses hemodialisa, perlu dikaji terlebih dahulu tentang :&lt;br /&gt;- Diagnosa penyakit&lt;br /&gt;- Tahap penyakit&lt;br /&gt;- Usia&lt;br /&gt;- Masalah medis lain&lt;br /&gt;- Nilai laboratorium&lt;br /&gt;- Keseimbangan cairan dan elektrolit&lt;br /&gt;- Keadaan emosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Persiapan Peralatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jarum arteri&lt;br /&gt;2. Selang normal saline&lt;br /&gt;3. Dialiser&lt;br /&gt;4. Bilik drip vena&lt;br /&gt;5. Detektor&lt;br /&gt;6. Port pemberian obat&lt;br /&gt;7. Pemantau tekanan arteri&lt;br /&gt;8. Pompa darah&lt;br /&gt;9. Sistem pengalir dialiser&lt;br /&gt;10. Pemantau tekanan vena&lt;br /&gt;11. Jarum vena&lt;br /&gt;12. Penginfus heparin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Prosedur Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses ke sistem sirkulasi dicapai melalui salah satu dari beberapa pilihan: vistula atau tandur arteriovenosa (AV), atau kateter hemodialisis dua lumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika akses vaskuler telah ditetapkan, darah mulai mengalir, dibantu oleh pompa darah. Bagian dari sirkuit disposibel sebelum dialiser diperuntukkan sebagai aliran “arterial”, keduanya untuk membedakan darah yang masuk kedalamnya sebagai darah yang belum mencapai dialiser dan dalam acuan untuk meletakkan jarum: jarum “arterial” diletakkan paling dekat dengan anastomosis AV pada fistula atau tandur untuk memaksimalkan aliran darah. Kantong cairan normal saline yang diklep selalu disambungkan ke sirkuit tetap sebelum pompa darah. Pada kejadian hipotensi, darah yang mengalir dari pasien dapat diklem sementara cairan normal saline yang diklem dibuka dan memungkinkan dengan cepat menginfus untuk memperbaiki tekanan darah. Tranfusi darah dan plasma ekspander juga dapat disambungkan ke sirkuit pada keadaan ini dan dibiarkan untuk menetes, dibantu dengan pompa darah. Infus heparin dapat diletakkan baik sebelum atau sesudah pompa darah, tergantung peralatan yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialiser adalah komponen penting selanjutnya dari sirkuit. Darah mengalir kedalam kompartemen darah dari dialiser, tempat terjadinya pertukaran cairan dan zat sisa. Darah yang meninggalkan dialiser melewati kondektor udara dan foam yang mengklem dan menghentikan pompa darah bila terdeteksi adanya udara. Pada kondisi seperti ini, setiap obat-obat yang akan diberikan pada dialisis diberikan melalui port obar-obatan. Penting untuk diingat, bagaimanapun, bahwa kebanyakan obat-obat ditunda pemberiannya sampai dialisis selesai kecuali memang diperintahkan harus diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah yang telah melewati dialisis kembali ke pasien melalui “venosa” atau selang Posdialiser. Setelah waktu tindakan yang dijadwalkan, dialisis diakhiri dengan mengklem darah dari pasien, membuka slang cairan normal saline, dan membilas sirkuit untuk mengembalikan darah pasien. Selang dan dialiser dibuang, meskipun program dialisis kronik sering membeli peralatan untuk membersihkan dan menggunakan ulang dialiser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan kewaspadaan umum harus diikuti dengan teliti sepanjang tindakan dialisis karena pemajanan terhadap darah. Masker pelindung wajah dan sarung tangan wajib digunakan oleh tenaga pelaksana hemodialisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Interpretasi Hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil hemodialisa dapat dinilai dengan mengkaji jumlah cairan yang dibuang dan koreksi gangguan elektrolit dan asam basa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ketidakseimbangan Cairan&lt;br /&gt;a. Hipervolemia&lt;br /&gt;Temuan berikut ini mengisyaratkan adanya kelebihan cairan seperti tekanan darah naik, peningkatan nadi, dan frekuensi pernafasan, peningkatan tekanan vena sentral, dispnea, batuk, edema, penambahan BB berlebih sejak dialysis terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hipovolemia&lt;br /&gt;Petunjuk terhadap hipovolemia meliputi penurunan TD, peningkatan frekuensi nadi, pernafasan, turgor kulit buruk, mulut kering, tekanan vena sentral menurun, dan penurunan haluaran urine. Riwayat kehilangan banyak cairan melalui lambung yang menimbulkan kehilangan BB yang nantinya mengarah ke diagnosa keperawatan kekurangan cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ultra filtrasi&lt;br /&gt;Gejala ultrafiltarasi berlebihan adalah mirip syok dengan gejala hipotensi, mual muntah, berkeringat, pusing dan pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Rangkaian ultrafiltrasi (Diafiltrasi)&lt;br /&gt;Ultrafiltrasi cepat untuk tujuan menghilangkan atau mencegah hipertensi, gagal jantung kongestif, edema paru dan komplikasi lain yang berhubungan dengan kelebihan cairan seringkali dibatasi oleh toleransi pasien untuk memanipulasi volume intravaskular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Hipotensi&lt;br /&gt;Hipotensi selama dialysis dapat disebabkan oleh hipovolemia, ultrafiltrasi berlebihan, kehilangan darah ke dalam dialiser, inkompatibilitas membran pendialisa, dan terapi obat antihipertensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Hipertensi&lt;br /&gt;Penyebab hipertensi yang paling sering adalah kelebihan cairan, sindrom disequilibrium, respon renin terhadap ultrafiltrasi, dan ansites.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Sindrome disequilibrium dialisis&lt;br /&gt;Dimanifestasikan olehh sekelompok gejala yang diduga disfungsiserebral dengan rentang dari mual muntah, sakit kepala, hipertensi sampai agitasi, kedutan, kekacauan mental, dan kejang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketidakseimbangan Elektrolit&lt;br /&gt;Elektrolit merupakan perhatian utama dalam dialisis, yang normalnya dikoreksi selama prosedur adalah natrium, kalium, bikarbonat, kalisum, fosfor, dan magnesium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Infeksi&lt;br /&gt;Pasien uremik mengalami penurunan resisten terhadap infeksi, yang diperkirakan karena penurunan respon imunologik. Infeksi paru merupakan penyebab utama kematian pada pasein uremik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Perdarahan dan Heparinisasi&lt;br /&gt;Perdarahan selama dialysis mungkin karena konsidi medik yang mendasari seperti ulkus atau gastritis atau mungkin akibat antikoagulasi berlebihan. Heparin adalah obat pilihan karena pemberiannya sederhana, meningkatkan masa pembekuan dengan cepat, dimonitor dengan mudah dan mungkin berlawanan dengan protamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Permasalahan Yang Sering Dihadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masalah peralatan&lt;br /&gt;a) Konsentrasi dialisat&lt;br /&gt;Perubahan mendadak atau cepat dalam konsentrasi dialisat dapat mengakibatakan kerusakan sel darah dan kerusakan serebral. Gejala ringan seperti mual muntah, dan sakit kepala. Pada kasus berat dapat mengakibatkan koma, kekacauan mental dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Aliran dialisat&lt;br /&gt;Aliran yang tidak mencukupi tidak akan membahayakn pasien tetapi akan mengganggu efisiensi dialysis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Temperatur&lt;br /&gt;Suhu harus dipertahankan pada 36,7 – 38,3 C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Aliran darah&lt;br /&gt;Faktor yang mempengaruhi adalah tekanan darah, fistula dan fungsi kateter, serta sirkuit ektrakoporeal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e)Kebocoran darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Emboli udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN ( Diambil dari Doenges, Marillyn E. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta; EGC, 1999 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN: CEDERA, RESIKO TINGGI TERHADAP, KEHILANGAN AKSES VASKULER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Resiko Meliputi : Pembekuan; perdarahan karena lepasnya sambungan secara tidak sengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan dibuktikan oleh : (tidak dapat diterapkan ; adanya tanda-tanda dan gejala-gejala membuat diagnosa aktual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan / Kriteria Hasil : Mempertahankan jalan masuk vaskuler paten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINDAKAN / INTERVENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandiri:&lt;br /&gt;Pembekuan:&lt;br /&gt;1. Awasi potensi aliran AV internal pada interval sering : Palpasi getaran distal ;&lt;br /&gt;RASIONAL: Getaran disebabkan oleh turbulen darah arterial tekanan aliran yang masuk ke sistem tekanan vena yang lebih rendah dan harus dipalpasi di atas sisi keluarnya vena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Auskultasi untuk desiran;&lt;br /&gt;RASIONAL: Desiran adalah bunyi yang yang disebabkan oleh turbulen aliran darah yang masuk ke sistem vena dan harus terdengar dengan stetoskop, meskipun mungkin sangat redup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikan warna darah dan / atau pemisahan sel dan Serum sebelumnya.&lt;br /&gt;RASIONAL: Perubahan warna dari merah sedang sampai merah gelap keunguan menunjukan aliran darah lembam / pembekuan dini. Pemisahan dalam selang indikatif pembekuan. Darah merah gelap kemudian cairan kuning jernih menunjukan pembentukan bekuan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Palpasi kulit pirau untuk kehangatan.&lt;br /&gt;RASIONAL: Penurunan aliran darah akan mengakibatkan “ kedinginan” pada pirau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Beritahu dokter dan / atau lakukan prosedur penghilangan pembekuan bila terdapat bukti kehilangan potensi pirau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RASIONAL: Intervensi cepat dapat mengamankan jalan masuk; namun penghilangan pembekuan harus dilakukan oleh petugas berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Evaluasi keluhan nyeri, kebas / kesemutan; perhatikan pembengkakan ekstremitas distal pada jalan masuk.&lt;br /&gt;RASIONAL: Mengindikasikan ketidak adekuatan suplai darah. Menurunkan risiko pembekuan / pemutusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hindari trauma pada pirau ; contoh menangani selang dengan perlahan, pertahankan posisi kanula. Batasi aktivitas ekstremitas. Hindari mengukur TD atau mengambil darah dari ekstremitas yang ada pirau. Instruksikan pasien tidak tidur atau membawa beban, buku, dompet pada ektremitas yang sakit.&lt;br /&gt;RASIONAL: Dari beberapa bukti yang didapati pada pemeriksaan, dapat dengan segera tindakan/intervensi penanggulangan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan:&lt;br /&gt;8. Pasang dua klem kanula pada balutan pirau, sediakan torniket. Bila kanula terpisah, klem pertama pada arteri kemudian kanula vena. Bila selang lepas dari vena, klem kanula yang masih ditempatnya lakukan tekanan langsung pada sisi perdarahan. Pasang torniket diatasnya atau kembangkan balon pada tekanan diatas TD sistolik pasien.&lt;br /&gt;RASIONAL: Mencegah kehilangan darah masif bila kanula terpisah atau pirau berubah posisi sambil menunggu bantuan medik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi :&lt;br /&gt;9. Kaji kulit sekitar akses vaskuler, perhatikan kemerahan, pembengkakan, hangat lokal, eksudat, nyeri tekan.&lt;br /&gt;RASIONAL: Tanda infeksi lokal, dapat menjadi sepsis bila tak diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hindari kontaminasi pada sisi akses. Gunakan teknik aseptik dan masker bila memberikan perawatan pirau, mengganti balutan, dan bila melakukan proses dialisa.&lt;br /&gt;RASIONAL: Tanda infeksi / sepsis yang memerlukan intervensi medik cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Awasi suhu. Perhatikan adanya demam, mengigil, hipotensi.&lt;br /&gt;RASIONAL: Menentukan adanya patogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi:&lt;br /&gt;12. Contoh kultur sisi/ darah sampel sesuai indikasi.&lt;br /&gt;RASIONAL: Infus pada sisi arterial filter untuk mencegah pembekuan pada filter tanpa efek samping sistemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Berikan obat sesuai indikasi, contoh : Heparin (dosis rendah); Antibiotik (sistemik dan / atau topikal)&lt;br /&gt;RASIONAL: Pengobatan cepat infeksi dapat mengamankan jalan masuk, mencegah sepsis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN: KEKURANGAN VOLUME CAIRAN, RISIKO TINGGI TERHADAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Resiko Meliputi : Ultrafiltrasi, Pembatasan cairan; kehilangan darah aktual (heparinisasi sistemik atau pemutusan aliran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan dibuktikan oleh : (tidak dapat diterapkan ; adanya tanda-tanda dan gejala-gejala membuat diagnosa aktual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan / Kriteria Hasil : Mempertahankan keseimbangan cairan dibuktikan oleh berat badan dan tanda vital stabil, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada perdarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINDAKAN / INTERVENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandiri:&lt;br /&gt;1. Ukur sama sumber pemasukan dan pengeluaran. Lakukan ini tiap hari.&lt;br /&gt;RASIONAL: Membantu mengevaluasi status cairan, khususnya bila dibandingkan dengan berat badan. Catatan : Haluaran urine adalah evaluasi tidak akurat dari fungsi ginjal pada pasien dialisa. Beberapa orang menunjukan haluaran urine dengan sedikit klirens toksin ginjal, yang lain menunjukan oliguria atau anuria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Timbang tiap hari sebelum/ sesudah dialisa dilakukan.&lt;br /&gt;RASIONAL: Penurunan berat badan waktu pengukuran dengan tepat adalah pengukuran ultrafiltrasi dan pembuangan cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Awasi TD, nadi, dan tekanan hemodinamik bila tersedia selama dialisa.&lt;br /&gt;RASIONAL: Hipotensi, takikardia, penurunan tekanan hemodinamik menunjukan kekurangan cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pastikan kontinuitas kateter pirau / akses.&lt;br /&gt;RASIONAL: Terputusnya pirau / akses terbuka akan memungkinkan eksanguinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lakukan balutan eksternal pirau. Jangan izinkan suntikan pada pirau.&lt;br /&gt;RASIONAL: Meminimalkan stres pada pemasukan kanula untuk menurunkan perubahan posisi yang kurang hati-hati dan perdarahan pada sisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tempatkan pasien pada posisi telentang / trandelenburg sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;RASIONAL: Memaksimalkan aliran balik vena bila terjadi hipotensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kaji adanya perdarahan terus menerus atau perdarahan besar pada sisi akses, membran mukosa, insisi / luka. Hematemesis / guaiak feses, drainase gaster.&lt;br /&gt;RASIONAL: Heparinisasi sistemik selama dialisa meningkatkan waktu pembekuan dan menempatkan pasien pada resiko perdaahan, khususnya selama 4 jam pertama setelah prosedur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi:&lt;br /&gt;8. Awasi pemerikasaan laboratorium sesuai indikasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hb/Ht ;&lt;br /&gt;RASIONAL: Menurun karena anemia , hemodilusi, atau kehilangan darah aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Elektrolit serum dan pH;&lt;br /&gt;RASIONAL: Ketidakseimbangan dapat memerlukan perubahan dalam cairan dialisa atau tambahan pengganti untuk mencapai keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Waktu pembekuan, contoh ACT. PT/PTT, dan jumlah trombosit.&lt;br /&gt;RASIONAL: Penggunaan heparin untuk mencegah pembekuan pada aliran darah dan hemofilter mengubah koagulasi dan potensial perdarahan aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berikan cairan IV (contoh garam faal) / volume ekspander (contoh albumin) selama dialisa sesuai indikasi:&lt;br /&gt;RASIONAL: Cairan garam faal / dekstrosa, elektrolit, dan NaHCO3 mungkin diinfuskan dalam sisi vena hemofolter CAV bila kecepatan ultra filtrasi tinggi digunakan untuk membuang cairan ekstraseluler dan cairan toksik. Volume ekspander mugkin dibutuhkan selama / setelah hemodialisa bila terjadi hipotensi tiba-tiba/ nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Darah / kemasan SDM bila diperlukan.&lt;br /&gt;RASIONAL: Destruksi SDM (hemolisis) oleh dialisa mekanika, kehilangan perdarahan, menurunkan produksi SDM dapat mengakibatkan anemia berat/progresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Penurunan kecepatan ultrafiltrasi selama dialisa sesuai indikasi.&lt;br /&gt;RASIONAL: Menurunkan jumlah air selama dibuang dan dapat memperbaiki hipotensi/hipovolemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Berikan protamin sulfat bila diindikasikan.&lt;br /&gt;RASIONAL: Mungkin dilakukan untuk mengembalikan waktu pembekuan ke normal atau bila terjadi pelepasan heparin (sampai 16 jam setelah hemodialisasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN: VOLUME CAIRAN, KELEBIHAN, RISIKO TINGGI TERHADAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Resiko Meliputi : Pemasukan cairan cepat /berlebihan ; IV, darah, plasma ekspande, garam faal diberikan untuk mendukung TD selama dialisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan dibuktikan oleh : (Tidak dapat diterapkan adanya tanda-tanda dan gejala-gejala membuat diagnosa aktual).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan / Kriteria Hasil : Mempertahankan “berat badan kering “ dalam batas normal pasien edema,” bunyi nafas jelas dan kadar natrium dalam batas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINDAKAN / INTERVENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandiri:&lt;br /&gt;1. Ukur semua sumber pemasukan dan pengeluaran. Timbang dengan rutin.&lt;br /&gt;RASIONAL: Membantu mengevaluasi status cairan khususnya bila dibandingkan dengan berat badan. Peningkatan berat badan antara pengobatan harus tidak lebih dari 0,5 kg/hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Awasi TD, nadi.&lt;br /&gt;RASIONAL: Hipertensi dan takikardia antara hemodialisis dapat diakibatkan oleh kelebihan cairan dan / atau gagal jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikan adanya edema perifer/sakral. Pernapasan gemericik, dispnea, ortopnea, distensi vena leher, perubahan EKG menunjukan hipertrofi ventrikel.&lt;br /&gt;RASIONAL: Kelebihan cairan karena tidak efisennya dialisa atau hipervolemia berulang diantara pengobatan dialisa apat menyebabkan /eksaserbasi gagal jantung, seperti diindikasi oleh tanda / gejala kongesti vena sistemik dan / atau pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perhatikan perubahan mental.&lt;br /&gt;RASIONAL: Kelebihan cairan /hipervolemia, berpotensi untuk edema serebral (sindrom disekuilibrium).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi:&lt;br /&gt;5. Awasi kadar natrium serum. Batasi pemasukan natrium sesuai indikasi.&lt;br /&gt;RASIONAL: Kadar natrium tinggi dihubungkan dengan kelebihan cairan, edema, hipertensi, dan komplikasi jantung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Batasi pemasukan peroral cairan indikasi, pemberian jangka waktu memungkinkan cairan sepanjang periode 24 jam.&lt;br /&gt;RASIONAL: Hemodialisa intermiten mengakibatkan retensi /kelebihan cairan antara prosedur dan dapat memerlukan pembatasan cairan. Jarak cairan membantu mengurangi haus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-4666433511679532411?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/4666433511679532411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/hemodialisa-wdnurhaeny-emba-saputri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4666433511679532411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/4666433511679532411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/hemodialisa-wdnurhaeny-emba-saputri.html' title='HEMODIALISA, WD.NURHAENY EMBA SAPUTRI'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-170234827507205540</id><published>2010-05-03T12:36:00.003+08:00</published><updated>2010-06-07T06:57:42.874+08:00</updated><title type='text'>ASKEP DIALISIS GINJAL</title><content type='html'>Askep dialisis&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN PADA&lt;br /&gt;DIALISIS GINJAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=78B749&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=000000&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d9"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Pada dialisis, molekul solute berdifusi lewat membrane semifermeabel dengan cara mengalir dari sisi cairan yang lebih pekat (konsentrasi solute lebih tinggi) ke cairan yang lebid encer (konsentrasi solute lebih rendah). Cairan mengalir lewat membrane semifermeabel dengan cara osmosis atau ultrafiltrasi. Ultrafiltrasi dapat dilakukan dengan mencitakan perbedaan tekanan hidrostatik dan tekanan osmotik.&lt;br /&gt;Dialisis dilakukan pada gagal ginjal untuk mengeluarkan zat-zat toksi dan limbah tubuh yang dalam keadaan normal diekskrsikan oleh ginjal yang sehat. Dialisis juga dilakukan dalam penanganan pasien dengan edema yang membandel (tidak responsive terhadap terapi), koma hepetikum, hiperkalemia, hiperkalsemia, hipertensi, dan uremia.&lt;br /&gt;Keputusan untuk memulai dialysis harus diambil setelah dilakukan pembahasan dengan pemikiran yang mendalam antara pasien, keluarga dan dokter. Masalah-masalah yang dominan berhubungan dengan indikasi dialysis dan sering menuntut perubahan gayqa hidup yang drastic. Perawat dapat membentu pasien dan keluarga dengan menjawab semua pertanyaan mereka, menjelaskanm informasi dan menyokong keputusan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan dialysis adalah untuk mempertahankan kehidupan dan kesejahteraan pasien sampai fungsi ginjal pulih kembali. Metode terapi mencakup hemodialisis, hemofiltrasi dan peritoneal dialysis.&lt;br /&gt;1) Hemodialisis&lt;br /&gt;Tujuan terapi ini adalah untuk mengembalikan zat-zat nitrogen yang toksik dari dalam darah dan mengeluarkan air yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dialisis Peritoneal&lt;br /&gt;Tujuan terapi ini adalah untuk mengeluarkan zat-zat toksik serta limbah metabolik, mengembalikan keseimbangan cairan yang normal dengan mengeluarkan cairan yang berlebihan dan memulihkan keseimbangan elektrolit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialisis adalah suatu proses dimana solute dan air mengalami difusi secara pasif melalui suatu membrane berpori dari suatu kompaetemen cair menuju kompartemen cair lainnya (Sylvia &amp; Lorraine, 1995).&lt;br /&gt;Dialisis merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakn pross tersebut (Brunner &amp; Suddarth, 2002).&lt;br /&gt;Dialysis akut diperlukan bila terdapat kadar kalium yang tinggi/meningkat, kelebihan muatan cairan atau adema pulmoner yang mengancam, asidosis yang meningkat, perikarditis dan konfusi yang berat. Tindakan ini juga dapat dikerjakan untuk menghilangkan obat-obat tertentu atau toksin lain (keracunan atau dosis obat yang berlebihan).&lt;br /&gt;Dialysis kronis atau pemeliharaan dibutuhkan pada gagal ginjal kronis (penyakit ginjal stadium terminal) dalam keadaan: terjadi tanda-tanda gejala uremia yang mengenai seluruh system tubuh (mual serta muntah, anoreksia berat, peningklatan letargi, konfusi mental), kadar kalium serum yang meningkat, muatan cairan berlebihan yang tidak responsive terhadap terapi diuretic serta pembatasan cairan, dan penurunan status kesehatan umum.&lt;br /&gt;Pasien-pasien ini harus menjalani terapi dialysis sepanjang hidupnya atau sampai mendapat ginjal baru melalui operasi pencangkokan yang berhasil. Pasien memerlukan terapi dialysis yang kronis kalau terapi ini diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengendalikan gejala uremia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Etiologi&lt;br /&gt;Adapun penyebab dilakukan tindakan hemodialisis dan dialysis peritoneal :&lt;br /&gt;• Pembuangan cairan yang berlebihan, toksin atau obat karena tidak adekuatnya gradient osmotic dialisat&lt;br /&gt;• Kehilangan darah aktual (heparinisasi sitemik atau pemutusan aliran darah)&lt;br /&gt;• Distensi abdomen atau konstipasi&lt;br /&gt;• Penurunan area ventilasi dimana bunyi nafas adventisius menunjukkan kelebihan cairan, tertahannya sekresi dan infeksi. dimana bunyi nafas adventisius menunjukkan kelebihan cairan, tertahannya sekresi dan infeksi.&lt;br /&gt;• Penggunaan dialisat hipertonik dengan pembuangan cairan yang berlebihan dari volume sirkulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;1) Hemodialisis&lt;br /&gt;Penurunan aliran darah akan mengakibatkan “kedinginan” pada akses vascular. Penurunan tekanan hemodinamik menunjukkan kekurangan cairan yang dapat mengakibatkan terjadi hipotensi dan takikardi. Kelebihan cairan atau hipervolemia dapat berpotensi terjadinya edema serebral (sindrom disekuilibrasi), hipertensi dan takikardi. Destruksi sel darah merah (hemolisis) oleh dialysis mekanikal dapat mengakibatkan anemia berat atau progesif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dialisis Peritoneal&lt;br /&gt;Adanya keluhan nyeri dikarenakan pemasukan kateter melalui dinding abdomen atau iritasi kateter dan penempatan kateter yang tidak tepat. Takipnea, dispnea, nafas pendek dan nafas dangkal selama dialysis diduga karena tekanan disfragmatik dari distensi tongga peritoneal. Penuruna area ventilasi dapat menunjukkan adanya atelektasis. Berikut ini gejala-gejala lainnya :&lt;br /&gt;• Peritonitis&lt;br /&gt;• Penurunan tekanan darah (hipotensi)&lt;br /&gt;• Takikardi&lt;br /&gt;• Hiponatremia atau intoksikasi air&lt;br /&gt;• Turgor kulit buruk, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Patofisiologi&lt;br /&gt;Dua teknik utama yang digunakan dalam dialysis adalah dialysis peritoneal dan hemodialysis. Hemodialisis dan dialysis peritoneal merupakan dua teknik utama yang digunakan dalam dialysis dan prinsip dasar kedua teknik itu sama yaitu difusi solute dan air dari plasma kelarutan dialysis sebagai respon terhadap pewrbedaan konsentrasi atau tekanan tertentu.&lt;br /&gt;1) Hemodialysis&lt;br /&gt;Hemodialysis merupakan suatu proses yang digunakan pada pasien dalam keadaan sakit akut dan memerlukan terapi dialysis jangka panjang (beberapa hari sampai beberapa minggu) atau pasien dengan penyakit gagal ginjal stadium terminal yang membutuhkan terapi jangka panjang atau terapi permanent. Sehelai membrane sintetik yang semipermeabel menggantikan glomerulus serta tubulus renal dan bekerja sebagai filter bagi ginjal yang terganggu fungsinya itu.&lt;br /&gt;Darah dialirkan melalui ginjal buatan (dialiser) untuk membuang toksin atau kelebihan cairan dan kemudian dikembangkan ke sirkulasi vena. Hemodialisis adalah metode yang lebih cepat dan lebih efisien dari pada dialysis peritoneal untuk membuang area dan produk toksin lain, tetapi memerlukan akses AV permanen (Doenges, 1999).&lt;br /&gt;Akses vaskuler hemodialisis merupakan aspek yang paling peka pada hemodialisis oleh karena adanya banyak komplikasi dan kegagalannya. Untuk melakukan dialysis intermiten jangka panjang, maka perlu ada jalan masuk ke system vaskular penderita yang dapat diandalkan. Pada akses vascular dapat diklasifikasikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Akses vaskular Ekstternal (sementara)&lt;br /&gt;• Keteter subklavikula dan femoralis&lt;br /&gt;Akses segera ke dalam sirkulasi darah pasien pada hemodialisis darurat dicapai melalui kateterisasi subklavia untuk pemakaian sementara. Kateter dwi-lumen atau multi lumen dimasukan kedalam vena subklavia. Meskipun metoda akses veskular ini bukanya tanpa resiko, namun metoda tersebut biasanya dapat digunakan selama beberapa minggu. Kateter femoralis dapat dimasukan ke dalam pembuluh darah femoralis, dan digunakan selama beberapa minggu, jika pasien sudah tidak memerlukan karena akibat kondisi pasien yang sudah membaik atau terdapat cara akses yang lain.&lt;br /&gt;Karena pasien mayoritas hemodialisis jangka panjang yang harus dirawat dirumah sakit merupakan pasien dengan kegagalan akses siskulasi yang permanent, maka salah satu prioritas dalam perawatan pasien hemodialisis adalah perlindungan terhadap akses sirkulasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Akses Vaskular Internal (permanen)&lt;br /&gt;• Fistula&lt;br /&gt;Fistula yang lebih permanent dibuat melalui pembedahan dengan cara menyambung atau menghubungkan pembuluh arteri dengan vena secara side to side atau end to side. Fistula tersbut memerlukan waktu 4 sampai 6 minggu untuk menjadi matang sebelum siap digunakan. Waktu ini diperlukan untuk memberi kesempatan agar fistula pulih dan segmenvena fistula berdilatasi dengan baik sehingga dapat menerima jarum berlumen besar dengan ukuran 14 sampai 16. Jarum tersebut ditusukan kedalam pembuluh darah .&lt;br /&gt;Segmen arteri fistula digunakan untuk memasukan kembali darah yang sudah didialisis, untuk menampung aliran darah ini segmen arteri dan vena fistula tersebut harus lebih besar daripada pembuluh darah normal. Kepada pasien dianjurkan untuk melakukan latihan guna meningkatkan ukuran pembuluh ukuran pembuluh darah, yaitu dengan cara meremas-remas bola karet untuk melatih fistula yang dibuat dilengan bawah, dan dengan demikian pembuluh darah yang sudah lebar dapat menerima jarum berukuran besar yang digunakan dalam proses hemodialisis.&lt;br /&gt;• Tandur&lt;br /&gt;Dalam penyediaan lume sebagai tempat penusukan jarum dialysis, sebuah tandur dapat dibuat dengan cara menjahit sepoptong pembuluh arteri atau vena dari sapi, material Gore-Tex atau tandur vena safena dari pasien sendiri. Biasanya tandur tersebut dibuat bila pembuluh darah pasien sendiri tidak cocok untuk dijadikan fistula. Tandur biasanya dipasang pada lengan bawah, lengan atas paha bagian atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dialysis Peritoneal&lt;br /&gt;Dialysis peritoneal merupakan alternatif dari hemodialisis pada penanganan gagal ginjal akut dan kronik. Kira-kira 15% pasien penyakit ginjal tahap akhir menjalani dialysis peritoneal (Health Care Financing Administration, 1986).&lt;br /&gt;Dialysis peritoneal sangat mirip dengan hemodialsis, dimana pada tehnik ini peritoneum berfungsi sebagai membrane semi permeable. Akses terhadap rongga peritoneal dicapai melalui perisintesis memakai trokar lurus, kaku untuk dialysis peritoneal yang akut dan lebih permanent, sedangkan untuk yang kronik dipakai kateter Tenckoff yang lunak.&lt;br /&gt;Dialysis peritoneal dilakukan dengan menginfuskan 1-2 L cairan dialysis kedalam kavum peritoneal menggunakan kateter abdomen. Ureum dan kreatinin yang merupakan hasil akhir metabolisme yang diekskresikan oleh ginjal dikeluarkan dari darah melalui difusi dan osmosis. Ureum dikeluarkan dengan kecepatan 15-20 ml/ menit, sedangkan kreatinin dikeluarkan lebih lambat.&lt;br /&gt;Dialysis peritoneal kadang-kadang dipilih karena menggunakan tehnik yang lebih sederhana dan memberikan perubahan fisiologis lebih bertahap dari pada hemodialisis. Dialysis peritoneal ada 2 yaitu :&lt;br /&gt;Dialysis pertitoneal merupaan terapi pilihan bagi pasien gagal ginjal yang tidak mampu atau tidak mau menjalani hemodialsis atau transplantasi ginjal. Pasien yang rentan terhadap parubehan cairan, elektrolit dan metabolic yang cepat terjadi pada hemodialisis akan sedikit mengalami hal ini karena dialysis peritoneal kecepatan kerjanya lebih lambat.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pasien diabetes atau penyakit kardiovaskula, pasien lansia dan pasien yang beresiko mengalami efek samping dari pemberian heparin secara sistemik merupakan calon yang sesuai untuk tindakan dialysis peritoneal guna mengatasi gagal ginjal. Disamping itu, hipertensi berat, gagal jantung kongestif dan edema pulmonary yang tidak responsive terhadap terapi dapat juga diatasi dengan dialysis peritoneal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Dialysis Peritoneal&lt;br /&gt; Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD)&lt;br /&gt;Memungkinkan pasien untuk menangani prosedur dirumah dengan kantung dan aliran gravitasi, memerlukan waktu lama pada malam hari, dan total 3-5 siklus harian/ 7 hari seminggu.&lt;br /&gt; Automated Peritoneal Dialysis (APD)&lt;br /&gt;APD sama dengan CAPD dalam melanjutkan proses dialysis tetapi berbeda pada tambahan mesin siklus peritoneal. APD dapat dilanjutkan dengan siklus CCPD, IPD dan NPD.&lt;br /&gt; Continous Cyclic Peritoneal Dialysis (CCPD)&lt;br /&gt;CCPD merupakan variasi dari CAPD dimana suatu mesin siklus secara otomatis melakukan pertukaran beberapa kali dalam semalam dan satu siklus tambahan pada pagi harinya. Di siang hari, dialisat tetap berada dalam abdomen sebagai satu siklus panjang.&lt;br /&gt; Intermittent Peritoneal Dialysis (IPD)&lt;br /&gt;IPD bukan merupakan lanjutan prosedur dialisat seperti CAPD dan CCPD. Dialysis ini dilakukan selama 10-14 jam, 3 atau 4 jam kali per minggu, dengan menggunakan mesin siklus dialysis yang sama pada CCPD. Pada pasien hospitalisasi memerlukan dialysis 24-48 jam kali jika katabolis dan memerlukan tambahan waktu dialisat.&lt;br /&gt; Nightly Peritoneal Dialysis (NPD)&lt;br /&gt;Dilakukan mulai dari 8-12 jam misalnya dari malam hingga siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;1) Penatalaksaan Pasien yang Menjalani Hemodilisis Jangka-Panjang&lt;br /&gt;a. Diet dan masalah cairan&lt;br /&gt;Diet merupakan faktor penting bagi pasien yang menjalani hemodialisis. Apabila ginjal yang rusak tidak dapat mengekskresikan produk akhir metabolisme, substansi yang bersifat sebagai racun atau toksik (gejala uremik ). Lebih banyak toksin yang menumpuk, semakin berat gejalayabg timbul. Diet rendah protein akan mengurangi penumpikan limbah nitrogen dan dengan demikian meminimalkan gejala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pertimbangan Medikasi&lt;br /&gt;Banyak obat yang diekskresikan seluruhnya atau sebagian melalui ginjal. Pasien yang memerlukan obat-obatan (preparat glikosida jantung, antibiotic, antiaritmia, antihipertensi) harus dipantau untuk memastikan agar kadar obat dalam darah dan jaringan dapat dipertahankan tanpa menimbulkan akumulasi toksik.&lt;br /&gt;Beberapa obat akan dikeluaran dari darah pada saat dialysis. Oleh karena itu, penyesuaian dosis oleh dokter diperlukan. Apabila seorang pasien menjalani dialysis, semua jenis obat dan dosisnya harus dievaluasi dengan cermat, karena komuniasi, pendidikan dan evaluasi dapat memberikan hasil yang berbeda-beda. Pasien harus mengetahui kapan minum obat dan kapan menundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Penatalaksanaan Pasien yang Menjalani Dialisis Peritomeal&lt;br /&gt;a. Persiapan&lt;br /&gt;Proses persiapan pasien dan keluarganya yang dilaksanakan oleh perawat adalah penjelasan prosedur dialysis peritoneal, surat persetujan (Informed Consent) yang sudah ditandatangani, data dasar mengenai tanda-tanda vital, berat badan dan kadar elektrolit serum, pengosongan kandung kemih dan usus. Selain itu perawat juga mengkaji kecemasan pasien dan memberikan dukungan serta petunjuk mengenai prosedur yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Peralatan&lt;br /&gt;Perawat harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan konsentrasi dialisat yang akan digunakan dan obat-obatan yang akan ditambahkan, misalnya dalam penambahan heparin untuk mencegah pembekuan fibrin yang dapat menyumbat kateter peritoneal, penambahan antibiotic untuk mengobati peritonitis.&lt;br /&gt;Sebelum penambahan obat, larutan dialisat dihangatkan hingga mencapai suhu tubuh untuk mencegah gangguan rasa nyaman, nyeri abdomen, serta menyebabkan dilatasi pembuluh-pembuluh darah peritoneum. Sebelum dialysis dilakukan, peralatan dan selang dirakit. Selang tersebut diisi dengan cairan dialisat untuk mengurangi jumlah udara yang masuk kedalam kateter serta kavum peritoneal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pemasangan Kateter&lt;br /&gt;Kateter peritoneal dipasang di dalam kamar operasi untuk mempertahankan asepsis operasi dan memperkecil resiko kontaminasi. Kateter stylet dapat digunakan jika dialysis peritoneal tersebut diperkirakan akan dilaksanakan dalam waktu singkat. Sebelum prosedur pemasangan kateter dilakukan, kulit abdomen dipersiapkan dengan larutan antiseptic local dan dokter melakuan penyuntikan infiltrasi preparat anastesi local kedalam kulit dan jaringan subcutan. Insisi kecil atau sebuah tusukan dibuat pada 3-5 cm dibawah umbilicus.&lt;br /&gt;Sebuah trokar (alat berujung tajam) digunakan untuk menusuk peritoneum sementara pada pasien mengencangkan otot abdomennya dengan cara mengangkat kepalanya. Kateter disisipkan lewat trokar dan kemudian diatur posisinya. Cairan dialsat yang dipersiapkan diinfuskan kedalam kavum peritoneal dengan mendorong omentum (lapisan peritoneal yang membentang dari organ-organ abdomen) menjauhi kateter. Sebuah jahitan purse-string dapat dibuat untuk mengikat kateter pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Prosedur&lt;br /&gt;Untuk dialisat peritoneal intermiten, larutan dialisat dialirkan dengan bebas kedalam kavum peritoneal dan dibiarkan selama waktu retensi (dwell time) atau waktu ekuilibrasi yang ditentukan dokter. Waktu itu berfungsi untuk memungkinkan terjadinya difusi dan osmosis.&lt;br /&gt;Poda waktu akhir retensi, klem selang drainase dilepas dan larutan dialisat dibiarkan mengalir keluar dari kavum peritoneal melalui sebuah sistem yang tertutup dengan bantuan gaya berat. Cairan drainase biasanya berwarna seperti jerami atau tidak berwarna. Cairan dari botol yang baru kemudian ditambahkan, diinfusikan dan dialirkan keluar. Jumlah siklus atau pertukaran dan frekuensinyaditentukan oleh dokter sesuai kondisi fisik pasien serta kondisi akut penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Komplikasi&lt;br /&gt;1) Komplikasi Hemodialisis&lt;br /&gt;Hemodilisis dapat memperpanjang usia tapi tidak akan mengubah perjalanan alami penyakit ginjal yang mendasari dan juga tidak akan mengembalikan seluruh fungsi ginjal. Salah satu penyebab kematian diantara pasien-pasien yang menjalani hemodialisis kronis adalah penyakit kardiovaskuler arteriosklerotik. Gangguan metabolisme lipid (hipertrigliseridemia) tampaknya semakin diperberat dengan tindakan hemodilisis.&lt;br /&gt;Gagal jantung kongestif, penyakit jantung koroner serta nyeri angina pectoris, stroke dan insufisiensi vaskuler perifer juga dapat terjadi. Anemia dan rasa letih dapat menyebabkan penurunan kesehatan fisik maupun mental, berkurangnya tenaga serta kemauan, dan kehilangan perhatian. Gangguan metabolisme kalsium akan menimbulkan osteodistropi renal yang menyebabkan nyeri tulang dan fraktur. Komplikasi dialysis dapat mencangkup hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Hipotensi dapat terjadi selama terapi dialysis ketika cairan dikeluarkan.&lt;br /&gt;• Emboli udara merupakan komplikasi yang jarang tetapi dapat saja terjadi jika udara memasuki sistem vaskuler pasien.&lt;br /&gt;• Nyeri dada dapat terjadi karena pCO2 menurun bersamaan dengan terjadinya sirkulasi darah diluar tubuh.&lt;br /&gt;• Pruritus dapat terjadi selama terapi dialysis ketika produk-akhir metabolisme meninggalkan kulit.&lt;br /&gt;• Gangguan keseimbangan dialysis terjadi karena perpindahan cairan serebral dan muncul sebagai serangan kejang. Komplikasi ini kemungkinan terjadinya lebih besar jika terdapat gejala uremia yang berat.&lt;br /&gt;• Kram otot yang nyeri terjadi ketika cairan dan elektrolit dengan cepat meninggalkan ruang ekstrasel.&lt;br /&gt;• Mual dan muntah merupakan peristiwa yang serius terjadi.&lt;br /&gt;2) Komplikasi Dialysis Peritoneal&lt;br /&gt; Peritonitis&lt;br /&gt;Peritonitis merupakan komplikasi yang paling sering dijimpai dan paling sering serius 60% sampai 80% pasien. Sebagain besar disebabkan oleh kontaminasi Staphylococcus epidermidis yang bersifat aksidental.&lt;br /&gt;Manifestasi peritonitis mencangkup cairan drainase (effluent) dialisat yang keruh dan nyeri abdomen yang difus. Hipotensi dantanda-tanda syok lainnya dapat terjadi jika Staphylococcus aureus merupakan penyebab dari peritonitis.&lt;br /&gt;Peritonitis ditangani di rumah sakit jika pasien parah dan tidak memungkinkan untuk melakukan terapi pertukaran dirumah, biasanya pasien menjalani dialysis peritoneal intermiten selama 48 jam atau lebih, atau terapi dialysis dihentikan dan memberikan suntikan antibiotic. Pada infeksi persisten di tempat keluarnya kateter yang biasanya disebabkan oleh S. Aureus. Pelepasan kateter permanent diperlukan untuk mencegah terjadinya peritonitis.&lt;br /&gt;Selain mikroorganisme, pasien peritonitis akan kehilangan protein melalui perotonium dalam jumlah besar, malnutrisi akut dan kelambatan penyembuhan dapat terjadi sebagai akibatnya.&lt;br /&gt; Kebocoran&lt;br /&gt;Kebocoran cairan dialysis melalui luka insisi atau luka pada pemasangan kateter dapat diketahui sesudah kateter dipasang. Kebocoran akan berhenti spontan jika terapi dialysis tertunda selama beberapa hari untuk menyembuhkan luka insisi dan tempat keluarnya kateter. Kebocoran melalui tempat pemasangan kateter atau kedalam abdomen dapat terjadi spontan beberapa bulan atau tahun setelah pemasangan kateter tersebut. Kebocoran sering dapat dihindari dengan melalui infuse cairan dialysis dengan volume kecil (100-200 ml) dan secara bertahap meningkatkan cairan tersebut hingga mencapai 2000ml.&lt;br /&gt; Perdarahan&lt;br /&gt;Cairan drainase (effluent) dialysis yang mengandung darah kadang-kadang dapat terlihat khususnya pada pasien wanita yang sedang haid (cairan hipertonik menarik darah dari uterus lewat orifisium tuba falopi yang bermuara ke dalam kavum peritoneal). Pada banyak kasus penyebab terjadinya perdarahan tidak ditemukan. Pergeseran kateter dari pelvis kadang-kadang disertai dengan perdarahan. Perdarahan selalu berhenti setelah satu atau dua hari sehingga tidak memerlukan intervensi yang khusus.&lt;br /&gt;Komplikasi lain yang mencangkup hernia abdomen yang mungkin terjadi akibat peningkatan tekanan intra abdomen yang terus menerus. Tipe hernia yang pernah terjadi adalah tipe insisional, inguinal, diafragmatik, dan umbilical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;• Ketika klien mengalami gagal ginjal kronik, cari informasi yang lengkap dan adanya faktor resiko yang lain.&lt;br /&gt;• Kaji pengetahuan klien tentang gagal ginjal kronik dan tingkat kecemasan klien dan kemampuan klien untuk mengatasinya ketika klien terdiagnosa.&lt;br /&gt;• Ketika klien yang mengalami dialisis peritonial&lt;br /&gt;• Jika klien sedang melakukan hemodialisis, prioritas utama adalah potensi dari tempat pemasukan kateter pada vena.&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;• Resiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan.&lt;br /&gt;• Nyeri berhubungan dengan infeksi dalam rongga peritoneal.&lt;br /&gt;• Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan keterbatasan pengembangan diafragma.&lt;br /&gt;• Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan sfingter&lt;br /&gt;• Resiko terhadap kekurangan volume cairan.&lt;br /&gt;• Resiko tinggi terhadap trauma berhubungan dengan kateter dimasukkan kedalam rongga peri-toneal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brunner and Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah (Alih bahasa : Agung Waluyo). Jakarta : EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan (Edisi 3, Alih bahasa : I Made Kariasa, dkk). Jakarta : EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sylvia and Lorraine. 2002. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit (Edisi 4). Jakarta : EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soepaman, dkk. 2001. Ilmu Penyakit Dalam (Jilid II). Jakrta : Balai Penerbit FKUI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-170234827507205540?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/170234827507205540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/askep-dialisis-ginjal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/170234827507205540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/170234827507205540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/05/askep-dialisis-ginjal.html' title='ASKEP DIALISIS GINJAL'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-1610522071748721050</id><published>2010-04-12T17:55:00.001+08:00</published><updated>2010-06-07T07:00:50.238+08:00</updated><title type='text'>perkembangan bayi</title><content type='html'>Perkembangan Bayi Dari Bulan Pertama&lt;br /&gt;Sehinggalah Bulan Yang Kesembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d9"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Minggu pertama hingga minggu ke 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia kehamilan kita seminggu iaitu setelah 8 hari selepas proses persenyawaan berlaku, blastocyst (kini mengandungi 200 sel) merembeskan mukus untuk memberitahu kehadirannya di dalam rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk minggu ke-2, blastocyst menggelembung dan sel-sel mula berkembang dan terbahagi kira-kira 2 kali sehari sehinggalah pada hari yang ke 12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut atau disauh dengan kukuh pada endometrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian masuk minggu ke-3 selepas proses persenyawaan berlaku, saiz embrio terbentuk dan saiznya hanyalah sepanjang 0.08 inci/2 mm. Gen janin mula hendak membentuk dalam 3 lapisan benih(sel) daripada organ badan yang akan bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada minggu ke-4 berikutnya, janin kita sudah mulai membentuk struktur asas manusia dimana sel-sel mula bergabung dan pada masa itu embrio sudah mulai memanjang kira-kira 1/4 inci / 6 mm.Pada masa ini sudah kelihatan pembentukan otak dan tulang belakang serta anggota lain seperti jantung yang mengepam darah ke paru-paru dan aorta (urat besar yang membawa darah daripada jantung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio akan terus membesar sehingga pada minggu ke-5 didapati terdapat 3 lapisan iaitu ectoderm, mesoderm dan dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas. Ianya akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Manakala lapisan mesoderm pula yang berada pada lapisan tengah akan membentuk organ penting yang asas iaitu jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita perlu tahu bahawa dalam pembentukkan janin ini, sistem peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Akhir sekali ialah lapisan endoderm iaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk organ dalaman seperti usus, hati, pankreas dan pundi kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita gambarkan saiz janin 6 mm itu hanyalah sebesar biji tembikai sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada minggu ke-6, sekiranya pemeriksaan secara ultrasound dilakukan, kita akan dapat melihat janin sudah membentuk kepada dan badan. Biasanya getaran jantungnya juga sudah dapat dikesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah usia janin minggu ke-7, bentuk bayi semakin jelas terbentuk. Kepala bayi seolah-olah tertunduk dan berada dalam cecair ~ air ketuban atau amnotic sac yang akan memberikan keperluan tumbesaran bayi semasa dalam kandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengetahuan, pada usia kandungan kita minggu ke-8, rupa bayi sudah mulai terbentuk antaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada di bawah membran kulit yang nipis. Pada masa ini juga anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun tidak berapa jelas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiz bayi pada usia minggu ke-9 hanyalah sebesar sebiji anggur iaitu dalam saiz seinci. Pembentukan telinga sudah kelihatan pada masa ini. Dan yang paling mengembirakan bagi bakal ibu ialah pada saat inilah bayi kita sudah mulai mengerakkan anggota badannya. (Sudah boleh menggerakkan jejari tangan manakala jejari kakinya masih bercantum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usianya masuk minggu ke-10, bayi kita sudah kelihatan seperti manusia yang lengkap. Pada minggu ini, payu dara puan akan sedikit membengkak kerana terdapat cecair oestrogen dan progesterone sebagai persediaan untuk menyusukan bayi kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia kehamilan minggu pertama - minggu ke 10, ibu yang hamil amat memerlukan zat besi. Dengan zat besi tersebut ianya dapat membantu ibu hamil untuk menghilangkan rasa loya, muntah-muntah serta alahan. Dengan zat besi yang mudah hadam juga dapat membantu tumbesaran janin. Antara sindromyang dapat dicegah atau dikurangkan dengan pengambilan zat besi ini ialah dapat mencegah demam, batuk, selsema,sejuk-sejuk, sakit kepala, sakit gigi dan lain-lain lagi. Paling penting ia juga turut membantu melancarkan aliran darah dan mencegah daripada masalah urat bersimpul di betis dan kaki serta menghilangkan letih dan lesu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia kehamilan masuk minggu ke-11, bayi dalam kandungan akan mulai suatu proses pertumbuhan yang pesat dan mula mengangkat kepala ke atas jauh daripada dadanya. Alat kelamin luar pula mula terbentuk tetapi masih kecil sehingga sukar untuk melihat jantinanya samada lelaki atau perempuan semasa membuat imbasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menjelang minggu ke-12 iaitu usia kehamilan 3 bulan, kebanyakan wanita akan mula kelihatan tanda-tanda fizikal tentang kehamilannya. Sekarang bayi akan membesar dengan cepat. Saiz bayi dalam kandungan akan bertambah beberapa milimeter setiap hari. Wajahnya juga semakin jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari jemari kaki dan tangan mula terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata. Berat bayi pada masa ini adalah kira-kira satu aun (28g) dan panjangnya dalam 8 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko keguguran berkurangan pada minggu ke-12 kerana bayi semakin kukuh kedudukannya. Pada masa ini bayi dah boleh menguap, menggeliat, memusing badan tetapi kerana saiznya yang masih kecil kita tidak akan dapat merasakan sebarang pergerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ke-13, kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain-lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar tumbesaran kepala. Berat bayi kita kini boleh mencecah kira-kira 30g. Kuku kaki dan tangan juga mula tumbuh. Pada masa ini puan mungkin akan mengalami perubahan ketara akibat perubahan hormon yang berlaku dalam badan. Sebagai contoh rembesan minyak menyebabkan wajah kita berbintik-bintik. Kita perlu banyak meminum air suam/masak serta membersihkan muka sekurang-kurangnya 2-3 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk minggu ke-14 degupan jantung bayi akan semakin kuat dan kita sudah boleh mendengarnya melalui ujian imbasan. Lajunya adalah 2 kali ganda kelajuan jantung kita. Pada masa ini bayi kelihatan kurus kerana belum terdapat lapisan lemak. Kulitnya juga sangat nipis sehingga kita dapat melihat saluran darahnya. Pada tahap ini juga biasanya ibu hamil akan mengalami masalah sembelit kerana pergerakan usus cenderung diperlahankan semasa hamil. Jadi elakkan daripada memakai pakaian yang ketat atau sendat agar puan-puan berada dalam keadaan yang selesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu seterusnya iaitu minggu ke-15, bayi kita sudah mampu menggenggam tangannya dan menghisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup dan akan terus kekal sedemikian sehingga minggu ke-26. Walaupun begitu bayi boleh mengetahui perubahan cahaya ketika ini. Bayi kita juga sudah boleh menelan. Puan akan merasa perubahan ketara kerana garis pinggang kita akan mengembang dan jantung mula berdegup 20% lebih pantas kerana isipadu darah mengalir dalam badan telah meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi banyakkan senaman ringkas atau puan juga boleh melakukan aktiviti berenang untuk meringankan simptom kehamilan dan menyediakan stamina manjadi lebih kuat ketika proses kelahiran kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ke-16. Kehamilan puan kini sudah hampir 4 bulan. Pada masa ini badan kita perlu senantiasa sihat dan bertenaga. Bayi kita telah terbentuk sepenuhnya dan perlu diberikan nutrien yang secukupnya oleh plasenta. Bayi kita mula menerima nutrien dari plasenta sejak minggu ke-14. Kini bayi dalam kandungan telah mempunyai tulang yang kuat dan dia juga sudah boleh mendengar bunyi-bunyian untuk pertama kali. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-1610522071748721050?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/1610522071748721050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/perkembangan-bayi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1610522071748721050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/1610522071748721050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/perkembangan-bayi.html' title='perkembangan bayi'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-3522371940391047539</id><published>2010-04-11T13:26:00.002+08:00</published><updated>2010-06-07T07:08:08.266+08:00</updated><title type='text'>ASKEP PADA KLIEN ASMA</title><content type='html'>Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=38B63C&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=000000&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d9"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma adalah suatu gangguan yang komplek dari bronkial yang dikarakteristikan oleh periode bronkospasme (kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas). (Polaski : 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma adalah gangguan pada jalan nafas bronkial yang dikateristikan dengan bronkospasme yang reversibel. (Joyce M. Black : 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu. (Smelzer Suzanne : 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga pendapat tersebut dapat diketahui bahwa asma adalah suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yang bersifat reversibel, ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas.&lt;br /&gt;Etiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma adalah suatu obstruktif jalan nafas yang reversibel yang disebabkan oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kontraksi otot di sekitar bronkus sehingga terjadi penyempitan jalan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pembengkakan membran bronkus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Terisinya bronkus oleh mukus yang kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;airway-penderita-asma&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perjalanan penyakit asma dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu alergi dan psikologis, kedua faktor tersebut dapat meningkatkan terjadinya kontraksi otot-otot polos, meningkatnya sekret abnormal mukus pada bronkiolus dan adanya kontraksi pada trakea serta meningkatnya produksi mukus jalan nafas, sehingga terjadi penyempitan pada jalan nafas dan penumpukan udara di terminal oleh berbagai macam sebab maka akan menimbulkan gangguan seperti gangguan ventilasi (hipoventilasi), distribusi ventilasi yang tidak merata dengan sirkulasi darah paru, gangguan difusi gas di tingkat alveoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kategori asma alergi (asma ekstrinsik) ditemukan pada klien dewasa yaitu yang disebabkan alergi tertentu, selain itu terdapat pula adanya riwayat penyakit atopik seperti eksim, dermatitis, demam tinggi dan klien dengan riwayat asma. Sebaliknya pada klien dengan asma intrinsik (idiopatik) sering ditemukan adanya faktor-faktor pencetus yang tidak jelas, faktor yang spesifik seperti flu, latihan fisik, dan emosi (stress) dapat memacu serangan asma.&lt;br /&gt;Manifestasi Klinik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi klinik pada pasien asma adalah batuk, dyspnoe, dan wheezing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebagian penderita disertai dengan rasa nyeri dada, pada penderita yang sedang bebas serangan tidak ditemukan gejala klinis, sedangkan waktu serangan tampak penderita bernafas cepat, dalam, gelisah, duduk dengan tangan menyanggah ke depan serta tampak otot-otot bantu pernafasan bekerja dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tingkatan penderita asma yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tingkat I :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Secara klinis normal tanpa kelainan pemeriksaan fisik dan fungsi paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Timbul bila ada faktor pencetus baik didapat alamiah maupun dengan test provokasi bronkial di laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tingkat II :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Tanpa keluhan dan kelainan pemeriksaan fisik tapi fungsi paru menunjukkan adanya tanda-tanda obstruksi jalan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Banyak dijumpai pada klien setelah sembuh serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tingkat III :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Tanpa keluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pemeriksaan fisik dan fungsi paru menunjukkan adanya obstruksi jalan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Penderita sudah sembuh dan bila obat tidak diteruskan mudah diserang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tingkat IV :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Klien mengeluh batuk, sesak nafas dan nafas berbunyi wheezing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pemeriksaan fisik dan fungsi paru didapat tanda-tanda obstruksi jalan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tingkat V :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Status asmatikus yaitu suatu keadaan darurat medis berupa serangan asma akut yang berat bersifat refrator sementara terhadap pengobatan yang lazim dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Asma pada dasarnya merupakan penyakit obstruksi jalan nafas yang reversibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada asma yang berat dapat timbul gejala seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraksi otot-otot pernafasan, sianosis, gangguan kesadaran, penderita tampak letih, takikardi.&lt;br /&gt;Klasifikasi Asma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asma dibagi atas dua kategori, yaitu ekstrinsik atau alergi yang disebabkan oleh alergi seperti debu, binatang, makanan, asap (rokok) dan obat-obatan. Klien dengan asma alergi biasanya mempunyai riwayat keluarga dengan alergi dan riwayat alergi rhinitis, sedangkan non alergi tidak berhubungan secara spesifik dengan alergen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor seperti udara dingin, infeksi saluran pernafasan, latihan fisik, emosi dan lingkungan dengan polusi dapat menyebabkan atau sebagai pencetus terjadinya serangan asma. Jika serangan non alergi asma menjadi lebih berat dan sering dapat menjadi bronkhitis kronik dan emfisema, selain alergi juga dapat terjadi asma campuran yaitu alergi dan non alergi.&lt;br /&gt;Penatalaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip umum dalam pengobatan pada asma bronhiale :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menghilangkan obstruksi jalan nafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengenal dan menghindari faktor yang dapat menimbulkan serangan asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memberi penerangan kepada penderita atau keluarga dalam cara pengobatan maupun penjelasan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan asma dapat dibagi atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengobatan dengan obat-obatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Beta agonist (beta adrenergik agent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Methylxanlines (enphy bronkodilator)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Anti kolinergik (bronkodilator)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kortikosteroid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Mast cell inhibitor (lewat inhalasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tindakan yang spesifik tergantung dari penyakitnya, misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Oksigen 4-6 liter/menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Agonis B2 (salbutamol 5 mg atau veneteror 2,5 mg atau terbutalin 10 mg) inhalasi nabulezer dan pemberiannya dapat di ulang setiap 30 menit-1 jam. Pemberian agonis B2 mg atau terbutalin 0,25 mg dalam larutan dextrose 5% diberikan perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Aminofilin bolus IV 5-6 mg/kg BB, jika sudah menggunakan obat ini dalam 12 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kortikosteroid hidrokortison 100-200 mg itu jika tidak ada respon segera atau klien sedang menggunakan steroid oral atau dalam serangan sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Pemeriksaan Penunjang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemeriksaan penunjang seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Spirometri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjukkan adanya obstruksi jalan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tes provokasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Untuk menunjang adanya hiperaktifitas bronkus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tes provokasi dilakukan bila tidak dilakukan lewat tes spirometri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tes provokasi bronkial seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes provokasi histamin, metakolin, alergen, kegiatan jasmani, hiperventilasi dengan udara dingin dan inhalasi dengan aqua destilata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tes kulit : Untuk menunjukkan adanya anti bodi Ig E yang spesifik dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pemeriksaan kadar Ig E total dengan Ig E spesifik dalam serum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pemeriksaan radiologi umumnya rontgen foto dada normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Analisa gas darah dilakukan pada asma berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pemeriksaan eosinofil total dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Pemeriksaan sputum.&lt;br /&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan asma adalah pneumotoraks, atelektasis, gagal nafas, bronkhitis dan fraktur iga.&lt;br /&gt;Pengkajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Identitas klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Riwayat kesehatan masa lalu : riwayat keturunan, alergi debu, udara dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) riwayat kesehatan sekarang : keluhan sesak napas, keringat dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Status mental : lemas, takut, gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pernapasan : perubahan frekuensi, kedalaman pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Gastro intestinal : adanya mual, muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Pola aktivitas : kelemahan tubuh, cepat lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Contour, Confek, tidak ada defresi sternum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Diameter antero posterior lebih besar dari diameter transversal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Keabnormalan struktur Thorax&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Contour dada simetris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kulit Thorax ; Hangat, kering, pucat atau tidak, distribusi warna merata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) RR dan ritme selama satu menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palpasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Temperatur kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Premitus : fibrasi dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pengembangan dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Krepitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Massa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Edema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auskultasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Vesikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Broncho vesikuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Hyper ventilasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Rochi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Wheezing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Lokasi dan perubahan suara napas serta kapan saat terjadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pemeriksaan penunjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Spirometri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjukkan adanya obstruksi jalan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tes provokasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Untuk menunjang adanya hiperaktifitas bronkus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Tes provokasi dilakukan bila tidak dilakukan lewat tes spirometri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Tes provokasi bronkial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjang adanya hiperaktivitas bronkus , test provokasi dilakukan bila tidak dilakukan test spirometri. Test provokasi bronchial seperti : Test provokasi histamin, metakolin, alergen, kegiatan jasmani, hiperventilasi dengan udara dingin dan inhalasi dengan aqua destilata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tes kulit : Untuk menunjukkan adanya anti bodi Ig E yang spesifik dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pemeriksaan kadar Ig E total dengan Ig E spesifik dalam serum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Pemeriksaan radiologi umumnya rontgen foto dada normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Analisa gas darah dilakukan pada asma berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Pemeriksaan eosinofil total dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8)  Pemeriksaan sputum.&lt;br /&gt;Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 1 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan akumulasi mukus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan nafas kembali efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesak berkurang, batuk berkurang, klien dapat mengeluarkan sputum, wheezing berkurang/hilang, vital dalam batas normal keadaan umum baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas, misalnya : wheezing, ronkhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Beberapa derajat spasme bronkus terjadi dengan obstruksi jalan nafas. Bunyi nafas redup dengan ekspirasi mengi (empysema), tak ada fungsi nafas (asma berat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kaji / pantau frekuensi pernafasan catat rasio inspirasi dan ekspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Takipnea biasanya ada pada beberapa derajat dan dapat ditemukan pada penerimaan selama strest/adanya proses infeksi akut. Pernafasan dapat melambat dan frekuensi ekspirasi memanjang dibanding inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kaji pasien untuk posisi yang aman, misalnya : peninggian kepala tidak duduk pada sandaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Peninggian kepala tidak mempermudah fungsi pernafasan dengan menggunakan gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Observasi karakteristik batuk, menetap, batuk pendek, basah. Bantu tindakan untuk keefektipan memperbaiki upaya batuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : batuk dapat menetap tetapi tidak efektif, khususnya pada klien lansia, sakit akut/kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Berikan air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : penggunaan cairan hangat dapat menurunkan spasme bronkus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kolaborasi obat sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bronkodilator spiriva 1×1 (inhalasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Membebaskan spasme jalan nafas, mengi dan produksi mukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak efektifnya pola nafas berhubungan dengan penurunan ekspansi paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola nafas kembali efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola nafas efektif, bunyi nafas normal atau bersih, TTV dalam batas normal, batuk berkurang, ekspansi paru mengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaji frekuensi kedalaman pernafasan dan ekspansi dada. Catat upaya pernafasan termasuk penggunaan otot bantu pernafasan / pelebaran nasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : kecepatan biasanya mencapai kedalaman pernafasan bervariasi tergantung derajat gagal nafas. Expansi dada terbatas yang berhubungan dengan atelektasis dan atau nyeri dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Auskultasi bunyi nafas dan catat adanya bunyi nafas seperti krekels, wheezing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : ronki dan wheezing menyertai obstruksi jalan nafas / kegagalan pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tinggikan kepala dan bantu mengubah posisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : duduk tinggi memungkinkan ekspansi paru dan memudahkan pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Observasi pola batuk dan karakter sekret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Kongesti alveolar mengakibatkan batuk sering/iritasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dorong/bantu pasien dalam nafas dan latihan batuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : dapat meningkatkan/banyaknya sputum dimana gangguan ventilasi dan ditambah ketidak nyaman upaya bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kolaborasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan oksigen tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan humidifikasi tambahan misalnya : nebulizer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : memaksimalkan bernafas dan menurunkan kerja nafas, memberikan kelembaban pada membran mukosa dan membantu pengenceran sekret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 3 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan umum baik, mukosa bibir lembab, nafsu makan baik, tekstur kulit baik, klien menghabiskan porsi makan yang disediakan, bising usus 6-12 kali/menit, berat badan dalam batas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaji status nutrisi klien (tekstur kulit, rambut, konjungtiva).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : menentukan dan membantu dalam intervensi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jelaskan pada klien tentang pentingnya nutrisi bagi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : peningkatan pengetahuan klien dapat menaikan partisipasi bagi klien dalam asuhan keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Timbang berat badan dan tinggi badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Penurunan berat badan yang signifikan merupakan indikator kurangnya nutrisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anjurkan klien minum air hangat saat makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : air hangat dapat mengurangi mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Anjurkan klien makan sedikit-sedikit tapi sering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : memenuhi kebutuhan nutrisi klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kolaborasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Konsul dengan tim gizi/tim mendukung nutrisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : menentukan kalori individu dan kebutuhan nutrisi dalam pembatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikan obat sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Vitamin B squrb 2×1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : defisiensi vitamin dapat terjadi bila protein dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Antiemetik rantis 2×1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : untuk menghilangkan mual / muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 4 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KU klien baik, badan tidak lemas, klien dapat beraktivitas secara mandiri, kekuatan otot terasa pada skala sedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Evaluasi respons pasien terhadap aktivitas. Catat laporan dyspnea peningkatan kelemahan/kelelahan dan perubahan tanda vital selama dan setelah aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : menetapkan kebutuhan/kemampuan pasien dan memudahkan pilihan intervensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : Tirah baring dipertahankan selama fase akut untuk menurunkan kebutuhan metabolik, menghemat energi untuk penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat dan atau tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : pasien mungkin nyaman dengan kepala tinggi atau menunduk kedepan meja atau bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bantu aktivitas keperawatan diri yang diperlukan. Berikan kemajuan peningkatan aktivitas selama fase penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional :meminimalkan kelelahan dan membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : menurunkan stress dan rangsangan berlebihan meningkatkan istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa 5 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakitnya berhubungan dengan kurangnya informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan klien tentang proses penyakit menjadi bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari tentang proses penyakit :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien mengerti tentang definisi asma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien mengerti tentang penyebab dan pencegahan dari asma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klien mengerti komplikasi dari asma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diskusikan aspek ketidak nyamanan dari penyakit, lamanya penyembuhan, dan harapan kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : informasi dapat manaikkan koping dan membantu menurunkan ansietas dan masalah berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berikan informasi dalam bentuk tertulis dan verbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : kelemahan dan depresi dapat mempengaruhi kemampuan untuk mangasimilasi informasi atau mengikuti program medik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tekankan pentingnya melanjutkan batuk efektif atau latihan pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : selama awal 6-8 minggu setelah pulang, pasien beresiko besar untuk kambuh dari penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Identifikasi tanda atau gejala yang memerlukan pelaporan pemberi perawatan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : upaya evaluasi dan intervensi tepat waktu dapat mencegah meminimalkan komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Buat langkah untuk meningkatkan kesehatan umum dan kesejahteraan, misalnya : istirahat dan aktivitas seimbang, diet baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional : menaikan pertahanan alamiah atau imunitas, membatasi terpajan pada patogen.&lt;br /&gt;Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Jalan nafas kembali efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pola nafas kembali efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pengetahuan klien tentang proses penyakit menjadi bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-3522371940391047539?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/3522371940391047539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/askep-pada-klien-asma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3522371940391047539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3522371940391047539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/askep-pada-klien-asma.html' title='ASKEP PADA KLIEN ASMA'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-2700273606712021062</id><published>2010-04-11T13:24:00.001+08:00</published><updated>2010-06-07T07:09:39.457+08:00</updated><title type='text'>ATELEKTASIS, wd.nurhaeny emba saputri</title><content type='html'>ATELEKTASIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=38B63C&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=000000&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d9"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pada system pernapasan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortaliats. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kelainan paru bawaan atau congenital, infeksi pada saluran pernapasan sering terjadi dibandingkan dengan infeksi pada system organ tubuh lain.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun atelektasis sebenarnya bukan merupakan penyakit, tetapi ada kaitannya dengan penyakit parenkim paru. Atelektasis adalah istilah yang berarti “pengembangan paru-paru yang tidak sempurna” dan menerangkan arti bahwa alveolus pada bagian paru-paru yang terserang tidak mengandung udara dan kollaps.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan radiologis dan pemeriksaan khusus lainnya seperti bronkoskopi dan bronkografi, dapat menentukan atau menegakkan diagnosis dari atelektasis.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 DEFINISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atelektasis adalah suatu keadaan paru atau sebagian paru yang mengalami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan berkembang secara sempurna sehingga aerasi paru berkembang atau sama sekali tidak terisi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 ANATOMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saluran pernapasan udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkhiolus. Saluran dari bronkus sampai bronkiolus dilapisi oleh membran mukosa yang bersilia. Udara mengalir dari faring menuju laring atau kotak suara, laring merupakan rangkaian cincin tulang rawan yang dihubungkan oleh otot-otot dan mengandung pita suara. Trakea disokong oleh cincin tulang rawan yang berbentuk seperti sepatu kuda yang panjangnya kurang lebih 5 inci. Struktur trakea dan bronkus dianalogkan sebagai suatu pohon dan oleh karena itu dinamakan pohon trakeobronkial. Bronkus terdiri dari bronkus kiri dan kanan yang tidak simetris, bronkus kanan lebih pendek dan lebar dan merupakan kelanjutan dari trakea, cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris dan bronkus segmentalis, percabangan ini berjalan menuju terus menjadi bronkus yang ukurannya sangat kecil sampai akhirnya menjadi bronkus terminalis yaitu saluran udara yang mengandung alveoli, setelah bronkus terminalis terdapat asinus yaitu tempat pertukaran gas.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paru-paru merupakan organ yang elastis, berbentuk kerucut, yang terletak dalam rongga dada atau thorak. Kedua paru-paru saling berpisah oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar. Setiap paru-paru mempunyai apek dan basis. Pembuluh darah paru-paru dan bronchial, saraf dan pembuluh darah limfe memasuki tiap paru-paru pada bagian hilus dan membentuk akar paru-paru. Paru-paru kanan lebih besar daripada paru-paru kiri. Paru-paru kanan dibagi tiga lobus oleh fisura interlobaris, paru-paru kiri dibagi dua lobus. Lobus-lobus tersebut dibagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya. Suatu lapisan yang kontinu mengandung kolagen dan jaringan elastis dikenal sebagai pleura yang melapisi rongga dada (pleura parietalis) dan menyelubungi setiap paru-paru (pleura vesiralis). Diantara pleura parietalis dan viseralis terdapat suatu lapisan tipis cairan pleura yang berpungsi untuk memudahkan kedua permukaan bergerak selama pernapasan dan untuk mencegah sela perpisahan thorak dengan paru-paru. Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfer, untuk mencegah kolaps paru-paru.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peredaran darah paru-paru berasal dari arteri bronkilais dan arteri pulmonalis. Sirkulasi bronchial menyediakan darah teroksigenasi dari sirkulasi sistemik dan berfungsi memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan paru-paru. Arteri bronchial berasal dari aortatorakalis dan berjalan sepanjang dinding posterior bronkus. Vena bronkialis yang besarmengalirkan darahnya ke dalam sistem azigos, yang kemudian bermuara pada vena cava superior dan mengembalikan darah ke atrium kanan. Vena bronkialis yang lebih kecil akan mengalirkan darah vena pulmonalis. Karena sirkulasi bronchial tidak berperan pada pertukaran gas, darah yang tidak teroksigenasi mengalami pirau sekitar 2 sampai 3% curah jantung. Arteri pulmonalis yang berasal dari ventrikel kanan mengalirkan darah vena campuaran keparu-paru di mana darah tersebut mengambil bagian dalam pertukaran gas. Jalinan kapiler paru-paru yang halus mengitari dan menutupi alveolus, merupakan kontak erat yang diperlukan untuk proses pertukaran gas antara alveolus dan darah. Darah yang teroksigenasi kemudian dikembalikan melalui vena pulmonaliske ventrikel kiri, yang selanjutnya membagikan kepada sel-sel melalui sirkulasi sistemik.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 ETIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi atelektasis merupakan akibat suatu kelainan paru yang dapat disebabkan : 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bronkus yang tersumbat, penyumbatan bias berasal di dalam bronkus seperti tumor bronkus, benda asing, cairan sekresi yang massif. Dan penyumbatan bronkus akibat panekanan dari luar bronkus seperti tumor sekitar bronkus, kelenjar yang membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tekanan ekstra pulmonary, biasanya diakibatkan oleh pneumothorah, cairan pleura, peninggian diafragma, herniasi alat perut ke dalam rongga thorak, tumor thorak seperti tumor mediastinum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Paralisis atau paresis gerakan pernapasan, akan menyebabkan perkembangan paru yang tidak sempurna, misalkan pada kasus poliomyelitis dan kelainan neurologis lainnya. Gerak napas yang terganggu akan mempengaruhi lelancaran pengeluaran sekret bronkus dan ini akan menyebabkan penyumbatan bronkus yang berakhir dengan memperberat keadaan atelektasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hambatan gerak pernapasan oleh kelainan pleura atau trauma thorak yang menahan rasa sakit, keadaan ini juga akan menghambat pengeluaran sekret bronkus yang dapat memperberat terjadinya atelektasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penyumbatan bronchial yang terjadi secara mendadak sirkulasi darah perifer akan diserap oleh udara dari alveoli, yang akan menyebabkan terjadinya kegagalan pernapasan dan penarikan kembali paru-paru dalam beberapa menit, hal ini tanpa desebabkan adanya infeksi. Paru-paru akan menyusut secara komplek. Dalam tingkat awal, perfusi darah paru-paru akan kekurangan udara yang menyebabkan hipoksemi arterial. Jika kapiler dan jaringan hipoksia mengakibatkan timbulnya transudat berupa gas dan cairan serta udem paru. Pengeluaran transudat dari alveoli dan sel merupakan pencegahan komplit kolaps dari atelektasis paru. Daerah sekitar paru-paru yang mengalami udem kompensata sebagian akan kehilangan volume. Bagaimanapun juga pada kasus kolaps yang luas diafragma mengalami paninggian, dinding dada nyeri dan hal ini akan mempengaruhi perubahan letak hati dan mediastinum.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesak yang disebabkan merupakan variasi perubahan stimulus pusat respirasi dan kortek serebral. Stimulus berasal dari kemoreseptor di mana terdapat daerah atelektasis yang luas yang menyebabkan tekanan O2 kurang atau berasal dari paru-paru dan otot pernapasan, dimana paru-paru kekurangan oksigen tidak terpenuhi dan penambahan kerja pernapasan. Kiranya aliran darah pada daerah yang mengalami atelektasis berkurang. Tekanan CO2 biasanya normal atau seharusnya turun sedikit dari sisa hiperventilasi parenkim paru-paru yang normal.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5 GEJALA KLINIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala klinis sangat bervariasi, tergantung pada sebab dan luasnya atelektasis. Pada umumnya atelektasis yang terjadi pada penyakit tuberculosis, limfoma, neoplasma, asma dan penyakit yang disebabkan infeksi misalnya bronchitis, bronkopmeumonia, dan pain-lain jarang menimbulkan gejala klinis yang jelas, kecuali jika ada obstruksi pada bronkus utama. Jika daerah atelektsis itu luas dan terjadi sangat cepat akan terjadi dipsneu dengan pola pernapasan yang cepat dan dangkal, takikardi dan sering sianosis, temperatur yang tinggi, dan jika berlanjut akan menyebabkan penurunan kesadaran atau syok. Pada perkusi redup dan mungkin pula normal bila terjadi emfisema kompensasi. Pada atelektasis yang luas, atelektasis yang melibatkan lebih dari satu lobus, bising nafas akan melemah atau sama sekali tidak terdengar, biasanya didapatkan adanya perbedaan gerak dinding thorak, gerak sela iga dan diafragma. Pada perkusi&lt;br /&gt;mungkin batas jantung dan mediastinum akan bergeser, letak diafragma mungkin meninggi.4,5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6 GAMBARAN RADIOLOGIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai dasar gambaran radiologis pada atelektasis adalah pengurangan volume bagian paru baik lobaris, segmental atau seluruh paru, dengan akibat kurangnya aerasi sehingga memberi bayangan lebih suram (densitas tinggi) dengan penarikan mediastinum kearah atelektasis, sedangkan diafragma tertarik ke atas dan sela iga menyempit.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya atelektasis, maka bagian paru sekitarnya mengalami suatu enfisema kompensasi yang kadang-kadang begitu hebatnya sehingga terjadi herniasi hemithorak yang sehat kearah hemethorak yang atelektasis.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa atelektasis di kenal sebagai: 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Atelektasis lobaris bawah: bila terjadi dilobaris bawah paru kiri, maka akan tersembunyi dibelakang bayangan jantung dan pada foto thorak PA hamya memperlihatkan diafragma letak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Atelektasis lobaris tengah kanan (right middle lobe). Sering disebabkan peradangan atau penekanan bronkus oleh kelenjar getah bening yang membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Atelektasis lobaris atas (upper lobe): memberikan bayangan densitas tinggi dengan tanda penarikan fissure interlobaris ke atas dan trakea ke arah atelektasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Atelektasis segmental: kadang-kadang sulit dikenal pada foto thoraj PA, maka perlu pemotretan dengan posisi lain seperti lateral, miring (obligue), yang memperlihatkan bagian uang terselubung dengan penarikan fissure interlobularis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Atelektasis lobularis (plate like/atelektasis local). Bila penyumbatan terjadi pada bronkus kecil untuk sebagian segmen paru, maka akan terjadi bayangan horizontal tipis, biasanya dilapangan paru bawah yang sering sulit dibedakan dengan proses fibrosis. Karena hanya sebagian kecil paru terkena, maka biasanya tidak ada keluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping pembagian di atas, ada juga pembagian atelektasis berdasarkan letak lesi atelektasis tersebut di tiap lobus baik di paru kanan maupun kiri. Berikut ini akan diuraikan pembagian di atas beserta gambaran radiologisnya:6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Atelektasis pada lobus atas paru kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaps pada bagian ini meliputi bagian anterior, superior dan medial. Pada foto thorak PA tergambarkan dengan fisura minor bagian superior dan mendial yang mengalami pergeseran. Pada foto lateral, fisura mayor bergerak ke depan, sedangkan fisura minor dapat juga mengalamai pergeseran ke arah superior. Berikut ini beberapa tanda klasik yang sering timbul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- S Sign of Golden, tanda ini berupa gambaran huruf “S” terbalik yang merupakan bentuk dari fisura minor yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.7 DIAGNOSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan klinis dan gambaran radiologis yang jelas dari berkurangnya ukuran paru-paru (digambarkan dengan adanya penarikan tulang iga, peninggian diafragma, penyimpangan dari trakea, janrtung dan mediastinum dan selam lobus kehilangan udara, di celah interlobus menjadi bergeser atau tidak pada tempatnya, dan densitas pada lobus menjadi lebih opak, seperti pada bronkus, pembuluh darah kelenjar limfe menjadi tidak beraturan. Dan pemeriksaan khusus misalnya dengan bronkoskopi dan bronkografi, dapat degan tepat menetukan cabang bronkus yang tersumbat.3.5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.8 DIAGNOSIS BANDING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Abses paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abses paru adalah peradangan di jaringan paru-paru yang menimbulkan nekrosis dengan pengunpulan nanah dan lokasi pada umumnya di lobus bawah paru-paru kanan bawah. Pada foto PA dan lateralabses paru biasanya di temukan kavitas, tetapi dapat pula multikavitas berdinding tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Abestosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan radiologis menunjukan penebalan pleura disertai fibrosis paru, biasanya terjadi dilapangan paru bawah, terutama paru kiri sekitar parakardial yang menutupi batas jantung kiri. Kadang-kadang dapat ditemukan pembesaran kelenjar hilus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pneumothorak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah adanya udara dalam rongga pleura di mana masukan udara ke dalam rongga pleura, dapat dibedakan menjadi: pneumothorak spontan, udara lingkungan keluar masuk ke dalam rongga pleura melalui luka tusuk, misalnya udara melalui mediastinum yang disebabkan oleh trauma. Gambaran radiologis adanya bayangan udara dalam rongga pleura memberikan bayangan radiolusen yang tanpa struktur jaringan paru dengan batas paru berupa garis rioopak tipis berasal dari pleuraviseralis. Jika pneumothorak luas, akan menekan jaringan oaru kearah hilus atau paru menjadi kuncup atau kolaps di daerah hilus dan mendorong mediastinum ke arah kontralateral dan sela iga menjadi lebih lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Karsinoma paru yang berasal dari small cell dan non small cell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan radiologis didapatkan gambaran emfisema setempat, atelektasis, pelebaran mediastinum, pembesaran kelenjar hilus yang unilateral, efusi pleura yang progresif, elevasi diafragma dan detruksi tulang sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.9 TERAPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan bronkoskopi harus segera dilakukan, apabila atelektasis terjadi karena oenyumbatan benda asing. Pemberian oksigenasi harus diberikan pada penderita sesak dan sianosis. Terapi yang diberikan biasanya simtomatis seperti anti sesak, bronkodilator, antibiotik dan kortikosteroid. Fisioterafi sangan berguna seperti perubahan posisi, masase, latihan pernapasan sangat membantu dalam pengembangan kembali paru yang kempis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada infeksi yang kronis biasanya dilakukan pemeriksaan bakteriologis yang lebih teliti dan lobektomi sebaiknya tidak dilakukan kecuali jika nfeksi kronis dan melibatkan bagian paru yang sehat atau sudah terjadi bronliektasis pada daerah yang cukup luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.10 PROGNOSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya atelektasis dapat hilang jika penyebab obstruksi telah dihilangkan kecuali jika ada infeksi sekunder. Cepat lambatnya pnyembuhan tergantung pula pada luasnya daerah atelektasis, letak atelektasis. Pada daerah atelektasis umumnya mudah terjadi infeksi, karena gerakan mukosilier pada bronkus yang bersangkutan terganggu, sehingga efek batuk tidak bekerja. Jika infeksi ini berlangsung lebih lanjut, dapat pula mengakibatkan bronkiektasis atau abses paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. A. Price Sylvia, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, EGC, vol 2, edisi 4, Jakarta, 1995, hal 645-707.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasad Sjahriar, Radiologi Diagnostik, FK UI, cetakan 6, Jkarta 2000, hal 108.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sharma. S, Atelektasis, 2003, http//www.eMedicine.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Franken et all, Atelektasis: A Shrunke, Air Less State Affecting All or Part of Lung, 2004, http//www.eMedicine.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ilmu Penyakit Dalam, Penyakit Sistem Pernapasan, 1998, FKUI, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Edwin F. Donnelly, M.D., Ph.D., Patterns of Lobar Collapse, 2004, http//www.RadiologyNotebook.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-2700273606712021062?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/2700273606712021062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/atelektasis-wdnurhaeny-emba-saputri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/2700273606712021062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/2700273606712021062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/atelektasis-wdnurhaeny-emba-saputri.html' title='ATELEKTASIS, wd.nurhaeny emba saputri'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-3780622377254489701</id><published>2010-04-11T07:31:00.005+08:00</published><updated>2010-06-07T07:10:24.135+08:00</updated><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN EFUSI PLEURA, wd.nurhaeny emba saputri</title><content type='html'>A.     Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=38B63C&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=000000&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d9"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efusi pleural adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit primer jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Efusi dapat berupa cairan jernih, yang mungkin merupakan transudat, eksudat, atau dapat berupa darah atau pus (Baughman C Diane, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efusi pleural adalah pengumpulan cairan dalam ruang pleura yang terletak diantara permukaan visceral dan parietal, proses penyakit primer jarang terjadi tetapi biasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. Secara normal, ruang pleural mengandung sejumlah kecil cairan (5 sampai 15ml) berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan permukaan pleural bergerak tanpa adanya friksi (Smeltzer C Suzanne, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efusi pleura adalah istilah yang digunakan bagi penimbunan cairan dalam rongga pleura. (Price C Sylvia, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Etiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hambatan resorbsi cairan dari rongga pleura, karena adanya bendungan seperti pada dekompensasi kordis, penyakit ginjal, tumor mediatinum, sindroma meig (tumor ovarium) dan sindroma vena kava superior.&lt;br /&gt;   2. Pembentukan cairan yang berlebihan, karena radang (tuberculosis, pneumonia, virus), bronkiektasis, abses amuba subfrenik yang menembus ke rongga pleura, karena tumor dimana masuk cairan berdarah dan karena trauma. Di Indonesia 80% karena tuberculosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan cairan rongga pleura dapat terkumpul pada proses penyakit neoplastik, tromboembolik, kardiovaskuler, dan infeksi. Ini disebabkan oleh sedikitnya satu dari empat mekanisme dasar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Peningkatan tekanan kapiler subpleural atau limfatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Penurunan tekanan osmotic koloid darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Peningkatan tekanan negative intrapleural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Adanya inflamasi atau neoplastik pleura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Tanda dan Gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Adanya timbunan cairan mengakibatkan perasaan sakit karena pergesekan, setelah cairan cukup banyak rasa sakit hilang. Bila cairan banyak, penderita akan sesak napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Adanya gejala-gejala penyakit penyebab seperti demam, menggigil, dan nyeri dada pleuritis (pneumonia), panas tinggi (kokus), subfebril (tuberkulosisi), banyak keringat, batuk, banyak riak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Deviasi trachea menjauhi tempat yang sakit dapat terjadi jika terjadi penumpukan cairan pleural yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Pemeriksaan fisik dalam keadaan berbaring dan duduk akan berlainan, karena cairan akan berpindah tempat. Bagian yang sakit akan kurang bergerak dalam pernapasan, fremitus melemah (raba dan vocal), pada perkusi didapati daerah pekak, dalam keadaan duduk permukaan cairan membentuk garis melengkung (garis Ellis Damoiseu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Didapati segitiga Garland, yaitu daerah yang pada perkusi redup timpani dibagian atas garis Ellis Domiseu. Segitiga Grocco-Rochfusz, yaitu daerah pekak karena cairan mendorong mediastinum kesisi lain, pada auskultasi daerah ini didapati vesikuler melemah dengan ronki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Pada permulaan dan akhir penyakit terdengar krepitasi pleura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Patofisiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam rongga pleura terdapat + 5ml cairan yang cukup untuk membasahi seluruh permukaan pleura parietalis dan pleura viseralis. Cairan ini dihasilkan oleh kapiler pleura parietalis karena adanya tekanan hodrostatik, tekanan koloid dan daya tarik elastis. Sebagian cairan ini diserap kembali oleh kapiler paru dan pleura viseralis, sebagian kecil lainnya (10-20%) mengalir kedalam pembuluh limfe sehingga pasase cairan disini mencapai 1 liter seharinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkumpulnya cairan di rongga pleura disebut efusi pleura, ini terjadi bila keseimbangan antara produksi dan absorbsi terganggu misalnya pada hyperemia akibat inflamasi, perubahan tekanan osmotic (hipoalbuminemia), peningkatan tekanan vena (gagal jantung). Atas dasar kejadiannya efusi dapat dibedakan atas transudat dan eksudat pleura. Transudat misalnya terjadi pada gagal jantung karena bendungan vena disertai peningkatan tekanan hidrostatik, dan sirosis hepatic karena tekanan osmotic koloid yang menurun. Eksudat dapat disebabkan antara lain oleh keganasan dan infeksi. Cairan keluar langsung dari kapiler sehingga kaya akan protein dan berat jenisnya tinggi. Cairan ini juga mengandung banyak sel darah putih. Sebaliknya transudat kadar proteinnya rendah sekali atau nihil sehingga berat jenisnya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.     Pemeriksaan Diagnostik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Pemeriksaan radiologik (Rontgen dada), pada permulaan didapati menghilangnya sudut kostofrenik. Bila cairan lebih 300ml, akan tampak cairan dengan permukaan melengkung. Mungkin terdapat pergeseran di mediatinum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Ultrasonografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Torakosentesis / pungsi pleura untuk mengetahui kejernihan, warna, biakan tampilan, sitologi, berat jenis. Pungsi pleura diantara linea aksilaris anterior dan posterior, pada sela iga ke-8. Didapati cairan yang mungkin serosa (serotorak), berdarah (hemotoraks), pus (piotoraks) atau kilus (kilotoraks). Bila cairan serosa mungkin berupa transudat (hasil bendungan) atau eksudat (hasil radang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Cairan pleural dianalisis dengan kultur bakteri, pewarnaan gram, basil tahan asam (untuk TBC), hitung sel darah merah dan putih, pemeriksaan kimiawi (glukosa, amylase, laktat dehidrogenase (LDH), protein), analisis sitologi untuk sel-sel malignan, dan pH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Biopsi pleura mungkin juga dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.      Penatalaksanaan medis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q     Tujuan pengobatan adalah untuk menemukan penyebab dasar, untuk mencegah penumpukan kembali cairan, dan untuk menghilangkan ketidaknyamanan serta dispneu. Pengobatan spesifik ditujukan pada penyebab dasar (co; gagal jantung kongestif, pneumonia, sirosis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q      Torasentesis dilakukan untuk membuang cairan, untuk mendapatkan specimen guna keperluan analisis dan untuk menghilangkan disneu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q     Bila penyebab dasar malignansi, efusi dapat terjadi kembali dalam beberapa hari tatau minggu, torasentesis berulang mengakibatkan nyeri, penipisan protein dan elektrolit, dan kadang pneumothoraks. Dalam keadaan ini kadang diatasi dengan pemasangan selang dada dengan drainase yang dihubungkan ke system drainase water-seal atau pengisapan untuk mengevaluasiruang pleura dan pengembangan paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q     Agen yang secara kimiawi mengiritasi, seperti tetrasiklin dimasukkan kedalam ruang pleura untuk mengobliterasi ruang pleural dan mencegah akumulasi cairan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q     Pengobatan lainnya untuk efusi pleura malignan termasuk radiasi dinding dada, bedah plerektomi, dan terapi diuretic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.    Water Seal Drainase (WSD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WSD adalah suatu unit yang bekerja sebagai drain untuk mengeluarkan udara dan cairan melalui selang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Indikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Pneumothoraks karena rupture bleb, luka tusuk tembus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Hemothoraks karena robekan pleura, kelebihan anti koagulan, pasca bedah toraks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Torakotomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.      Efusi pleura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.       Empiema karena penyakit paru serius dan kondisi inflamasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Tujuan Pemasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Untuk mengeluarkan udara, cairan atau darah dari rongga pleura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Untuk mengembalikan tekanan negative pada rongga pleura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Untuk mengembangkan kembali paru yang kolap dan kolap sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Untuk mencegah reflux drainase kembali ke dalam rongga dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Tempat pemasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Apikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü      Letak selang pada interkosta III mid klavikula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü      Dimasukkan secara antero lateral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü      Fungsi untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Basal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü      Letak selang pada interkostal V-VI atau interkostal VIII-IX mid aksiller&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü      Fungsi : untuk mengeluarkan cairan dari rongga pleura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Jenis WSD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Sistem satu botol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem drainase ini paling sederhana dan sering digunakan pada pasien dengan simple pneumotoraks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Sistem dua botol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada system ini, botol pertama mengumpulkan cairan/drainase dan botol kedua adalah botol water seal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        System tiga botol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tiga botol, botol penghisap control ditambahkan ke system dua botol. System tiga botol ini paling aman untuk mengatur jumlah penghisapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.    Pengkajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Aktifitas/istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : dispneu dengan aktifitas ataupun istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Sirkulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Takikardi, disritmia, irama jantung gallop, hipertensi/hipotensi, DVJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Integritas ego&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : ketakutan, gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Makanan / cairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pemasangan IV vena sentral/ infus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      nyeri/kenyamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala tergantung ukuran/area terlibat : Nyeri yang diperberat oleh napas dalam, kemungkinan menyebar ke leher, bahu, abdomen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Berhati-hati pada area yang sakit, perilaku distraksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Pernapasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Kesulitan bernapas, Batuk, riwayat bedah dada/trauma,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Takipnea, penggunaan otot aksesori pernapasan pada dada, retraksi interkostal, Bunyi napas menurun dan fremitus menurun (pada sisi terlibat), Perkusi dada : hiperresonan diarea terisi udara dan bunyi pekak diarea terisi cairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observasi dan palpasi dada : gerakan dada tidak sama (paradoksik) bila trauma atau kemps, penurunan pengembangan (area sakit). Kulit : pucat, sianosis,berkeringat, krepitasi subkutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.       Diagnosa Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Pola napas tidak efektif b.d penurunan ekspansi paru (akumulasi udara/cairan), gangguan musculoskeletal, nyeri/ansietas, proses inflamasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan dibuktikan oleh : dispneu, takipneu, perubahan kedalaman pernapasan, penggunaan otot aksesori, gangguan pengembangan dada, sianosis, GDA taknormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : pola nafas efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Menunjukkan pola napas normal/efektif dng GDA normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Bebas sianosis dan tanda gejala hipoksia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Identifikasi etiologi atau factor pencetus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Evaluasi fungsi pernapasan (napas cepat, sianosis, perubahan tanda vital)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Auskultasi bunyi napas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Catat pengembangan dada dan posisi trakea, kaji fremitus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Pertahankan posisi nyaman biasanya peninggian kepala tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Bila selang dada dipasang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       periksa pengontrol penghisap, batas cairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Observasi gelembung udara botol penampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Klem selang pada bagian bawah unit drainase bila terjadi kebocoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.      Awasi pasang surutnya air penampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.       Catat karakter/jumlah drainase selang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Berikan oksigen melalui kanul/masker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Nyeri dada b.d factor-faktor biologis (trauma jaringan) dan factor-faktor fisik (pemasangan selang dada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Nyeri hilang atau berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Pasien mengatakan nyeri berkurang  atau dapat dikontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Pasien tampak tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Kaji terhadap adanya nyeri, skala dan intensitas nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Ajarkan pada klien tentang manajemen nyeri dengan distraksi dan relaksasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Amankan selang dada untuk membatasi gerakan dan menghindari iritasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Kaji keefektifan tindakan penurunan rasa nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Berikan analgetik sesuai indikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Resiko tinggi trauma/henti napas b.d proses cidera, system drainase dada, kurang pendidikan keamanan/pencegahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : tidak terjadi trauma atau henti napas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Mengenal kebutuhan/mencari bantuan untuk mencegah komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Memperbaiki/menghindari lingkungan dan bahaya fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Kaji dengan pasien tujuan/fungsi unit drainase, catat gambaran keamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Amankan unit drainase pada tempat tidur dengan area lalu lintas rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Awasi sisi lubang pemasangan selang, catat kondisi kulit, ganti ulang kasa penutup steril sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Anjurkan pasien menghindari berbaring/menarik selang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Observasi tanda distress pernapasan bila kateter torak lepas/tercabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan aturan pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Mengetahui tentang kondisinya dan aturan pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Menyatakan pemahaman tentang masalahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Mengikuti program pengobatan dan menunjukkan perubahan pola hidup untuk mencegah terulangnya masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Kaji pemahaman klien tentang masalahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Identifikasi  kemungkinan kambuh/komplikasi jangka panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Kaji ulang praktik kesehatan yang baik, nutrisi, istirahat, latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Berikan informasi tentang apa yang ditanyakan klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*        Berikan reinforcement atas usaha yang telah dilakukan klien .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Baughman C Diane, Keperawatan medical bedah, Jakrta, EGC, 2000.&lt;br /&gt;   2. Doenges E Mailyn, Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Ed3. Jakarta, EGC. 1999&lt;br /&gt;   3. Hudak,Carolyn M. Keperawatan kritis : pendekatan holistic. Vol.1, Jakarta.EGC. 1997&lt;br /&gt;   4. Purnawan J. dkk, Kapita Selekta Kedokteran, Ed2. Media Aesculapius. FKUI.1982.&lt;br /&gt;   5. Price, Sylvia A, Patofisiologi : Konsep klinis proses-pross penyakit, Ed4. Jakarta. EGC. 1995.&lt;br /&gt;   6. Smeltzer c Suzanne, Buku Ajar Keperawatan medical Bedah, Brunner and Suddarth’s, Ed8. Vol.1, Jakarta, EGC, 2002.&lt;br /&gt;   7. Syamsuhidayat, Wim de Jong, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi, Jakarta, EGC, 1997.&lt;br /&gt;   8. Susan Martin Tucker, Standar perawatan Pasien: proses keperawatan, diagnosis, dan evaluasi. Ed5. Jakarta EGC. 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-3780622377254489701?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/3780622377254489701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/asuhan-keperawatan-pada-klien-efusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3780622377254489701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/3780622377254489701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/asuhan-keperawatan-pada-klien-efusi.html' title='ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN EFUSI PLEURA, wd.nurhaeny emba saputri'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-8004011599172907153</id><published>2010-04-09T21:18:00.003+08:00</published><updated>2010-06-07T07:11:41.375+08:00</updated><title type='text'>HALUSINASI, wd,nurhaeny emba saputri</title><content type='html'>HALUSINASI    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=000000&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d9"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halusinasi adalah ketidakmampuan klien dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan stimulus yang ada sesuai yang diterima oleh panca indra yang ada (Fortinash, 1995). Halusinasi adalah persepsi sensori yang salah atau persepsi eksternal yang tidak realita atau tidak ada (Sheila L Videbeck, 2000).&lt;br /&gt;Halusinasi adalah suatu keadaan dimana individu mengalami suatu perubahan dalam jumlah atau pola rangsang yang mendekat (baik yang dimulai secara eksternal maupun internal) disertai dengan respon yang berkurang dibesar-besarkan, distorsi atau kerusakan rangsang tertentu (Towsend, 1998). Dari keempat pengertian di atas maka penulis menyimpulkan bahwa halusinasi adalah persepsi yang timbul tanpa stimulus eksternal serta tanpa melibatkan sumber dari luar yang meliputi semua system panca indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor predisposisi dari halusinasi menuruut Stuart &amp; Laraia (1998) adalah aspek biologis, psikologis, genetik, sosial dan biokimia. Dari predisposisi tersebut pada klien Ny. Y yang dominan adalah faktor sosial karena klien menikah dalam usia muda (belum siap fisik dan psikis)dan orang tua klien bercerai pada saat klien berusia 11 tahun dan faktor psikologis dimana klien mempunyai kepribadian tertutup. Jika tugas perkembangan terlambat atau hubungan interpersonal terganggu, maka individu akan mengalami stress atau kecemasan. Beberapa faktor  di masyarakat dapat membuat seseorang terisolasi dan kesepian sehingga menyebabkan kurangnya rangsangan dari eksternal. Stress yang menggangggu sistem metabolisme tubuh akan mengeluarkan suatu zat yang bersifat halusinogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor presipitasi menurut Stuart &amp; Sundeen (1998) adalah stresor sosial dimana stress dan kecemasan akan meningkat bila terjadinya penurunan stabilitas, keluarga, perpisahan dari orang yang sangat penting atau diasingkan oleh kelomppok/masyarakat; faktor biokimia dapat meyebabkan partisipasi klien berinteraksi dengan kelompok kurang, suasana yang terisolasi (sepi) sehingga dapat meningkatkan stress dan kecemasan yang mengeluarkan halusinogenik; faktor psikologis yang juga akan meningkatkan intensitas kecemasan yang berkepanjangan disertai terbatasnya kemampuan dalam memecahkan masalah mungkin akan mulai berkembangnya perubahan sensori persepsi klien, biasanya hal ini untuk pengembangan koping menghindari kenyataan yang tidak menyenangkan diganti dengan hayalan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah keperawatan yang menjadi penyebab (sebagai Triger) munculnya halusinasi adalah harga diri rendah dan isolasi sosial (Stuart &amp; Laraia, 1998). Akibat rendah diri dan kurangnya keterampilan mengakibatkan sosial klien menjadi menarik diri dari lingkungan.selanjutnya klien akan lebih terfokus pada dirinya sendiri. Stimulus inernal akan menjadi lebih dominan daripada stimulus eksternal. Klien lama kelamaan akan kehilangan kemampuanmembedakan stimulus internal dengan stimulus eksternal. Ini memicu terjadinya halusinasi. Selain itu akibat lanjut dari kondisi rendah diri dan kuranngnya kemampuan klien berhubungan dengan orang lain yang membuat klien menarik diri dari lingkungan membuat klien mengalami penurunan motivasi karena ia merasa tidak mampu melakukan apapun sehingga akan memunculkan masalah kurangnya perawatan diri klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah keperawatan rendah diri yang terjadi pada klien dapat didukung oleh koping keluarga tidak efektif: kurang pengetahuan, ketidakmampuan merawat klien dan bahkan menolak klien berada di rumahnya. Hal ini dapat membuat klien kurang mendapat penguatan terhadap kemampuan yang ia miliki sehinggga klien menganggap dirinya makin tidak berharga dan mengakibatkan keluarga kurang tepat dalam menanganni klien di rumah atau regimen therapeutik tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Towsend &amp; Mary (1995), tanda dan gejala halusinasi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Berbicara, senyum dan tertawa sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Mengatakan mendengar suara, melihat, menghirup, mengecap dan merasa sesuatu yang tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Tidak dapat membedakan hal yang nyata dan hal tidak nyata, serta tidak mampu melakukan asuhan keperawatan mandiri seperti mandi, sikat gigi, berganti pakaian dan berhias yang rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Sikap curiga, bermusuhan , menarik diri, sulit membuat keputusan, ketakutan, mudah tersinggung, jengkel , mudah marah, ekspresi wajah tegang, pembicaraan kacau dan tidak masuk akal, banyak keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini beberapa tipe dari halusinasi (Cancro &amp; Lehman, 2000):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Halusinasi Pendengaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar suara-suara, sering mendengar suara-suara orang berbicara atau membicarakannya, suara-suara tersebut biasanya familiar. Halusinasi ini paling sering dialami klien dibandingkan dengan halusinasi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Halusinasi Penglihatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat bayangan yang sebenarnya tidak ada, seperti cahaya atau seseorang yang telah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Halusinasi Penciuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencium bau-bau padahal di tempat tersebut tidak ada bau. Tipe ini sering ditemukan pada klien dengan dimensia seizure atau mengalami gangguan cerebrovaskuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Halusinasi Sentuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan nyeri, nikmat atau tidak nyaman padahal stimulus itu tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Halusinasi Pengecapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk rasa yang tidak hilang pada mulut, perasaan adanya rasa makanan dan berbagai zat lainnya yang dirasakan oleh indra pengecapan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses terjadinya halusinasi (Stuart &amp; Laraia, 1998) dibagi menjadi empat fase yang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Fase Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien mengalami kecemasan, stress, perasaan terpisah dan kesepian, klien mungkin melamun, memfokuskan pikirannnya kedalam hal-hal menyenangkan untuk menghilangkan stress dan kecemasannya. Tapi hal ini bersifat sementara, jika kecemasan datang klien dapat mengontrol kesadaran dan mengenal pikirannya namun intesitas persepsi meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Fase Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan meningkat dan berhubungan dengan pengalaman internal dan eksternal, individu berada pada tingkat listening pada halusinasinya. Pikiran internal menjadi menonjol, gambarn suara dan sensori dan halusinasinya dapat berupa bisikan yang jelas. Klien membuat jarak antara dirinya dan halusinasinya dengan memproyeksikan seolah-olah halusinasi datang dari orang lain atau tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Fase Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halusinasi lebih menonjol, menguasai dan mengontrol. Klien menjadi lebih terbiasa dan tidak berdaya dengan halusinasinya. Kadang halusinasinya tersebut memberi kesenangan dan rasa aman sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Fase Keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien merasa terpaku dan tidak berdaya melepaskan diri dari kontrol halusinasinya. Halusinasi sebelumnya menyenangkan berubah menjadi mengancam, memerintah, memarahi. Klien tidak dapat berhubungan dengan orang lain karena terlalu sibuk dengan halusinasinya. Klien hidup dalam dunia yang menakutkan yang berlangsung secara singkat atau bahkan selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;###################&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kasus halusinasi akan muncul beberapa diagnosa keperawatan. Disini akan di contohkan 1 diagnosa beserta intervensinya sebagai berikut :&lt;br /&gt;Perubahan persepsi sensorik: halusinasi berhubungan dengan menarik diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi di RS seperti ini:&lt;br /&gt;1.Bina hubungan saling percaya.&lt;br /&gt;1.1. Buat kontrak dengan klien.&lt;br /&gt;1.2. Lakukan perkenalan.&lt;br /&gt;1.3. Panggil nama kesukaan.&lt;br /&gt;1.4. Ajak klien bercakap-cakap dengan ramah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tandatandanya serta beri kesempatan pada klien mengungkapkan perasaan penyebab klien tidak mau bergaul/menarik diri.&lt;br /&gt;2.2. Jelas&lt;br /&gt;kan pa da klien tentang perilaku menarik diri, tanda-tanda serta yang mungkin jadi penyebab.&lt;br /&gt;2.3. Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Diskusikan tentang keuntung&lt;br /&gt;an dari berh ubungan.&lt;br /&gt;3.2. Perlahan-lahan serta klien dalam kegiatan ruangan dengan melalui tahap-tahap yang ditentukan.&lt;br /&gt;3.3. Beri pujian atas keberhasilan yang telah dicapai.&lt;br /&gt;3.4. Anjurkan kl&lt;br /&gt;ien mengevaluasi s ecara mandiri manfaat dari berhubungan.&lt;br /&gt;3.5. Diskusikan jadwal harian yang dapat dilakukan klien mengisi waktunya.&lt;br /&gt;3.6. Motivasi klien dalam mengikuti aktivitas ruangan.&lt;br /&gt;3.7&lt;br /&gt;. Beri pujian atas keiku tsertaan dalam kegiatan ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1 Lakukan kungjungan rumah, bina hubungan saling percaya dengan keluarga.&lt;br /&gt;4.2 Diskusikan dengan keluarga tentang perilaku menarik d&lt;br /&gt;iri, penyebab dan cara keluarg a menghadapi.&lt;br /&gt;4.3 Dorong anggota keluarga untuk berkomunikasi.&lt;br /&gt;4.4 Anjurkan anggota keluarga secara rutin menengok klien minimal sekali seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475529598260781725-8004011599172907153?l=wdnurhaeny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/feeds/8004011599172907153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/halusinasi-wdnurhaeny-emba-saputri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8004011599172907153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475529598260781725/posts/default/8004011599172907153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wdnurhaeny.blogspot.com/2010/04/halusinasi-wdnurhaeny-emba-saputri.html' title='HALUSINASI, wd,nurhaeny emba saputri'/><author><name>Waode  Nurhaeny emba saputri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05631357783061145296</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_J0f6Yw9CJuo/S2Ak_86CZJI/AAAAAAAAAA0/TdROVkNSNJM/S220/Foto(07).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475529598260781725.post-6684283543069879552</id><published>2010-04-09T20:17:00.007+08:00</published><updated>2010-07-22T16:18:23.514+08:00</updated><title type='text'>ASKEP HARGA DIRI RENDAH,.Wd.Nurhaeny Emba Saputri</title><content type='html'>A. MASALAH UTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=E%2B0mXFPMR2k%3D&amp;cid=rDRAQca6lYU%3D&amp;chan=I9VWqRrH1zk%3D&amp;type=5&amp;title=2BA94F&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=000000&amp;url=191919" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=4941f9d9"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.bigextracash.com/affiliate/scripts/banner.php?a_aid=bead1aaa&amp;a_bid=11110036"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diri rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PENGERTIAN&lt;br /&gt;Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PROSES TERJADINYA MASALAH&lt;br /&gt;Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang diriya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain (Stuart &amp; Sunden, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, 1999). Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri. Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain, aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain.&lt;br /&gt;Gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan, mengkritik diri sendiri, penurunan produktivitas, destruktif yang diarahkan pada orang lain, perasaan tidak mampu, mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial.&lt;br /&gt;Faktor yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak relistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis. Sedangkan stresor pencetus mungkin ditimbulkan dari sumber internal dan eksternal seperti :&lt;br /&gt;1. Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menaksika kejadian yang megancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi. Ada tiga jeis transisi peran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan. Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya, nilai-nilai tekanan untuk peyesuaian diri.&lt;br /&gt;b. Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian.&lt;br /&gt;c. Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh, perubahan ukuran, bentuk, penampilan dan fungsi tubuh, perubahan fisik, prosedur medis dan keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan harga diri atau harga diri rendah dapat terjadi secara:&lt;br /&gt;1. Situasional, yaitu terjadi trauma yang tiba tiba, misal harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubugan kerja dll. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopani (pemasangan kateter, pemeriksaan pemeriksaan perianal dll.), harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena di rawat/sakit/penyakit, perlakuan petugas yang tidak menghargai.&lt;br /&gt;2. Kronik, yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI&lt;br /&gt;1. Masalah keperawatan:&lt;br /&gt;a. Resiko isolasi sosial: menarik diri.&lt;br /&gt;b. Gangguan konsep diri: harga diri rendah.&lt;br /&gt;c. Berduka disfungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Data yang perlu dikaji:&lt;br /&gt;a. Data subyektif:&lt;br /&gt;Klien mengatakan: saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-apa, bodoh, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;b. Data obyektif:&lt;br /&gt;Klien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan, ingin mencederai diri / ingin mengakhiri hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Resiko isolasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.&lt;br /&gt;2. Gangguan konsep diri: harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;a. Tujuan umum: sesuai masalah (problem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tujuan khusus:&lt;br /&gt;1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;1.1. Bina hubungan saling percaya&lt;br /&gt;Salam terapeutik&lt;br /&gt;Perkenalan diri&lt;br /&gt;Jelaskan tujuan inteniksi&lt;br /&gt;Ciptakan lingkungan yang tenang&lt;br /&gt;Buat kontrak yang jelas (waktu, tempat dan topik pembicaraan).&lt;br /&gt;1.2. Beri kesempatan pada klien mengungkapkan perasaannya.&lt;br /&gt;1.3. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien.&lt;br /&gt;1.4. Katakan kepada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;2.1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien.&lt;br /&gt;2.2. Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien, utamakan memberi pujian yang realistis.&lt;br /&gt;2.3. Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;3.1. Diskusikan bersama klien kemampuan yang masih dapat digunakan.&lt;br /&gt;3.2. Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;4.1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan.&lt;br /&gt;4.2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.&lt;br /&gt;4.3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan&lt;br /&gt;Tindakan :&lt;br /&gt;5.1. Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan.&lt;br /&gt;5.2. Beri pujian atas keberhasilan&lt;br /&gt;5.3. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada.&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;6.1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien.&lt;br /&gt;6.2. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat.&lt;br /&gt;6.3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.&lt;br /&gt;6.4. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK PEMESANAN HUBUNGI 0853 4151 7028&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMAIL/ym : eny_bening@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATALOG JUNI 2010    Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7Ey-P_rI/AAAAAAAAEx8/_5HN99Avaas/s1600/52.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 847px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBg7Ey-P_rI/AAAAAAAAEx8/_5HN99Avaas/s1600/52.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATALOG JUNI 2010    Harga yang berlaku adalah harga baru, jika ada tertulis harga lama, maka harga lama tidak berlaku. terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhB2NwXUJI/AAAAAAAAE0M/WJTsvjcRsD4/s1600/70.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 598px; height: 858px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhB2NwXUJI/AAAAAAAAE0M/WJTsvjcRsD4/s1600/70.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBfIhvlyI/AAAAAAAAE0E/XqBggBkjchY/s1600/69.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px; height: 860px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBfIhvlyI/AAAAAAAAE0E/XqBggBkjchY/s1600/69.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI  0853 4151 7028&lt;br /&gt;UNTUK WILAYAH KENDARI SULTRA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBRluknjI/AAAAAAAAEz8/m0l1O9A_f_8/s1600/68.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 847px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x4H3g_3_qww/TBhBRluknjI/AAAAAAAAEz8/m0l1O9A_f_8/s1600/68.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/147552959826
